Taman Baca Desa Longa: Cara Inovatif untuk Jalani Tinggal di Rumah Saat Corona

Taman Baca Desa Longa yang bertempat di bhantea Topanuanda menawarkan ruang baca untuk anak anak muda Desa Longa, selama berada pada masa masa karantina. Taman baca ini, merupakan sebuah inovasi dari anak anak muda Longa. Membaca adalah menemukan dunia, dan bisa jadi ruang untuk membangun dunia.

Taman Baca ini, merupakan ruang kreativitas anak muda untuk mengisi waktu ketika berdiam diri di rumah di tengah masa wabah covid-19.

“Dengan adanya bahan bacaan yang disiapkan secara gratis maka diharapkan: (1) warga masyarakat tdk lagi berkeliaran di luar rumah shg secara tidak langsung dapat berpengaruh thd penyebaran wabah covid-19 di Desa Longa dan di Wakatobi secara umum, (2) manfaat kedua dari adanya ide kreatif tsb, pengetahuan masyarakat desa Longa dan wakatobi pada umumnya dapat terus ditingkatkan dimana pengetahuan tersebut diharapkan dapat bermanfaat dalam melakukan kompetisi bisnis di masa mendatang, dan (3) ide kreatif tersebut diharapkan dapat menciptakan budaya baca masyarakat Longa dan Wakatobi, dimana budaya baca adalah salah satu ciri masyarakat di negara maju” kata Hamiruddin Udu menaggapi Taman Baca Itu.

Sementara Marlin sebagai pengelola Taman Baca Desa Longa bahwa, tubuh bisa terkurung di dalam rumah, tetapi pikiran harus tetap melalang buana ke seluruh dunia melalui jendela yang bernama buku”. Wangi-wangi timur baru harus mampu menjadi generasi yang bisa bersaing baik dalam skala lokal maupun dalam skala global. saya kira kuncinya satu kita harus mampu melakukan lompatan kebudayaan dengan cara mencintai buku.

Taman Baca yang ada di desa Longa merupakan salah satu terobosan generasi muda untuk menyiapkan nutrisi pada otak sebagai langkah awal untuk persiapan memasuki persaingan global.

Dalam sejarah peradaban manusia, perintah agama Islam dimulai dengan perintah untuk membaca yaitu iqro. Perintah itu merupakan tonggak sejarah perubahan peradaban manusia. Membaca adalah ruang untuk terbangunnya dialektika berpikir di dalam kesadaran seseorang. Mereka yang banyak membaca akan melahirkan banyak alternatif dan inovasi dalam kehidupannya. Maka untuk membangun wangi-wangi timur baru dan Wakatobi pada umumnya, perpustakaan harus menjadi aspek paling penting untuk menyiapkan sumber daya manusia Wakatobi.

Salah satu keunggulan umat Islam di masa Sultan Harun Ar-Rasyid adalah adanya perpustakaan Al hikmah yang menjadi pusat peradaban global saat itu. Jika Wakatobi mau menjadi pemain dalam percaturan global di masa depan, investasi yang perlu dilakukan adalah investasi pada sumber daya manusia. Kunci investasi sumber daya manusia dalam perpustakaan.

Empat tahun yang lalu, ketika seluruh warga Wakatobi sibuk-sibuknya, mencari pemimpin maka salah seorang teman mengajak saya untuk mendukung seorang pemimpin yang bisa mengakomodasi gagasan untuk membangun perpustakaan Wakatobi yang berskala internasional. Namun mimpi itu tinggal mimpi, sekarang gerakan membaca pada anak-anak desa Longa, bisa menjadi alternatif atau alur bawah untuk mengembangkan sumber daya manusia.

Mari kita berharap, gagasan pembangunan perpustakaan berbasis desa adalah upaya untuk memberikan ruang kepada anak-anak desa untuk memiliki pemikiran yang cerdas serta tindakan yang inovatif yang berbasis nilai-nilai akademik.

Melalui perpustakaan, yang paling sederhana adalah dapat meniru apa yang pernah dilakukan orang. Pada era tahun 1990-an Cina melakukan lompatan kebudayaan dengan mendorong agar seluruh warga masyarakatnya mampu meniru apa yang sudah dilakukan oleh masyarakat dunia, terutama barat. Bermula dari meniru seluruh produk yang ada di dunia, China menjadi negara yang paling banyak disorot karena semua ditiru dan diproduksi China. 10 tahun kemudian China menjadi raksasa inovatif yang menciptakan kesadaran global, semua produk China murah dan berkualitas bagus. negara-negara yang memiliki produk unggul harus bertekuk lutut pada produk-produk inovasi yang sudah mulai berkualitas. Ini semua karena mereka membaca, meniru dan melakukan inovasi.

Di bulan Ramadan ini, taman baca atau perpustakaan desa ini dipublikasikan oleh anak-anak di desa Longa, datanglah ke sana untuk menyumbang buku atau hanya sekedar untuk membaca buku. Anda bisa membacanya secara gratis sambil bercerita tentang masa depan dan gadis impian anda jika anda masih anak muda. Tetapi jika anda sudah memiliki pasangan, bisa jadi taman buku ini adalah ruang untuk membangun dialektika berpikir untuk membangun cita-cita bersama dengan pasangan anda. dan jika anda seorang pemimpin taman baca ini bisa jadi menjadi ruang untuk membangun gagasan bersama anak-anak muda untuk membangun harapan bersama tentang masa depan bersama.

Sampul buku Inovasi Desa Wisata untuk cetakan kedua

Di taman baca ini anda akan santai, dan juga tidak akan sunyi karena setelah sekian banyak Anda membaca buku, yakinlah bahwa kesadaran akan muncul dalam diri anda bawa ujung dari kehidupan ini adalah pengabdian kepada manusia dan lingkungan. manusia yang tidak pernah merasakan sepi adalah mereka yang bermanfaat untuk orang lain, memikirkan untuk kemaslahatan orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *