Universitas Muslim Buton 2021 Terima Mahasiswa Baru Program Studi Kewirausahaan

Untuk mendorong masyarakat Kepulauan Buton untuk terlibat banyak dalam bidang kewirausahan atau enterprenurship, maka Universitas Muslim Buton sejak tahun lalu mengajukan pembukaan Program Studi Kewirausahaan. Salah satu tujuan pembukaan program studi ini adalah untuk memberikan peluang kepada generasi milenial Buton dan Indonesia pada umumnya untuk mengikuti Pendidikan yang langsung menjurus pada terbentuknya kompetensi akademik dan skill pada kewirausahaan. Tentunya ini sangat penting, mengingat Indonesia masih menempati posisi kesembilan di ASIA. Pada hal potensi sumber daya alam kita masih sangat melimpah, tetapi jiwa kewirausahaan kita masih sangat rendah. Oleh karena itu, UMU Buton kemudian menggagas pembukaan prodi Kewirausahaan untuk menciptakan generasi Buton dan Indonesia yang siap untuk memasuki dunia enterpreneurship.

Kalau kita merujuk temuan yang didapatkan oleh Global Talent Competitiveness Index (GTCI) yang telah merilis hasil riset terbaru mereka tentang pemeringkatan kemampuan daya saing global negara-negara yang ada di dunia. Maka pada Tahun 2019, laporan GTCI berfokus pada daya saing global khususnya bidang kewirausahaan terutama bagaimana entrepreneurship ini didorong, dipelihara dan dikembangkan di seluruh dunia dan bagaimana hal ini memengaruhi daya saing relatif dari berbagai negara. Laporan yang dirilis oleh INSEAS ini lebih lanjut menunjukkan 2 kesimpulan utama yakni: ยท Negara dan kota dengan peringkat tertinggi cenderung paling terbuka terhadap pengembangan bakat wirausaha. Digitalisasi dan globalisasi meningkatkan peran bakat kewirausahaan. ยท

Dari data yang dikeluarkan oleh GTCI tersebut, terlihat bahwa betapa pentingnya jiwa kewirausahaan tersebut didorong terutama untuk menyiapkan generasi milenial sebagai salah satu kekuatan bangsa saat ini. Jiwa-jiwa kewirausahaan harus menjadi ciri khas anak-anak Buton, guna meningkatkan daya saing daerah dan nasional. Tentunya Universitas Muslim Buton mengundang generasi milenial Buton dan Indonesia untuk belajar dan praktek kewirausahaan. Karena Indonesia mestinya memasuki komptesisi global, dan itu harus didukung oleh sumber daya manusia yang mumpuni.

Merujuk pada indikator penilaian yang dilakukan oleh GTCI, maka dapat dilihat bahwa pemeringkatan daya saing negeri diukur dari beberapa hal, antara lain: a) pendapatan perkapita, b) infrastruktur teknologi komputer informasi, c) tingkat korupsi, d) isu jender dan lingkungan, e) tingkat toleransi, f) stabilitas politik hingga hubungan antara pemerintah dan dunia bisnis, serta banyak lainnya.

GTCI juga menjadikan Pendidikan sebagai salah satu Indikator yang dijadikan sebagai aspek penting dalam penentuan tingkat kompetisi wirausaha global ini. Beberapa aspek bidang menjadi pendidikan yang dijadikan skor penilaian di antaranya: pendidikan formal, pendidikan vokasi, literasi baca-tulis-hitung, peringkat internasional universitas, jurnal ilmiah, mahasiswa internasional, relevansi pendidikan dengan dunia bisnis, jumlah lulusan teknisi dan peneliti, hingga jumlah hasil riset dan jurnal ilmiah. Berdasarkan indikator tersebut, GTCI menyusun peringkat negara-negara dengan tingkat kompetisi global wirausaha terbaik.

Berdasarkan berita yang dimuat kompas.com tanggal 25 January 2021, mengatakan bahwa GTCI telah merilis 10 negara terbaik kompetisi global bidang wirausaha:

  1. Swiss dengan skor 81,82
  2. Singapura dengan skor 77,27
  3. Amerika Serikat dengan skor 76,67
  4. Norwegia dengan skor 74,67
  5. Denmark dengan skor 73,85
  6. Finlandia dengan skor 73,78
  7. Swedia dengan skor 73,53
  8. Belanda dengan skor 73,02
  9. Inggris dengan skor 71,44
  10. Luxembourg dengan skor 71,18

Posisi kompetisi wirausaha Indonesia Dalam pemeringkatan tersebut, Indonesia memperoleh skor 38,61 dan berada di posisi ke-67 dunia. Posisi ini berada setingkat di bawah negara tetangga ASEAN, Thailand yang memiliki skor 38,62. Indonesia masih unggul dari beberapa negara Asia lain antara lain; Meksiko (posisi 70), Brazil (72), India (80), Mesir (96) dan Iran (97). Dalam peringkat negara Asia, Indonesia memperoleh ranking 9 setelah berturut-turut negara Singapura, Jepang, Malaysia, Korea Selatan, Brunei, China dan Filipina dan Thailand.

Berdasarkan data GTCI yang dirilis kompas.com tersebut, Universitas Muslim Buton jauh-jauh hari sudah menyadari bahwa untuk membangunkan anak-anak muda Indonesia untuk terjun ke dunia usaha harus diberikan kesempatan untuk memahami ilmunya dan mengalami prakteknya. Untuk itu, Program Studi Kewirausahaan menjadi jawaban bagi generasi milenial yang mau berwirausaha. Di sisi yang lain, susahnya lapangan kerja, tentunya menjadi bahan pertimbangan bagi kaum milenial untuk bisa lebih intens dalam diskusi dan praktek kewirausahaan.

Dengan hadirnya Program Studi Kewirausahaan di Fakultas Ekononi dan Bisnis Unversitas Muslim Buton, maka terbuka peluang bagi anak-anak muda Buton dan Indonesia untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka di bidang wirausaha. Karena jiwa kewirausahaan bukan darah biru atau sesuatu yang diwariskan, tetapi sesuatu yang dipelajari dan dilatihkan. Tentunya ini adalah peluang bagi adik-adik calon mahasiswa baru, atau bahkan bagi mahasiswa lainnya untuk terlibat dalam diskusi tentang kewirausahaan ini.

Berita Terkait

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “10 Negara Kompetisi Wirausaha Terbaik Dunia, Berapa Rapor Indonesia?”, Klik untuk baca: https://edukasi.kompas.com/read/2019/01/25/10185751/10-negara-kompetisi-wirausaha-terbaik-dunia-berapa-rapor-indonesia?page=all.
Penulis : Yohanes Enggar Harususilo
Editor : Yohanes Enggar Harususilo

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *