Poco-poco di Wungka Toliamba: Pemicu Tumbuhnya Ekonimi Kreatif

Hari ini pelaksanaan kegiatan poco-poco di Wungka Toliamba di desa Wisata Waginopo menjadi salah satu atriaksi budaya yang melibatkan banyak masyarakat Wangi-Wangi Wakatobi. Pelaksanaan tarian ini akan mendorong hidupnya ekonomi kreatif di sekitar tebing ini. Masyarakat dapat menjual air minum, makan, hingga beberapa souvenir. Jika pelaksanaan atraksi ini secara konsisten dilakukan di wungka Toliamba, maka akan memberikan ruang pasar kepada masyarakat sekitar untuk menyediakan berbagai jenis kuliner, misalnya heronso-ronso, bubur pisang ijo, hingga makan berat. Mereka juga dapat menjual kelapa muda, serta berbagai bentuk souvenir. Ini artinya, kegiatan-kegiatan seperti ini dapat meningkatkan atau menggairahkan ekonomi rakyat.

Masyarakat juga dapat menjual berbagai jenis kuliner di lokasi. Ini hanya membutuhkan perencanaan sehingga kegiatan pariwisata ini dapat mendorong ekonomi kreatif bagi masyarakat sekitar. Kita berharap beberapa desa wisata yang ada di kabupaten Wakatobi dapat menciptakan berbagai atraksi yang melibatkan turis dan masyarakat lokal. Karena jika setiap desa memiliki atraksi di atur dengan baik, maka sebenarnya akan mendorong bergulirnya ekonomi kreatif di desa mereka.

Baca Juga Hutan (Motika) Bungi Longa: Terancam Hilang (Bagian 1)

Kegiatan poco-poco seperti ini sebenarnya merupakan promosi wisata untuk menghadirkan masyarakat lokal untuk menikmati keindahan alam dan atraksi. Dengan adanya ruang-ruang ekonomi kreatif seperti ini, masyarakat akan berpartisipasi dalam pengembangan desa wisata, terutama dalam mendorong masyarakat setempat untuk menjual berbagai bentuk kuliner mereka. Mungkin, di masa depan sudah akan ada kopi khas Tindoi yang dapat dinikmati oleh tamu saat selesai pelaksanaan kegiatan tersebut.

Baca Juga Dua Pulau Tak Berpenghuni di Morowali Utara: Potensi Pengembangan Wisata

Kalau duduk di tebing Wungka Toliamba yang merupakan areal yang dibangun dinas Pariwisata dan Ekonomi kreatif kabupaten Wakatobi, tentukan kita akan melihat lanskap yang indah, dengan melihat perkampung wandoka, pada raya, hingga ibukota kabupaten Wakatobi. di kejauhan sana, juga terlihat pulau Kapota dan Otoue yang indah. Ini semua akan membuat kita menikmati kawasan ini dipagi hari, terlebih pada sore hari.

Jika kopi atau minuman seperti jus dapat disajikan, maka ini akan memberikan suasana yang indah, dan nyaman. Kondisi ini akan menambah kekuatan Wungka Toliamba sebagai salah satu kekuatan pariwisata Wakatobi. Dengan adanya kegiatan poco-poco yang dilaksanakan di sana, juga akan menambah aktivitas pariwisata di Wungka Tolimba. Kita juga berharap, ke depan pengunjung dapat menikmati pusat-pusat kuliner yang ada di sekitar kawasan, sehingga pengunjung dapat menikmati laskap yang indah, serta kuliner lokal yang khas.

Jika dikembangkan, masyarakat setempat juga dapat menyiapkan sanggar tari, sehingga masyarakat dapat terlibat dalam latihan tari, music tradisi bhanti-bhanti juga dapat menjadi salah satu potensi wisata desa Waginopo dan Tindoi Raya pada umumnya.Kita juga dapat berharap bahwa, wungka toliamba dapat menjadi salah satu tempat yang penuh dengan aktivitas kegiatan wisata, sehingga dapat mendorong penguatan destinasi wisata Wakatobi (su001).

Baca Juga

Janji Pantai Oro Binongko & La Promesse de Plage Chatelaillon

Tempat  Wisata dan  Berfoto (Baru) di Kendari  Camping Ground

Catatan dari 30th session of the ICC – MAB UNESCO (bagian 1)

Kepemimpinan Tradisional Vs Demokrasi Setengah Hati

3 thoughts on “Poco-poco di Wungka Toliamba: Pemicu Tumbuhnya Ekonimi Kreatif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *