Virus Corona: Tantangan Global untuk Menemukan Obatnya

Kalau kita merujuk pada beberapa referensi mengenai penyakit, dalam Islam memiliki dasar hukum atau referensi mengenai datangnya suatu penyakit. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam shahihnya, dari shahabat Abu Hurairah  bahwasanya Nabi  bersabda,

مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شَفَاءً

“Tidaklah Allah turunkan penyakit kecuali Allah turunkan pula obatnya”

Dalam hadis yang lain, juga diriwayatkan bahwa Imam Muslim dari Jabir bin Abdillah  dia berkata bahwa Nabi  bersabda,

لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ، فَإِذَا أَصَابَ الدَّوَاءُ الدَّاءَ، بَرَأَ بِإِذْنِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Muslim)

Dunia hari ini dikagetkan oleh munculnya virus corona di Wuhan China. Kalau merujuk pada hadits di atas, maka saatnya kita berlomba untuk melakukan riset untuk menemukan obat dari penyakit tersebut. Dunia sedang ditantang untuk secepatnya menemukan anti virus itu. Berbagai laboratorium melakukan riset untuk menghentikan menularnya virus itu ke seluruh dunia. Termasuk mempelajari cara kerja penularan virus.

Kalau kita merujuk pada kebudayaan bangsa bangsa di dunia, bisa jadi obatnya masih di alam, dan itu membutuhkan partisipasi global untuk menemukan obatnya secepatnya. Baik melalui riset tinggi maupun melalui uji coba obat obat tradisional yang di ketahui oleh masyarakat tradisional.

Tentunya, dunia berharap dapat ditemukan secepatnya, dan mendorong dunia global untuk menemukan obat penangkal virus itu. Sebagai contoh, HIV sampai saat ini masih sulit ditemukan obat paten dari hasil riset, tetapi buah merah dari Papua sudah banyak digunakan untuk meningkatkan daya tahan pasien. Demikian juga dengan obat rabies, virus diedarkan dari virus anjing gila ini, vaksinnya masih impor dari Amerika Serikat, dan masyarakat Buton mengenal obat tradisional untuk mengobati virus rabies. Demikian juga dengan kanker payudara, banyak pasien keluar dari rumah sakit besar, tetapi sembuh pada pengobatan tradisional yang dilakukan oleh seorang nenek di Wakatobi.

Mungkinkah virus Corona yang menggetarkan itu ditemukan di dalam masyarakat tradisional? Apakah ini bisa ditemukan obat dari berbagai tanaman dan hewan yang dapat memecahkan persoalan virus Corona? Jawaban atas tantangan ini ditujukan ke masyarakat global. Karena penemu dari penawar virus ini, semua dunia akan berterima kasih.

Selanjutnya, masyarakat global perlu melakukan tindakan pencegahan penularan virus. Hidup sehat dan doa akan menjadi aspek penting dalam mencegah menular nya penyakit ini. Dalam dunia tradisional, masyarakat adat akan melakukan ritual untuk membatasi kampung mereka dari persebaran virus. Mereka menggaris tanah agar virus tidak masuk ke kampung. Pertanyaan, apakah publik global percaya dengan model ritual ini?

Dunia sedang bergetar, dana sudah digelontorkan oleh Bill Gates sebanyak 12 juta dolar untuk penelitian itu. Semoga dunia secepatnya bisa keluar dari kasus Corona. Walaupun tentunya, hari ini bahkan beberapa hari ke depan dunia akan kembali tenang, karena kabar keberuntungan itu.

Seorang kakek yang mengobati rabies dengan bangga mengatakan bahwa sumber virus rabies adalah racun ular, yang ditularkan ke anjing. Maka bagi orang Buton, mengobati rabies sama dengan melumpuhkan virus ular. Cukup dengan daun, semua bisa ditawarkan, virus rabies hilang dan pasien sehat sampai sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *