Watu Kapala Tosore (1)

Oleh: Saleh Hanan

Situs, diceritakan sebagai fosil kapal yang karam, lalu jadi batu. Bagian haluan dan buritan, berada di wilayah adat Mandati. Bagian yang disebut danda atau tali sauh kapal dari lambung arah buritan kanan berada di wilayah adat Liya.
Danda itu berupa barisan batu-batu tipis, muncul di permukaan tanah, memanjang bak tali, dari buritan ke tenggara. Warnanya kemerahan hingga coklat.
Orang Mandati menyebut situs sebagai Watu Kapala. Batu menyerupai kapal. Dan orang Liya menyebut Kapala Tosore. Kapal karam menjadi batu. Namun kisahnya sama: kapal karam menjadi batu.
Letaknya di padang ilalang, sebuah lembah antara dua bukit, ketinggian. Landscape yang nampak membagi dua Pulau Wangi-Wangi, Wakatobi.


Sekitar tahun 2007 lalu, di tengah ilalang tempatnya berada, masih dipenuhi fosil terumbu karang jari dan aneka kerang yang masih utuh dua belah. Termasuk fosil kima. Sampai-sampai pada liputan salah satu tivi nasional diperkenalkan pemandu dari TNC WWF sebagai destinasi ‘melihat karang tanpa menyelam’.
Para pejalan kaki meratakannya dikemudian hari.

Itu bahtera siapa, kapan karam?
Panjang ceritanya.

ceritakanwakatobi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *