UMU Buton, Siapkan Beasiswa Hafizh Quran untuk Pemimpin Masa Depan

Salah satu komitmen Ketua Yayasan Pendidikan Indonesia Kepulauan Buton Ibrahim Marsela dalam peningkatan Sumber Daya Manusia Buton yang unggul adalah kepeduliannya kepada generasi muda yang Hafizh Qur’an. Menurut Beliau, Generasi Muda yang hafal Al-Qur’an adalah mereka yang memiliki kemampuan linguistik yang lebih. Sementara lembaga novel Norwegia menghadiahkan salah satu pemenang Nobel bidang sastra adalah ahli linguistik, yang menemukan hasil penelitian yang mengatakan bahwa orang yang dimiliki kemampuan linguistik yang bagus berpotensi untuk memiliki pengetahuan yang lebih.

Di samping itu, mereka yang hafidz Quran adalah generasi rasulullah yang terpilih karena kehendak Allah. Untuk itu, Universitas Muslim Buton berkeinginan untuk memberikan apresiasi kepada mereka yang sudah diberi hikmah oleh Allah Ta’ala.

Berikut ini pengumuman yang disampaikan oleh ketua yayasan Universitas Muslim Buton, Bapak  Ibrahim Marsella. “Kita harus menghargai mereka yang sudah terpilih untuk menghafal Alquran. Itu tidak gampang, membutuhkan perjuangan dan kemantapan jiwa untuk bisa bertahan mudah menghafal Alquran. Di tengah generasi milenial saat ini, Alquran adalah mereka yang sangat luar biasa”, katanya.

Baca Juga Tinjauan Kritis ATAS VISI MARITIM Wakatobi: Belajar dari Norwegia

Dengan mengapresiasi para hafiz Quran, Universitas Muslim Buton telah mengambil langkah strategis untuk menghadirkan generasi milenial yang memiliki kehebatan ilmu pengetahuan dan akhlakul karimah. Beasiswa hafidz Quran adalah beasiswa dunia akhirat. Menjadi salah satu kekuatan dari Universitas Muslim Buton, karena ini akan memberikan kesempatan kepada siapapun yang Hafizh Qur’an mengenyam pendidikan formal di universitas.

Selanjutnya Ibrahim Marsela mengatakan bahwa “Tahun akademik 2020-2021 UMU Buton menargetkan program Beasiswa Hafizh Qur’an 3 orang”, katanya.

Khusus hafizh diterima melalui jalur khusus, proses seleksi kerjasama pondok pesantren. Adapun beasiswa hafizh di UMU Buton dibagi menjadi 2 jenis, pertama Penghafal 10 hingga 18 jus, biaya kuliah akan di bebaskan sampai 4 semester, sementara untuk hafizh yang berhasil menghafal 20 sampai dengan 30 juz akan dibebaskan biaya delapan semester (4 tahun) Sarjana.

Baca Juga Tiga Ekonom Menang Nobel: Salah Satu Riset Mereka tentang Impres SD di Indonesia

Dalam menyeleksi calon mahasiswa Hafizh Universitas Muslim Buton akan bekerjasama dengan pondok pesantren yang ada di kota Baubau.

Hal ini dilakukan oleh Universitas Muslim Buton sebagai bentuk dorongan dan apresiasi untuk anak-anak muda agar dapat berlomba-lomba menghafal Al-Qur’an. Di samping itu para penghafal Al-Qur’an ini nantinya bisa memberikan warna baru disetiap kegiatan kemahasiswaan.

Karena siapapun yang telah menghafalnya, mereka juga pasti akan memahami apa isi yang terkandung dalam kitab suci tersebut.

Jadwal seleksi dilakukan bersamaan dengan program beasiswa Ekonomi, dan Program beasiswa Unggul.

“Kita bisa berharap, generasi muda Buton dan Indonesia pada umumnya berlomba-lomba untuk mendapatkan beasiswa ini, karena ini adalah beasiswa dunia akhirat. Beasiswa bagi generasi terpilih yang akan menjadi calon pemimpin masa depan yang memiliki karakter keilahian sebagaimana karakter dalam perbuatan yang telah menghidupkan dan menyembunyikan Alquran dalam kehidupan mereka.

Beasiswa Hafiz Quran merupakan upaya untuk membangkitkan kekuatan generasi milenial yang cerdas, beradab dan memiliki ketahanan dan ketabahan dalam menjalani kehidupan. Ini adalah rahasia mengapa Islam bisa memiliki kemampuan pengetahuan yang tinggi pada awal kemunculannya.

Baca Juga UNIVERSITAS MUSLIM BUTON: Jawaban atas Keresahan Generasi Milenial

Universitas Muslim Buton: Tebar Beasiswa untuk Temukan Mahasiswa Berkualitas

Pesona Cinta di balik Kejeniusan Albert Einstein (bagian 1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *