Wa Mbuliga, Perempuan Yang Memperoleh Kebenaran

Oleh: Saleh Hanan

Adalah Wa Mbuliga, perempuan Wakatobi yang dikisahkan memiliki ilmu tinggi. Mengalahkan segala. Sampai bisa mengubah arah angin.
Namun sayang, suatu hari, sebuah kabar angin juga mengubah nasib Wa Mbuliga selamanya.
Dalam versi ini, Sara, lembaga hukum adat, tak punya pilihan kecuali menjalankan hukum. Wa Mbulga harus dibuang ke laut untuk suatu kesalahan.
Sebelum terhempas, Wa Mbuliga bersumpah, jika kebenaran ada padanya, laut tak akan membunuhnya.
Sampai suatu waktu yang berbeda, yang telah menyimpan kisah itu sebagai sejarah, dan di lain pulau. Pelaut-pelaut Sampolawa, menandai sebuah situs keramat di selatan Pulau Buton. Tempat itu Tanjung Pemali. Turun-temurun penduduk mengenal situs itu tempat seorang bernama Wa Mbuliga terdampar hidup-hidup.

Wa Mbuliga yang dibuang ke laut dan yang dulu bersumpah, tidak mati. Artinya tidak bersalah.

Tanjung Pamali berjarak puluhan mil di seberang laut, di Pulau Buton. Ke arah barat dari pantai Desa Sombu, Pulau Wangi-Wangi, Wakatobi. Tempat kisah Wa Mbuliga sebagai perempuan yang benar bermula dan berakhir.

Kini, jika kita datang di Pantai Wa Mbuliga, tentu takkan pernah bertemu Wa Mbuliga duduk di pantai. Tak melihatnya mengubah angin barat ke timur, angin timur ke barat, agar para kekasih, suami, dan ayah orang-orang pulau cepat sampai di pulau.

Tapi kita akan bersama sesuatu rasa yang mendalam, menjangkau perempuan yang memperoleh kebenaran. Wa Mbuliga itu.

ceritakanwakatobi

(Pantai Wa Mbuliga, 11 September 2021)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *