Sarjana

Oleh: Irsad Syamsul Ainun⁣

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:⁣

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ⁣

“𝘚𝘦𝘣𝘢𝘪𝘬-𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘮𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘮𝘢𝘯𝘧𝘢𝘢𝘵 𝘣𝘢𝘨𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami ‘ no: 3289).⁣


Pahamilah ada makna terluas darinya. Ini mungkin sebagai pembawa pesan kepada Anda dan sekaligus diri saya pribadi. Banyak orang berpikir bahwa dengan menjadi seorang sarjana semua menjadi mudah, iming-iming mudah mendapatkan pekerjaan, dan yang paling membanggakan adalah dengan menjadi seorang ‘SARJANA PNS’.⁣

Terlebih harapan orang tua yang tidak sepenuhnya memahmi apa tugas pemuda, ya menyekolahkan anak hanya untuk menjawab tantangan zaman lagi-lagi iming-iming PNS.⁣

Begitu terhormatnya PNS. Terkadang Anda bahkan diri saya sendiri mungkin lupa bahwa tujuan hakiki dari diri kita adalah menjadi agen perubahan. Bukan hanya sekedar menjadi PNS, bekerja di dalam lembaga-lembaga pemerintahan, kantor nan megah, dan lagi-lagi dan lagi hanya sekedar mengisi pekerjaan, bukan menciptakan pekerjaan.⁣

Film dibawah ini menjadi salah satu cerminan wajah pemuda di negeri ini terlebih kepada diri saya pribadi, jauh-jauh di sekolahkan akan tetapi tidak mampu menjadi penyedia lapangan kerja.⁣

Akan tetapi Anda bahkan diri saya pribadi terkadang memandang rendah mereka yang rela bertahan dan membangun kehidupan ekonomi di daerahnya, dengan mengatakan “Ngapain sekolah jauh-jauh ujung-ujungnya penggangguran ji”..⁣

Atau tidak sedikit dari sarjana di negeri ini hanya mampu menjadi “Pengangguran di daerah asal, tidak mampu menjadi bagian dari agen perubahan di pelosok daerah lain. Dengan alasan jika menunggu penerimaan di kampung semua akan baik-baik saja. Fenomenanya apakah dengan mengukung diri di kampung sendiri yang istilahnya hanya tidur makan tidur makan, apakah mengubah keadaan? Jawabannya tentu tidak.⁣

Pembaca yang budiman, jika tenaga, pikiran dan ide-idemu tidak bisa dituangkan dalam bentuk gerakan di daerah asal kamu bisa membangun dan berkontribusi di daerah lain. Bukan berarti lupa dengan daerah sendiri. Tapi bisa jadi Sang Kuasa menakdirkanmu untuk membangun di daerah orang lain. ⁣

Selain itu, dalam film ini juga ada pesan tersirat mengenai memberi harapan kepada orang lain, jangan jadi pemuda yang mau menjadi korban dan apalagi pelakon dalam menebar harapan palsu. Jadilah pemuda yang mampu menjaga izzah dan iffah, jadilah pemuda yang bisa membangun ide kreatif.⁣

Juga, carilah olehmu kawan yang memiliki satu tujuan. Sehingga tatkala dirimu jatuh atau hendak berpaling dari tujuan muliamu mereka pun siap menjadi tangan yang bisa terulur dan bahu yang siap mengayomi, serta hati yang menasehati.⁣

Dan satu hal yang pasti bahwa peran Ibu sangat dibutuhkan untuk menjadi agen perubahan. Olehnya itu, jika Anda saat ini masih menjadi perempuan singlelillah maka tuntutlah ilmu agar menjadi wanita hebat untuk generasimu berikutnya. Memiliki bekal untuk memberikan kekuatan pada anak-anakmu kelak⁣

Jadilah Agen Perubahan bukan Agen Pelancongan…⁣

Wallahu’alam bissawab..⁣

Mimika, 28 Oktober 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *