Pinang: Tanaman yang Jangka Panjang yang Bernilai Ekonomis

6cc3710d-bb10-4517-9ae4-c972771e432d
Gambar Buah Pinang Baru

Kendari – Salah satu komoditas yang kurang diperhatikan oleh masyarakat adalah komoditas pinang. Direktur CV. Putra Mahkota, Sariadin, SH. mengatakan bahwa “Pinang muda saat ini dapat menjadi salah satu komoditas yang dapat membantu petani untuk mendapatkan uang tambahan menjelang lebaran. Karena tanaman ini juga gampang di budidaya”.  Ia menambahkan bahwa di tengah susahnya lapangan kerja, pinang dapat menjadi salah satu alternatif pekerjaan yang dapat dilakukan oleh generasi muda. Karena usia produksi pinang dapat bertahan hingga puluhan tahun.

Baca Juga Pentingnya Daun Kelor untuk Buka Puasa

Untuk menjaga keberlanjutan pasar pinang, Sariadin, SH. mengatakan bahwa banyak negara yang memesan pinang, baik pinang tua yang kering maupun pinang basah. Untuk pinang muda, CV. Putra Mahkota menerima pinang muda dengan harga perkarung. Ia mengatakan bahwa harga Rp.1000/kg. Ini merupakan peluang untuk para petani, memanen muda pinang mereka, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Dia menambahkan bahwa kebutuhan pinang perbulan, untuk sementara ditaksir sekitar satu container, dan bahkan bisa lebih. Dia akan tetap menerima hasil pinang dari petani.

db46be54-08da-47e5-9fa9-f6ad5c42af39
Sariadin, SH bersama Mr. Anwar dan temannya dari Bangladesh

Ia juga menambahkan bahwa saat ini adalah beberapa negara yang siap menerima pinang, antara lain, Bangladesh, India, Vietnam dan China. Ini menunjukan bahwa pinang merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai eksport di masa yang akan datang. Sehingga ia berharap, bahwa para generasi muda, harus melakukan inovasi bukan hanya berharap pada PNS, tetapi juga harus melakukan inovasi pada pengelolaan lahan-lahan kosong yang masih banyak. Karena menanam pinang sepuluh hektar, bisa sampai 25.000 pohon. Artinya bila permusimnya kita mendapatkan lima kilo gram perpohon, saja kita dapat memiliki omset sebesar serratus dua puluh lima ton per/musim. Dan jika harga pinang kering dipasaran Rp.7000-8.000 maka satu musim kita memiliki penghasilan yang lumayan. Kita dapat menghasilkan omset yang lumayan.

Menurutnya, masa depan komoditas pinang masih sangat besar, karena pinang bukan hanya untuk makan sirih, tetapi untuk berbagai bentuk olahan yang sangat berguna untuk kesehatan manusia. Sehingga kebutuhan pinang dunia masih sangat tinggi dan kita harus menyediakan diri untuk dapat menjadi bagian dari perdagangan global.

Baca Juga Kelapa: Salah Satu Komoditas yang Terabaikan

Ini menunjukan bahwa masa depan, tidak hanya pada PNS, tetapi menjadi petani juga dapat menjadi kebanggaan bangsa, dan menjadi harapan generasi. Ia juga menambahkan bahwa ke depan, kita membutuhkan eksport pinang dalam bentuk setengah jadi atau bahkan sudah dalam bentuk produk jadi. Kita tidak boleh mengeskpor pinang kita dalam bentuk mentah, sehingga dapat membuka lapangan kerja untuk masyarakat Indonesia. Di sini peran pemerintah juga diperlukan, terutama dalam memberikan penyuluhan kepada petani, dan terutama para sarjana yang saat ini membutuhkan lapangan kerja, tuturnya (su001).

Baca Juga Mengembangkan Tanaman Hortikultural: Menuju Kemandirian Pangan Wakatobi

Ikan Asar menjadi salah satu Oleh-Oleh Khas Raja Ampat