Pemahaman Sastra dan Budaya

Oleh: (Tim Media Sosial KBST)

Memahami sastra dan budaya, khususnya yang ada di Sulawesi Tenggara, dianggap penting diketahui oleh para finalis Duta Bahasa Sulawesi Tenggara.

Dr. Rasiah menyajikan materi tersebut pada hari Kamis, 12 Maret 2020 di aula Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Prov. Sultra, pukul 15.30 sampai 17.45.

Dosen Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Halu Oleo tersebut, menyitir pendapat antropolog, Koentjaraningrat tentang tujuh unsur kebudayaan.

Adapun tujuh unsur kebudayaan tersebut, yaitu sistem religi, sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial, sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, sistem mata pencaharian hidup atau sistem ekonomi, dan sistem peralatan hidup atau teknologi.

Ibu Rasiah juga menjelaskan betapa pentingnya memahami kebudayaan Sulawesi Tenggara bagi finalis duta bahasa. Menurutnya, dengan memahami budaya di Sulawesi Tenggara, kita akan mengetahui sistem hidup yang ada di masyarakat.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa sastra adalah refleksi budaya. Menyebut salah satu novel Sulawesi Tenggara yakni “Di Bawah Bayang-Bayang Ode” karya Sumiman Udu, langsung memberi kesan budaya yang terefleksi di dalamnya.

“Menyebut Ode saja langsung kita terbawa ke ranah budaya Buton yang menjadi latar novel tersebut. Apalagi nama tokoh dan jalinan peristiwa di dalamnya sangat erat kaitannya dengan budaya Buton,” terang doktor lulusan Universitas Gadjah Mada tersebut yang konsentrasi pada pengkajian Amerika.

Di sela materinya, perempuan berjilbab tersebut memperkenalkan beragam novel Indonesia dan Amerika. Para peserta pun menikmati paparan materinya. Di babak diskusi para peserta antusias menyampaikan pertanyaan kepada pemateri.

Oleh: (Tim Media Sosial KBST)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *