Peluang Bisnis di Tengah Badai Corona

Hampir semua orang sudah menjadi ahli dalam hal Covid 19, sehingga itu tidak perlu dibahas, karena semua media memang perlu dengan itu. Dahlan Iskan bahkan mengatakan bahwa lebih baik kita tinggalkan HP kita selama 6 jam sehari, kalau hanya mengikuti informasi mengenai covid 19. Ia menyarankan agar HP kita gunakan untuk berpartisipasi dalam menyiapkan berbagai kebutuhan masyarakat yang sedang di karantina atau stay at home.

Pada tulisan saya beberapa hari yang lalu, kita harus berpikir melampaui covid 19, yaitu bagaimana kita bisa mengantisipasi masalah yang bisa timbul akibat virus ini. Petani juga diharapkan terus menanam berbagai sumber bahan makanan kita, nelayan juga silahkan melaut, tanam sayur, kacang kacangan, guru guru silahkan kembangkan Learning Management Sistem untuk menunjang pembelajaran, universitas juga demikian. Pedagang keliling manfaatkan media sosial untuk menjual. Bahkan dalam WA group sudah harus dimanfaatkan untuk menjual produk produk anda dan bersiap untuk mengantarkan bahan makanan dan produk Anda ke pelanggan Anda, teman kita sendiri. Ekonomi sudah harus bergerak dengan membuat polanya berbeda, tadinya stay atau duduk di pasar, sekarang kita manfaatkan media sosial, Facebook, Twitter, Instagram, dan lain lain untuk menunjang ekonomi bangsa kita di tengah covid 19.

Ini peluang bisnis yang Anda semua bisa manfaatkan, nelayan silahkan ke laut, petani ke kebun, untuk menyiapkan bahan makanan untuk kita semua. Hindari kumpul kumpul, penjual kopi juga saatnya mengantarkan copinya melalui media online. Jual lewat sana, biar bangsa kita bisa melewati pandemi ini dengan selamat. Kita semua punya tanggung jawab untuk menggerakkan ekonomi.

Warga desa, sekali lagi jangan panik, mulailah bekerja di kebun, ikuti cara orang tua kita melakukan pembatasan sosial, mereka pergi ke kebun, membawa anak anak dan ternak mereka ke kebun. Ternak mereka berkembang, tanaman mereka tumbuh, sayur, padi, singkong, ubi jalar, tumbuh di tengah pandemi yang melanda kampung kampung mereka. Kita tambah budaya mereka, kalau mereka dulu barter atau mereka jual manual, saat ini inovasinya terletak di pasar, kita bisa baring baring di bawah pohon di kebun kita atau di rumah rumah kebun, sambil menjual ke pasar yang tak terbatas. Kita bisa langganan dengan pihak rumah sakit, pihak restoran, pihak pemerintah, pihak sosial untuk menyiapkan bahan baku bagi mereka, untuk mensuplai bahan pangan untuk desa desa kita, untuk kota.

Anak anak muda dan mahasiswa yang lagi kuliah online, juga bisa membantu orang tua di kebun, untuk menyiapkan bahan pangan untuk bangsa kita. Semua bisa menjadi pahlawan, petani bisa menjadi pahlawan, guru menjadi pahlawan, nelayan bisa menjadi pahlawan, tukang ojek menjadi pahlawan, dokter dan suster menjadi pahlawan, dan yang tinggal di rumah juga menjadi pahlawan. Intinya adalah saatnya pandemi ini harus dilihat sebagai ruang untuk menjadi pribadi yang memberikan kontribusi pada bangsa ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *