Tempat  Wisata dan  Berfoto (Baru) di Kendari  Camping Ground

resti2
Wahana Camping Ground: Tempat Wisata Alternatif

Akhir-akhir ini Kota Kendari semakin gencar membangun daerah (wisata) tempat berfoto, sebut saja begitu. Gencarnya pembangunan ini juga didukung dengan minat  masyarakat Kendari yang tinggi akan tempat wisata, mulai dari sekadar hanya ingin lihat-lihat saja sampai dengan jumpalitan disetiap sudut untuk berfoto yang kemudian di upload di semua akun sosial media, ingin menyampaikan kepada semua pihak, ini tempat wisata baru di kendari.

Kendari mulai tahun 2016 cukup dihebohkan dengan tempat wisata (Purnamasari, 2017). Pasti kalian tahu  Tracking Mangrove, yang berada di Kelurahan Bungkutoko Kota Kendari,  Tempat wisata ini menawarkan pemandangan deretan tumbuhan mangrove (bakau) yang diitari dengan jembatan kayu yang dicat berwarna-warni. Tracking Mangrove selain dijadikan sebagai tempat melepas jenuh dapat pula sebagai daerah Eduwisata. Karena Tracking mangrove memiliki ekosistem yang dapat dikatakan cukup lengkap sebagai media pembelajaran Biologi, serta di tracking mangrove dapat dijadikan sebagai wahana untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan mangrove.  Tracking mangrove dapat ditempuh sekitar 30 menit.

Tempat selanjutnya yang cukup menarik perhatian masyarakat Kendari adalah Jembatan Love atau Jembatan Cinta, saya tidak tahu persis di daerah mana, saya pernah pergi sekali, sepertinya Kelurahan Purirano, seingat saya jalan menuju Toronipa, untuk sampai disana tidak membutuhkan banyak waktu karena letaknya yang masih dalam kota Kendari. Jembatan Love ini merupakan Jembatan yang terdiri dari sambung-menyambungnya bilah kayu dan diujung jembatan tersebut membentuk Love atau Hati. Sebenarnya Jembatan ini merupakan Keramba untuk budidaya Abalon. Hal yang menarik dati tempat ini hanya jembatan yang bentuk Love, itu saja. Namun, tempat ini terlampau ramai jika kala senja datang, terkadang saya sempat berdoa dulu, semoga tidak rubuh Ya Allah.

resti

Nah ada juga yang mirip dengan Tracking mangrove di Bungkutoko, tak ada bedanya sih, sama-sama tentang mangrove, jembatan, dan air laut. Objek ini berada pas dalam kota Kendari, di depan Sam Hotel, itu e Hotel yang catnya warna putih semua, atau ini pale yang paling gampang di samping Kendari Beach atau Kebi, entah nama objek wisata ini apa, saya tidak sempat tahu, tapi saya pernah pergi, duluuuu.

Dan tempat wisata yang lagi heboh saat ini adalah Camping Ground, yang berada di belakang Kantor Gubernur Kota Kendari, sebelum air Terjun Nanga-Nanga, untuk sampai di Camping Ground dari Kantor Gubernur memakan waktu kurang lebih 10 menit, cukup dekat, hanya saja akses jalannya kurang baik, masih banyak ditemui jalanan yang berlubang. Dan untuk masuk ke Camping Ground kita perlu menyusuri jalan kuning dari jalan raya yang sekiranya akan becek jika hujan.

Baca Juga Dua Pulau Tak Berpenghuni di Morowali Utara: Potensi Pengembangan Wisata

Sekitaran Camping Ground masih sangat asri dikarenan berada dilingkungan pepohonan (hutan) dan terdapat aliran air yang masih jernih, sepetinya terusan dari Air Terjun Nanga-nanga. Menurut saya, sesuai namanya -Camping Ground- mungkin ini hendak di jadikan bumi perkemahan, layaknya yang ada di Bau-Bau, Bumi perkemahan Samparona. Hal yang disungguhkan di Camping ground yaitu jembatan penghubung dari kayu-kayu, tugu selamat datang Camping Ground dari batu-batu yang di susun dengan sangat indah, Tangga menuju puncak, serta dua bangunan dengan desain yang sangat bagus, bangunan dengan model yang mirip rumah Minang, dengan atap-atap yang dibuat runcing seperti segitiga, bangunan tersebut dari kayu yang dicat dengan warna coklat yang sangat apik berpadu dengan alam sekitar, sekilas bangunan tersebut merupakan rumah, namun jika kamu masuk kedalam, kamu akan menemukan deretan kran air, serta bilik-bilik kecil, yang pada bagian kiri adalah kamar mandi (setelah saya mencoba untuk cek satu-persatu). Bangunan satunya merupakan Mushala yang cukup untuk 15 orang, jadi jangan takut untuk ketinggalan shalat wajibmu disana. Baru kali itu saya melihat desain bangunan sangat cantik dan berfungsi untuk  kamar mandi dan tempat wudhu, daerah Camping Ground bolehlah instagramable, banyak sekali spot yang  untuk menghiasi ruang instagram Anda. Saran saya jika ke Camping Ground adalah :

  1. Untuk perempuan jangan memakai sendal yang ber-hak tinggi
  2. Masalah ambil gambar, sebaiknya bawa kamera yang super canggih. Jangan lupa bawa tongsis.  Karena ekspektasi pemandangan yang bagus akan menjadi realita kalau di tunjang dengan kamera yang bagus, apalagi dengan keahlian fotografi yang mumpuni serta model yang terlanjur cantik/ganteng,
  3. Datangnya jangan setelah hujan, apalagi dalam keadaan hujan, karena jalan nya masih jalan kuning, beceknya nanti dimana-dimana.
  4. Jangan datang lepas Mahgrib, anak-anak tidak boleh main, harus masuk rumah. Pamali katanya.
  5. Jangan datang siang bolong, sumpah itu panas bingitss.
  6. Jangan datang sendiri, kalau jomblo mending ngajakin teman atau sodara kamu, supaya ada yang bisa take ur picture there, masa foto sendiri. Malulah sama rumput yang bergoyang. Lagian kalau datang sendiri, kamu akan merasa sepi dalam keramaian.
  7. Jangan takut tidak bawa uang dua ribuan, disana belum ada uang masuknya, hanya titip nama doang, isi buku absen gituh (Resti006)

Baca Juga 

Keindahan Wisata Pulau Labengki: Surga di Konawe Utara

Dari Paris ke Palembang

Festival Benteng Tindoi Maleko: Mendorong Pariwisata Desa dalam Merawat Alam

Inovasi desa Wisata dan Pengembangan Sultra Menjadi Bali Alternatif

 

3 thoughts on “Tempat  Wisata dan  Berfoto (Baru) di Kendari  Camping Ground

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *