UMU Buton Kukuhkan Mahasiswa Di Matanauwe: Bentuk Komitmen dalam Pelayanan Pendidikan

Penulis: Rustam Wabula

Suaradesaku.com. Salah satu tujuan adanya otonomi daerah adalah upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan di bidang pendidikan perlu digenjot sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk belajar di perguruan tinggi sampai di desa. Untuk memenuhi tujuan pendidikan tersebut, maka Universitas Muslim Buton berupaya untuk meningkatkan perkuliahan itu hingga ke desa-desa yang ada di sekitar kota Baubau.

Oleh karena itu, pada hari Minggu tanggal 16 Agustus kemarin, 22 Mahasiswa Baru Universitas Muslim Buton di Kukuhkan oleh Dr. ANIDI, S.Ag., M.Si., M.SI selaku Kepala Badan Inovasi dan pembelajaran. bertempat di Gedung Serbaguna Desa Matanauwe kecamatan siotapina Kabupaten buton.Minggu (16/08/2020). Ini merupakan salah satu komitmen Universitas Muslim Buton untuk mendekatkan pelayanan pendidikan kepada masyarakat yang ada di wilayah kepulauan Buton.

Dr. ANIDI, S.Ag., M.Si., M.SI selaku Kepala Badan Inovasi dan pembelajaran mengatakan, “kegiatan perkuliahannya tetap di sini Desa Matanauwe sementara ini masih kita melakukan Mou dengan SD yang Ada atau sekolah yg ada disini untuk di lakukan proses perkuliahan”, tuturnya.

“Target kita adalah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat untuk bisa belajar dari desa, dan kita bisa berharap bahwa peningkatan sumber daya manusia sampai tingkat desa merupakan prioritas yang harus dilakukan untuk menunjang pembangunan sumber daya manusia di pulau Buton, dan Indonesia pada umumnya.

Universitas Muslim Buton sendiri memiliki dua fakultas yaitu FKIP, Fakultas pertanian dan peternakan. jurusan yang paling diminati Mahasiswa, PGSD dan Geografi.

Lanjut dia “Di FKIP terdiri dari lima program studi yaitu PGSD, Pendidikan Biologi, pendidikan Bahasa Inggris, pendidikan matematika dan pendidikan Geografi sedangkan Fakultas pertanian dan peternakan sendiri terdiri dari agroteknologi, agribisnis dan peternakan”.

Di tempat yang sama, Muliadin, selaku PJ Desa Matanauwe, mengatakan, pihaknya secara pribadi menyambut baik rencana dari Pihak Universitas Muslim Buton untuk menempatkan lokasi perkuliahan di Desa Matanauwe karena masyarakat akan dapat keuntungannya.

“Saya secara pribadi saya menyambut baik rencana dari universitas Muslim Buton hanya bicara untung rugi justru yg di untungkan itu masyarakat artinya masyarakat diuntungkan disitu”. imbuhnya.

Menurutnya, masyarakat yang ingin mengikuti pendidikan jangkauannya dekat kemudian bagi masyarakat lain yang berusaha misalnya di bidang perdagangan mereka diuntungkan dengan keberadaan mahasiswa tersebut.

“kan barang yang ada di warung bisa terbeli artinya masyarakat diuntungkan disitu”. pungkasnya.

Tentunya, upaya pendekatan pelayanan pendidikan ini merupakan langkah strategis yang dilakukan sebagai komitmen Universitas Muslim Buton dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia di wilayah eks kesultanan Buton.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *