Perpustakaan Desa Sombu: Tautan Warga dengan Dunia Luar (Bagian 2)

34792604_319942725207608_2282333693970219008_n
Kedes Sombu dengan Sumiman Udu berfoto dengan latar piala yang diberikan atas prestasi Desa Wisata Sombu membangun perpustakaan desa sehingga mendapatkan juara tiga tingkat nasional

Atas kerja kerasnya, masyarakat desa wisata Sombu saat ini, sudah memiliki ruang baca, yang disiapkan dengan kopi oleh kepala desa. “Bagi siapa saja yang mau membaca, silahkan menikmati kopi. Saat ini juga perpusatakaan ini sudah dilengkapi dengan wifi yang gratis, dengan kecepatan 40 Mb/detik. Sebuah revolusi peradaban manusia yang dimulai dari desa wisata Sombu.

Baca Juga Perpustakaan Desa Sombu: Kunci Menuju Peradaban Modern

Melalui internet itu, masyarakat desa wisata Sombu sudah dapat berselancar untuk berkomunikasi dengan warga dunia. Namun yang paling penting menurut Kades adalah dengan perangkat internet ini, masyarakat desa wisata Sombu sudah tersambung dengan pusat buku yaitu dpfdrive.net yang merupakan ruang dimana warga Sombu dapat menikmati berbagai jenis ebook.

Untuk itu kepada desa wisata Sombu berharap, adanya fasilitas ini dapat memberikan insiprasi bagi masyarakat Sombu untuk ikut dalam pengembangan ekonomi dan kesejahteraan. Di masih berharap, agar ia dapat mengembangkan kantin perpustakaan, sehingga akan menciptakan kenyamanan bagi para pengunjung perpusatakaan. “Saya perpikir bahwa tahun-tahun ke depan, saya akan membangun kantin kampus yang murah meriah dan berkualitas”, tuturnya penuh semangat.

Terbayang di benakku, sebuah perpustakaan di universitas Leiden di Belanda, sebuah perpusatakaan yang tidak terlalu jauh dengan kantin yang hebat. Demikian juga dengan perpusatakaan Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta yang juga memiliki kenyamanan, serta jaringan fiwi yang baik.  Maka jika Anda jalan-jalan ke Wakatobi, datanglah ke desa wisata Sombu, untuk menikmati ruang baca yang nyaman, dan juga wifi yang memiliki jaringan yang baik.

Baca Juga  Lanskap Daragundi: Potensi Wisata Alam Po’okambua

Di masa depan, La Ndilu juga sudah merancang taman desa yang ada di pantai Sombu, serta memiliki spot Watu Towengka atau Sombu Dive yang selama ini sudah terkelola dengan baik. Hanya saja kades berharap agar pengelolaan spot ini dapat melibatkan pemandu dari masyarakat Sombu, sehingga dilakukan ritual sebelum melakukan penyelaman. Karena spot itu adalah wilayah karamah yang harus dihargai oleh para penyelam.

Perjalanan Anda ke desa Sombu juga tidak perlu ragu, di samping dekat dengan resort besar, juga dekat dengan berbagai hotel yang ada di ibu kota kabupaten Wakatobi. Namun, jika Anda mau menikmati keindahan spot Watu Towengka, maka menginaplah di home stay yang ada di desa wisata Sombu. Mereka sudah menyiapkan rumah-rumah warganya untuk dapat dijadikan home stay bagi tamu yang mau bermalam di desa wisata Sombu. “Kami sedang menggagas beberapa rumah warga untuk membuat kamar, sehingga tamu dapat menginap di rumah-rumah warga”, tentunya di masa depan, kita harus melakukan pelatihan mengenai pelayanan sehingga warga dapat menikmati keberadaan desa wisata Sombu.

Baca Juga Kenta-Kenta: Drama Tradisional Masyarakat Wakatobi

“Kuncinya, adalah mengubah kesadaran masyarakat melalui perpustakaan desa”, kata kepala desa wisata Sombu, La Ndilu. Kalau masyarakat sudah pintar, maka mereka akan berpikir untuk membangun desa mereka, oleh karena itu, perpustakaan desa ini merupakan ruang public desa yang dapat dinikmati oleh siapa pun. Kami juga sudah menyiapkan perpustakaan keliling, untuk melayani kebutuhan masyarakat. Sambil memperlihatkan sepeda motor hadiah dari pemerintah pusat atas prestasi desa Sombu membangun perpustakaan desa.

Baca Juga Harga Kelapa Terjun Bebas: Bagaimana Nasib Petani di Desa?

Kepercayaan Rakyat: Aspek Penting dalam Kepemimpinan

20 Tahun Tak Pernah di Aspal, Warga La Wele Tanam Pisang Demi Paru-Paru Anak-anak

 

3 thoughts on “Perpustakaan Desa Sombu: Tautan Warga dengan Dunia Luar (Bagian 2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *