Rusiana Kalambe Binongko: Lagu Wakatobi yang Menggoyangkan Jakarta

Berapa tahun terakhir, berbagai lagu daerah mampu viral di berbagai daerah di Indonesia. Kita mengenal kesenian poco-poco dari Maluku, tetapi viral di berbagai daerah, dan bahkan menjadi lagu khas kebanggaan Indonesia. Ada juga senam Maumere yang juga mampu menggoyangkan Indonesia, semua itu adalah kekuatan daerah.

Beberapa tahun terakhir, dunia dikejutkan oleh kemampuan Korea Selatan mengembangkan musik mereka. Girl Generation dan Gamgam menjadi viral di seluruh dunia. Sepuluh tahun terakhir, musik pop Korea atau lebih dikenal dengan K-Pop memberi warna baru untuk dunia musik internasional. Kehadiran boyband dan girlband asal Negeri Ginseng itu memunculkan idola baru yang memberikan banyak pengaruh.

Lalu satu hari ini, musik dangdut asal Wakatobi sudah mulai menjadi tontonan publik. Rusiana Kalambe Binongko yang menggunakan irama dangdut selara Wakatobi, dijadikan sebagai tarian Rusiana di Jakarta. Mungkinkah lagu daerah ini bisa viral dan menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia?

Satu yang bisa diambil dari viralnya senam Rusiana ini adalah bahwa inovasi dan kreativitas dapat saja membuat kebudayaan lokal menjadi aspek penting dalam pengembangan kebudayaan nasional.

Baca Juga Festival Lalo’a: Kearifan Masyarakat Adat Liya dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut

Mungkinkah negara hadir untuk pengembangan kebudayaan ini, untuk dijadikan sebagai salah satu atraksi yang bisa dinikmati oleh wisatawan, khususnya ketika mereka masuk ke Wakatobi sebagai daerah asal lagu ini.

Lagu karya La Ode Kamaludin (sang maestro kabhanti) ini menunjukkan bahwa seniman lokal juga dapat memiliki inovasi dan kreativitas yang bisa diterima oleh publik lainnya di Indonesia. Karya karyanya sudah tembus nasional, dan beliau sudah ditetapkan oleh kementerian pendidikan dan Kebudayaan sebagai Maestro. Viralnya lagu Rusiana Kalambe Binongko ini merupakan wujud dari kemampuan beliau menjadi seniman.

Baca Juga Novel “BAJAK LAUT”: Sebuah Catatan

Lagu ini awalnya di posting oleh Bintang Lima Elekton di YouTube pada 10 bulan yang lalu, sudah ditonton sebanyak lebih 36 ribu orang. Sementara pada akun YouTube I Lagu sudah ditonton sebanyak 114.187 kali ditonton. Ini masih kecil sebenarnya, belum terlalu viral, hanya saja lagu ini menjadi nyanyian yang paling disukai oleh generasi Wakatobi dalam setiap acara joget.

Tentunya, karya karya berikut nya masih ditunggu, sehingga Wakatobi bukan hanya terkenal karena bawah lautnya, tetapi melalui lagu ini bisa menjadi terkenal sebagai salah satu darah wisata budaya di Indonesia.

Dari segi potensi wisata budaya, Wakatobi masih memiliki banyak keunikan budaya, yang dapat menjadi inspirasi karya karya seni berikutnya, yang mungkin lebih viral lagi di masa depan. Viralnya karya La Kamalu, ini menjadi tantangan untuk generasi muda untuk berprestasi di bidang seni budaya.

Karya inovatif masih menunggu untuk menjadi kekuatan pariwisata Wakatobi, sekaligus kekuatan pariwisata budaya Wakatobi dan Indonesia pada umumnya.

Baca Juga Kreativitas Pemuda Karang Taruna Desa Waara Olah Limbah Gelas Plastik Menjadi Lampu Hiasan

Kreativitas Pemuda Karang Taruna Desa Waara Olah Limbah Gelas Plastik Menjadi Lampu Hiasan

Metode La Uge: Konsep Survival dalam Era Industri 4.0 (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *