Sisi Positif Corona: Bangsa Kita Harus Bangun Infrastruktur Pertanian dan Industri Manufaktur

Indonesia memiliki segalanya, mulai sumber daya alam, sumber daya manusia dan bahkan kemampuan teknologi. Mengapa kita tidak pernah menjadi negara maju? Ini soal lain, ketika Indonesia sudah sukses membangun pesawat di era Soeharto, barat panik, diguncang lah perpolitikan Indonesia yang dimulai dengan krisis ekonomi, hingga Soeharto harus mundur. Demikian juga dengan Soekarno, gejalanya sama, motif ekonomi selalu menjadi alat barat untuk menghancurkan kemajuan bangsa kita. Kini pemerintahan Joko Widodo bangun infrastruktur, sebuah kekhawatiran muncul di barat, apalagi Indonesia sekarang mampu mengubah CPO menjadi bahan bakar itu akan mengancam sisi kejayaan barat, energi fosil yaitu minyak dan batu bara akan terancam kekuasaannya, semua gara-gara kebijakan kita. Mereka kini menghancurkan energi kita melalui corona, kurs mata uang, sehingga kita bisa resesi ke depan. Sebuah kombinasi yang menakjubkan sekaligus menakutkan.

Dengan covid 19, kita harus mulai sadar sekarang, kita lawan bersama tetapi jangan sampai panik. Kita harus rasional, ikuti pemerintah pusat. Lock Down sama dengan mengikuti cara berpikir perancang kepanikan dari virus ini. Isunya sangat dibesar-besarkan, menteri kesehatan mengerti tentang itu, virus ini akan sembuh sendiri jika kita terpapar. Aktifkan saja sistem imun tubuh, maka virus ini tidak masuk ke tubuh kita, ia akan sembuh sendiri. Jangan juga terlalu banyak gunakan antiseptik di tangan. Karena itu bisa menghancurkan bakteri positif yang ada di tubuh kita, dan itu menjadi tidak baik. Tubuh kita didesain dengan milyaran bakteri. Kotoran yang kita buang, semuanya penuh bakteri, tetapi semua bakteri positif, dan Allah mendesain itu.

Di balik teror Corona, dampak besar yang ada di belakang itu semua adalah adanya resesi ekonomi, dan semua akan dimulai dengan lock down. Semua orang berhenti bekerja, anggaran hancur, pembangunan infrastruktur berhenti, gagasan bangsa kita untuk maju dikacaukan. Ini target dari kasus ini, kepanikan, lock dawn dan akhirnya resesi ekonomi.

Mari kita sadar dan bersikap waspada tetapi jangan panik, virus ini tidak begitu parah, hanya bombardir informasi di media dan kita semua panik. Mereka mengharapkan Indonesia lock down biar kita panik, negara lumpuh, ekonomi hancur, rupiah anjlok dan ujungnya resesi. Jangan tol, jembatan, dan seluruh industri bisa dibeli murah saat resesi terjadi. Indonesia kembali tidak berdaya. Kembali lagi sebagai negara yang menjadi tujuan market mereka. Mereka senang kalau kita beli produk mereka, karena warga kita besar, 270 juta lebih. Itu pasar yang menjanjikan bagi bangsa manapun.

Di sini bangsa kita dapat membuka mata hati kita semua. Dengan virus Corona membuat kita sadar bahwa apa yang dilakukan pemerintah enam tahun terakhir, membangun infrastruktur, jembatan, jalan, waduk, smelter, dan industri manufaktur pembangunan pabrik baterai litium di Halmahera merupakan langkah maju menuju Indonesia sebagai negara produsen yang sangat ditakuti para pendesain isu Corona ini. Mari kita dukung pemerintah dengan tetap kerja dari rumah atau work at home, karena tindakan itu, akan membantu pemerintah pusat untuk mengontrol laju penyebaran virus Corona. Beberapa hari terakhir, kelihatan bahwa dengan kita tinggal di rumah, kelihatan bahwa Indonesia sudah bisa mengendalikan virus ini. Kemarin hanya 100 lebih kasus baru secara nasional, artinya bahwa semua prediksi ahli tentang covid 19 di Indonesia yang akan menginfeksi 50% populasi akan salah (lihat koran Australia). Kita harus peduli, tetapi jangan panik. Petani silahkan kerja di ladang, di sawah, di kebun. Itu tidak jadi masalah, yang dihindari sebenarnya adalah berkumpul bersama teman-teman. Itu harus dihindari dulu. Tetapi kalau nelayan ke laut, tak jadi masalah asal hindari melaut bersama.

Sosial distanting atau pembatasan sosial di dalam kebudayaan leluhur kita, saat menghadapi virus seperti ini, mereka sibuk mengurus kebunnya,. Semua anak-anak mereka di bawa ke kebun, untuk bekerja di kebun. Membangun pertanian kita.

Jadi Warga desa pembatasan sosial dapat dilakukan dengan produktif dengan cara bekerja di sawah dan di ladang, sehingga sendi dasar Ekonomi kita tidak goyah dan kita tetap kuat melewati badai ini.

Kalau kita mendukung program pemerintah dan capaiannya beberapa tahun terakhir, Indonesia akan menjadi negara maju dalam beberapa tahun ke depan. Ketergantungan kita dengan energi fosil akan ditangani dengan mengubah CPO menjadi minyak. Ini ketakutan dunia pada Indonesia, karena kita segalanya, sumberdaya alam dan sumber daya manusia.

Nikel kita dibangun infrastrukturnya di beberapa daerah seperti di Morosi Sulawesi Tenggara dan Morowali Sulawesi tengah merupakan langkah maju untuk memulai pabrik baterai litium untuk industri energi modern. Pembangunan jalan, bendungan akan mengarahkan bangsa kita untuk swasembada pangan. Semua adalah infrastruktur yang dapat membuat bangsa kita untuk menjadi negara maju.

Keputusan Amerika Serikat untuk mengeluarkan Indonesia dari negara berkembang ke negara maju, bukan tanpa kajian, tetapi mereka sudah memperhitungkan Indonesia, kalau dibiarkan membangun Infrastruktur pangan dan manufaktur, maka Indonesia akan menuju jalan ke arah negara maju. Indonesia akan menjadi negara produsen, yang mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri dan bahkan bisa ekspor.

Dengan menghentikan ekspor nikel dan batu bara, berarti Indonesia akan mengontrol ekonomi dunia. Sementara perang minyak antara Arab Saudi dan Rusia, hingga membuat ketidakpastian harga minyak dan jatuh, itu juga adalah langkah yang harus menguatkan tekat kita untuk tetap mencai B100 pada pengolahan CPO kita. Jangan tergiur dengan itu, kita fokus dengan itu.

Terima kasih virus Corona, kau hadir untuk membuka mata dan hati kami. Selama ini Indonesia andalkan impor, semuanya serba Impor, saatnya kita bangun industri pangan dan industri manufaktur kita, termasuk industri obat-obatan kita. Kita dukung pemerintah agar melawan covid 19 dengan waspada tetapi jangan panik, karena target dari perang ini adalah adanya hidden agenda, yaitu krisis nilai rupiah, resesi dan chaos atau kekacauan sosial. Pemerintah goyang, ini akhir semua dari narasi ketakutan dan kepanikan ini. Ikuti pemerintah pusat, biarkan ekonomi bergerak, hindari kumpul kumpul dulu, hindari pergerakan manusia antarkota, stay at home. Biar kita lewati semua ini dengan baik.

Kita harus mulai menyadari bahwa covid 19 menyadarkan kita bahwa pembangunan infrastruktur pertanian, manufaktur dan jalan, jembatan dan lapangan terbang merupakan jangan yang benar. Bangsa kita akan menjadi negara produsen yang sangat ditakuti. Jangan biarkan isu ini terus menerus untuk membuat kita panik.

Selain itu, Corona juga menyadarkan kita bahwa saatnya kita untuk membeli produk dalam negeri, sehingga industri manufaktur kita bisa hidup, karena kita membeli produk nya. Kurangi atau bahkan hentikan membeli produk impor, bari kita berdaulat atas produk produk kita. Mantan presiden Soeharto sudah mengingatkan kita atas ini 20 tahun yang lalu. Ramalan beliau terbukti, bahwa 2020 kalau generasi tahun 1990 an tidak membeli produk dalam negeri, industri akan tutup, dampaknya tidak akan berkembang, dan mati, kita tergantung dengan ekspor.

Saat Corona tiba, kita sadar semua bahwa kita sangat ketergantungan dengan impor, kita panik, dan sekarang lebih baik kita fokus, pada infrastruktur pangan dan manufaktur, dan dengan Corona pula, mari kita beli produk dalam negeri kita agar industri bisa maju.

Stay at home, work at home, akan membuat kita menjadi pahlawan bagi bangsa kita. Terima kasih Corona, kami sadar setelah kau hadir, walau hampir kami lupa bahwa kami hampir saja panik. Terima kasih Corona, kau telah mengingatkan kami atas potensi bangsa kami. Dengan Corona, mari kita maju bersama, dengan mencintai produk produk dalam negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *