Pride Wuta Mohute

Seri 10: Dunia Desa Wakatobi

oleh: Saleh Hanan

Pada dusun Wuta Mohute di puncak situs keramat alami Tindoi, Pulau Wangi-Wangi, Wakatobi, kehidupan penduduk lekat dengan dua biota laut.
Pertama, kulit keong laba-laba atau lambis-lambis.
Tempatnya digantung di bagian depan pintu rumah. Mengkomunikasikan kesiapan dan kekuatan pemilik rumah dalam menangkal energi dan radikal jahat.
Biota kedua kima. Kulitnya digunakan sebagai tempat lampu. Juga digantung dalam wadah bambu, tempatnya di bagian depan rumah. Sesuai manfaatnya untuk menerangi, lampu kulit kima itu mengkomunikasikan seluruh kebaikan pemilik rumah untuk membantu siapun yang mengunjungi dusun.
Sejalan dengan pesan leluhur mereka untuk tidak meninggalkan dusun, supaya penduduk menjadi tempat bertanya bagi yang butuh petunjuk jalan, dan tempat meminta api bagi yang butuh penerangan, saat para peziarah mengunjungi situs keramat alami Tindoi.
Situs penting untuk daerah tangkapan air bagi kebutuhan air pulau-pulau kecil.

Dari Dusun Wuta Mohute yang berarti tanah putih itu, dua biota laut itu akhirnya menjadi pengingat. Bahwa meskipun dusun berada jauh dari laut, penduduk meyakini laut adalah kekuatan sebuah pulau.
Sebuah pembuktian atas hukum alam, bahwa antara kekayaan hayati dan kebudayaan selalu paralel, lalu menjadi kekuatan budaya maritim orang pulau, yakni : masa depan di darat ada di laut, masa depan di laut ada di darat.

CeritakanWakatobi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *