Transformasi Mitos ke Konsep Konservasi Modern: Bank Ikan pada Desa Wisata Kulati (bagian 2)

kelompok Poasa Nuhada
La Asiru bersama Kelompok Poasa Nuhada

Desa Kulati – Mari kita lanjutkan perjalanan Anda ke Desa wisata Kulati tidak perlu ragu dengan tempat tidur, disana kelompok wisata Poasa Nuhadda telah menyiapkan home stay. Ada 63 rumah yang terdaftar di Kelompak dan paling siap itu sudah 23 rumah sudah standar hotel”, kata La Asiru. Rumah-rumah itu sudah mendapatkan standarisasi dari beberapa teman-teman (NGO) yang telah membantu kelompok untuk membenahi kamar-kamar mereka sehingga layak huni. Beliau juga menambahkan bahwa kalau kelompok bisa ditangani juga oleh mereka.

Anda akan mendapatkan pelayanan yang murah, bisa juga menyiapkan makanan, dan minuman. Bahkan anda dapat memasak sendiri, bersama sama dengan tuan rumah. Anda dapat merasakan bagaimana memasak ikan dengan masakan parende. Sayurnya adalah sayur nomor satu di dunia, yang banyak gizi dan tanpa pupuk kimia, organic. Sayur kelor yang tumbuh di mana-mana. Sementara ikannya, adalah ikan segar yang baru saja ditangkap di sekitar bank ikan.

Sore hari anda dapat menikmati pemandangan lanskap bank ikan yang memanjang indah. Bawalah kamera anda ke salah satu pusat kegiatan Paasa Nuhadha, di sana telah disiapkan untuk berselfi, bayarlah Rp.2000 sebelum selfi, karena itu momen terindah dalam hidup anda, mengabadikan bank ikan, satu-satunya di dunia.

Baca Juga Tradisi Bhanti-bhanti sebagai Kekuatan Budaya dalam Pengembangan Desa Wisata Wakatobi

“Sekali lagi, kalau berkunjung ke desa wisata Kulati, jangan lewat bawa buku sebagai ole-ole, serahkan ke pengurus Po’asa Nuhadha, karena mereka bercita-cita untuk membangun perpustakaan desa. Ini juga untuk kepentingan pengunjung di sore hari, atau malam hari. Mereka bisa menikmati kopi khas Tomia, sambil membaca buku serta menikmati ikan paus dan lumba-lumba yang kebetulan lewat. Momen ini hanya anda dapat nikmati saat Oktober hingga Desember” kata La Asiru. Beliau juga berharap, pengunjung dapat menandatangani buku sebagai bukti telah menyumbangkan buku.

lokasi bank ikan kulati
Lokasi Bank Ikan yang ada di Desa Kulati

Kalau Anda seorang penyelam atau hanya snorkeling, maka berkomunikasilah dengan pengurus poasa nuhadha maka mereka akan mengantar anda untuk menyaksikan keindahan bawah laut di sekitar Lia ngkuri-ngkuri yang saat ini dikenal dengan bank ikan. Anda akan menikmati pemandangan bawah laut. Nikmati sepuasnya, tetapi jangan membuang sampah dan juga jangan merusak rumah-rumah ikan, karena itu merusak sistem perbankan yang ada.

Baca Juga Pentingnya Daun Kelor untuk Buka Puasa

Kalau malam hari, mungkin juga anda akan menyaksian tari-tarian, atau kalau tidak ada, maka Sang Maestro konservasi Lokal, atau kebanyakan teman-teman dari LSM lingkungan menyebut beliau sebagai Profesor dapat bercerita dengan Anda. Sejuta pengalaman Anda dapat temukan dari pengelaman hidupnya yang pernah sukses secara bisnis di zaman perahu karoro dulu (bisnis kopra, ikan kering, barang kelontong), semua sudah diakoninya. Dari cerita yang panjang dengan beliau, Anda akan mengerti mengapa mereka menggagas bank ikan. Sebuah konsep konservasi yang tidak mempertentangkan konsep lokal dengan konsep modern. Dimana nilai-nilai karama Lia Ngkuri-Ngkuri dan konsep bank modern disatukan dalam hal membungakan uang dan nilai. Ia bahkan berpikir, kalau kita jual ikannya, maka akan habis, tetapi kalau kita jual pemandakannya, ikannya akan tetap lestari, dan bahkan semakin banyak (su001).

Bersambung ……

Baca Juga 

Desa Kulati Menyediakan Hame Stay: Berkualitas dan Murah (bagian 3)

Transformasi Mitos ke Konsep Konservasi Modern: Bank Ikan pada Desa Wisata Kulati (bagian 1)

Ikan Asar menjadi salah satu Oleh-Oleh Khas Raja Ampat