Oral Tradition and Society: Ruang Publikasi Ilmiah

Sejak 2010 Indonesia telah membuat program beasiswa S2 dan S3 yang berhubungan dengan tradisi lisan. Beasiswa Program Pascasarjana yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi ini fokus untuk mengembangkan tradisi lisan sebagai salah satu kekuatan bangsa Indonesia. Indonesia yang secara budaya memiliki potensi yang luar biasa ini, pernah menjadi perhatian pemerintah.

Di era Presiden Jokowi, melalui Undang-undang No. 5 tahun 2019 tentang Pemajuan Kebudayaan, memuat betapa pentingnya unsur kebudayaan ini di rawat dan dikembangkan. Dari Sabang sampai Merauke suku suku bangsa di Indonesia memiliki kekayaan budaya itu. Tidak salah kalau Indonesia merupakan salah satu negara superpower dalam kebudayaan.

Lalu bagaimana dengan tradisi lisan kita? Hasil hasil penelitian belum memiliki muara atau ruang ilmiah. Selama ini masih tersebar di dalam berbagai jurnal, sastra, budaya, dan lain sebagainya. Seolah belum ada rumah untuk salah satu kekuatan bangsa Indonesia ini. Maka dengan hadirnya Oral Tradition and Society sebagai muara penelitian ilmiah di bidang tradisi lisan, kita akan mudah melihat bagaimana kemajuan penelitian di bidang tradisi lisan.

Ada apa dengan tradisi lisan? Penting kah untuk kemajuan bangsa? Dalam artikel yang akan muncul atau terbit pada aspek perdana April 2020, jurnal Oral Tradition and Society akan membahas mengenai beberapa isu penting, antara lain bagaimana masyarakat Buton memiliki pengetahuan tradisional untuk pengobatan virus rabies dan anti racun. Tentunya dengan informasi dasar ini, bisa jadi dunia akan ditolong oleh berbagai kearifan lokal yang ada di Indonesia dan Asia Tenggara. Obat dan pengobatan tradisional itu bisa menjadi alternatif dalam pengobatan virus Corona yang sudah menjadi pandemi global.

Pada artikel yang lain, juga memuat tentang bagaimana tradisi bente atau mantra perlindungan dalam masyarakat tradisional. Melalui artikel ini kita bisa belajar tentang bagaimana melindungi sebuah daerah atau kawasan dari ancaman virus atau wabah. Dua artikel yang saling mendukung yang tentunya sangat penting kehadiran nya di masa-masa sulit seperti ini. Perlindungan bukan semata mata harus berada dalam kapal induk atau benteng kokoh, tetapi masyarakat tradisional bisa berlindung dalam doa. Jangan sampai virus Corona membuat kita lupa akan kemampuan doa atau mantra yang ada dalam masyarakat kita.

Sementara artikel lainnya yang akan diterbitkan pada April ini, akan membicarakan tentang tradisi Papua yang sangat luar biasa. Sebuah artikel yang menyajikan mengenai kebudayaan Papua yang jauh di timur Indonesia. Memuat sebuah nilai-nilai yang perlu dilestarikan sebagai salah satu kekuatan bangsa. Sebuah artikel yang membahas tentang pentingnya sebuah tradisi dirawat dan dikembangkan.

Dari semenanjung Melayu, dari wilayah Patani, muncul sebuah artikel yang menjelaskan tentang analisis mitologi dengan pendekatan Levi strauss. Kajian nya menjadi lebih menarik ketika mampu membongkar sebuah mitos dari 1 pendekatan akademik. Ini bisa menambah khasanah pengetahuan kita tentang pentingnya pendekatan dalam kajian kajian akademik di bidang tradisi lisan.

Satu artikel yang menarik lainnya adalah, adanya perspektif tentang transformasi tradisi lisan menjadi karya produktif. artikel ini memuat bagaimana transformasi sebuah mitos menjadi sebuah novel, bisa jadi akan bertransformasi menjadi sebuah film. Ini adalah kekuatan Indonesia untuk bisa bermain dalam industri perfilman dan industri perbukuan. Memiliki sumber informasi tradisi lisan yang begitu banyak di seluruh Indonesia. Ini bisa mengingatkan kita pada kemampuan Bollywood dalam menghasilkan film yang mampu mengalahkan Hollywood. Mengapa? Karena India memiliki kemiripan dengan Indonesia, terdiri dari ratusan etnis yang tentunya memiliki ratusan tradisi lisan. Sebagai contoh mereka sudah bisa mengubah cerita sejarah yang ada di sekitar Taj mahal. Mereka mengubahnya menjadi novel, dan kemudian mengubahnya menjadi film. ujungnya adalah membangun satu ideologi pariwisata dimana masyarakat dunia memiliki impian dan cita-cita untuk datang berkunjung ke masjid Taj mahal. ini artikel yang menarik untuk menginspirasi kita bagaimana membangun sebuah destinasi wisata berbasis tradisi lisan.

Artikel yang lainnya adalah semua tentang, ketahuan tradisional masyarakat Bajo tentang lautan atau dunia maritim. Artikel seperti ini sangat penting dalam dunia tradisi lisan, karena hampir seluruh kebudayaan yang ada di Indonesia memiliki pengetahuan tradisional mengenai lingkungan sekitarnya. Ini sangat penting, bagi pengembangan masyarakat tentang harapan kedepan.

Artikel yang lainnya adalah sebuah artikel yang menjelaskan tentang ancaman komunitas komunitas lokal yang dapat dilihat dari bahasa lokal yang hampir punah. Artikel ini mengingatkan kita semua, bahwa tanpa perawatan dan penyelamatan yang memadai, bisa jadi kebudayaan daerah yang ada di Indonesia pelan-pelan akan hilang dan lenyap seiring perjalanan waktu. artikel ini memuat bagaimana langkah-langkah strategis untuk menyelamatkan sebuah bahasa yang punah dan terancam dengan bahasa Indonesia dan bahasa global.

Selanjutnya, salah satu aspek penting yang perlu dilihat dalam kajian-kajian tradisi lisan adalah bagaimana norma-norma dibangun pada masyarakat tradisional. Pada artikel ini memuat tentang bagaimana hukum adat melindungi sebuah kawasan. Bagi masyarakat kebanyakan, hukum adat dianggap sebagai lawan dari hukum positif terutama pada persoalan hukum agraria. Melalui artikel ini kita bisa belajar bagaimana masyarakat tradisional mampu menjaga dan mewariskan sebuah kawasan yang dapat diolah oleh siapapun tanpa ada hak kepemilikan. Di tengah gencarnya kaum kapitalis untuk memiliki berbagai aset dan potensi tanah yang dimiliki oleh masyarakat adat, artikel ini dapat membantu kita untuk belajar, bagaimana masyarakat adat memiliki gagasan bahwa aset tanah yang selama ini dikelola oleh masyarakat adat adalah 2 barisan atau sebuah titipan generasi masa depan. Tata kelola masyarakat adat terhadap tanah seperti ini, bisa jadi menjadi alternatif pengelolaan tanah tanah komunal yang tersebar di berbagai masyarakat adat Indonesia.

Oral Tradition and Society ruang di mana kita semua bisa berdiskusi tentang strategi penyelamatan dan pengawetan tradisi lisan sekaligus ruang untuk memanfaatkan tradisi lisan dalam pengembangan kebudayaan kita. Kita harus mampu memanfaatkan seluruh potensi tradisi lisan Indonesia sebagai salah satu sumber daya dalam menciptakan berbagai produk-produk yang bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun kebutuhan ekspor.

Saya selalu teringat kepada waktu kecil saya, ketika saya melihat banyak ibu-ibu dan gadis-gadis yang kulitnya sangat alami, mulus dan tidak mengkilap, lalu saya terbayang bagaimana kita bisa membangun sebuah produk kecantikan seperti yang diekspor oleh Korea Selatan ke seluruh dunia. Apakah Indonesia memiliki tradisi kecantikan itu? Artikel ini saya akan tunggu di bulan Oktober nanti, ada yang bisa menulis itu? Komunitas masyarakat ekonomi ASEAN memiliki tradisi yang sangat kaya tentang kosmetik. Ini sangat penting untuk kita kembangkan berbasis tradisi lisan kita. Saya tunggu artikel itu, dan saya akan terbitkan di Oktober nanti?

Kita tunggu di link ini https://oceania.science/index.php/ots/https://oceania.science/index.php/ots/

https://oceania.science/index.php/ots/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *