Pemetaan Potensi Desa: Awal untuk Bisa Membangun

Banyak desa yang sukses dan banyak juga desa yang tidak dapat berkembang. Apa yang membuat desa berkembang atau tidak berkembang adalah tergantung dari model kepemimpinan yang digunakan oleh kepala desa. Ada beberapa model kepemimpinan, tetapi yang diharapkan adalah model kepemimpinan partisipatif inovatif yang bertujuan untuk membangun kemajuan di desanya. Kalau melihat pada buku kepemimpinan desa, kades sebaiknya memanfaatkan model kepemimpinan yang partisipatif inovatif untuk membangun desanya.

Namun, tidak semua orang bisa memulai pembangunan desanya. Ia kebingungan dalam membangun desanya. Harus dimulai dari mana? Hingga tidak sedikit hanya menghabiskan dana desa pada hal hal yang kurang inovatif dan produktif. Lalu apa yang perlu dilakukan dalam pembangunan desa?

Apa yang perlu dilakukan sebenarnya adalah membangun konsep kolaboratif dengan berbagai lembaga yang ada. Ada tahap awal, desa perlu melakukan observasi mengenai potensi yang ada di desa mereka. Bahasa ilmiah nya adalah setiap desa perlu melakukan pemetaan mengenai potensi desa mereka. Beberapa hal yang perlu dipetakan adalah: a) potensi sumber daya alam, b) potensi sumber daya manusia, c) pemetaan Postensi budaya dan sosial, d) potensi infrastruktur yang sudah ada dan dibutuhkan, e) potensi finansial. Kelima potensi itu harus dapat dipetakan dengan baik, sehingga bisa disadari dimana titik kekuatan dan kelemahan sebuah desa.

Pemetaan Sumber Daya Alam

Desa merupakan entitas pemerintah yang paling bawah dalam sebuah negara. Sebagai wilayah paling kecil dalam negara ini, desa memiliki semuanya. Memiliki sumberdaya alam di darat, laut dan udara. Sebuah desa harus memetakan sumber daya alam mereka yang ada di darat. Bagaimana potensi lahan pertanian mereka. Bagaimana potensi hutan mereka, potensi lanskap mereka. Potensi sumber daya air mereka. Sampai pada potensi sumberdaya alam yang terkandung di dalam tanah mereka.

Demikian juga dengan potensi sumberdaya alam yang ada di laut. Semuanya harus dapat dipetakan dengan baik. Beberapa yang perlu dipetakan adalah sumber daya dalam bentuk potensi ikan, potensi Padang lamun, potensi ikan hias, ikan laut dalam, ikan laut dangkal, potensi kerang, potensi karang, dan lain sebagainya. Semua potensi sumber daya yang ada harus dapat dikenal dan dipetakan seluruh potensinya.

Desa juga harus mampu memetakan potensi sumber daya alam mereka yang ada di udara, berupa angin, sinar matahari, curah hujan, harus dapat dipetakan dengan baik untuk dapat dilakukan perencanaan pembangunan sesuai dengan potensi sumber daya alam yang ada. Pemetaan sumber daya ini akan membantu desa untuk membangun desa nya.

Pemetaan Sumber Daya Manusia

Untuk dapat membangun desa secara maksimal, pemetaan potensi sumber daya manusia. Pemetaan sumber daya manusia akan memberikan informasi mengenai potensi sumber daya manusia yang ada di desa. Dengan mengetahui potensi sumber daya manusia yang ada di desa, maka partisipasi masyarakat dapat direncanakan dengan baik, sesuai dengan kompetensi masing masing yang dimiliki oleh masyarakat. Bantuan juga dapat tepat sasaran, sehingga semua potensi sumberdaya manusia dapat bekerja secara profesional dan mencintai pekerjaan mereka masing-masing. Mereka yang belum berkembang potensinya dapat diberikan pelatihan dan sesuai dengan potensi mereka.

Di samping itu, desa juga memiliki sumber daya manusia dalam bentuk masyarakat adat. Ini juga harus dapat diberikan ruang untuk berkembang. Mereka sebenarnya tokoh masyarakat yang memiliki modal simbolik yang dapat mengarahkan masyarakat. Mereka adalah tokoh tokoh yang harus diberdayakan. Dalam konteks Wakatobi, mereka memiliki akses pada hak sara, atau hak adat atas properti tanah sara yang dapat diolah bersama desa dengan tetap memperhatikan aspek pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Sumber daya manusia juga dapat dikelola dengan baik, jika potensinya sudah dapat dipetakan dengan baik. Masalah apa yang dihadapi oleh setiap individu yang ada di desa. Ini perlu terpetakan dengan baik di setiap desa yang ada.

Pemetaan Sumber Daya Budaya dan Sosial

salah satu aspek penting yang perlu ditelaah dari oleh desa adalah pemetaan potensi sumber daya budaya dan sumberdaya sosial yang mereka miliki. upaya untuk memahami potensi budaya dan potensi sosial akan memudahkan pengelolaan sumber daya budaya dan sosial sebagai kekuatan untuk pembangunan desa. kalau kita menggunakan undang-undang nomor 5 tahun 2019 tentang pemajuan kebudayaan, ada 11 potensi budaya yang dapat dikembangkan untuk mendukung pembangunan desa. ini sangat penting untuk memajukan kebudayaan yang ada di desa sebagai salah satu produk wisata yang dapat dikembangkan di desa.

Potensi budaya yang ada di desa juga dapat menjadi suprastruktur pembangunan desa. Sebagai contoh, fungsi budaya yang berhubungan dengan pengelolaan tanah berbasis masyarakat adat, budaya dalam bentuk kelembagaan adat, potensi budaya dalam bentuk tradisi lisan, budaya dalam bentuk naskah, potensi budaya dalam bentuk permainan rakyat, budaya dalam bentuk bahasa, fungsi budaya dalam bentuk arsitektur, budaya dalam bentuk peralatan rumah tangga, potensi budaya dalam bentuk transportasi tradisional.

Jika semua potensi budaya itu dikenal dan dikelola dengan baik, makalah pengembangan kebudayaan di desa dapat menjadi produk yang dapat menguatkan aspek wisata yang ada di setiap desa. potensi budaya dalam bentuk nilai-nilai dapat mendukung produktivitas masyarakat yang ada di desa, dan potensi budaya dalam bentuk nilai yang tidak mendukung pembangunan dapat dieliminasi ketika dikenal lebih awal. semua itu menjadi penting untuk dikenal sebagai upaya untuk membuat pemetaan potensi sumber daya budaya yang ada di desa.

Selanjutnya aspek yang paling penting adalah potensi sosial. hubungan-hubungan sosial yang terbangun di dalam masyarakat perlu ditetapkan dengan baik, sehingga terbentuk pemetaan sosial untuk mendukung pembangunan desa. pemetaan sosial dapat menjelaskan tentang potensi hubungan masyarakat yang ada di sebuah desa. Bagaimana mereka membangun pola pola hubungan? Nilai-nilai apa yang mendukung hubungan mereka antara satu masyarakat dengan masyarakat lain? itu akan menjadikan mereka lebih produktif dalam membangun kelompok yang ada di desa.

Dengan demikian pemetaan potensi budaya dan potensi yang ada di desa menjadi sesuatu aspek penting untuk diperhatikan sebelum memulai pembangunan desa.

Pemetaan Potensi Infrastruktur

Salah satu masalah yang belum terpetakan di desa adakah peta infrastruktur apa yang dibutuhkan untuk mendukung pembangunan ekonomi yang ada di desa. pemetaan infrastruktur yang sudah dibangun dan yang akan dibangun di sebuah desa akan menentukan efektivitas dan efisiensi pembangunan sebuah desa. Pemetaan infrastruktur yang ada di desa juga dapat memberikan rencana pembangunan infrastruktur desa, suatu infrastruktur didanai oleh dana desa atau perlu intervensi dari pemerintah kabupaten, provinsi, dan atau bahkan pemerintah pusat. Pemetaan infrastruktur ini akan membuat efektivitas dana desa, sehinggatidak terjadi pemanfaatan dana desa dalam bentuk infrastruktur yang besar. Misalnya, rencana desa kesal untuk membangun jalan yang menghubungkan desa Posalu dengan desa Tindoi Timur sebaiknya diintervensi oleh pemerintah kabupaten Wakatobi. Karena pembangunan jalan yang beraspal itu membutuhkan puluhan miliar. pemetaan sumberdaya infrastruktur seperti ini akan memberikan ruang kepada dana desa untuk digunakan kepada hal-hal yang lebih produktif untuk mengembangkan ekonomi desa.

Hal yang sama seperti pembangunan infrastruktur pantai Wambuliga, desa wisata Sombu Wakatobi, dapat didanai oleh pemerintah pusat. dengan demikian pemetaan potensi infrastruktur yang sudah dibangun dan infrastruktur yang akan dibangun menjadi penting dalam perencanaan pembangunan sebuah desa. Dengan demikian, pembangunan dan pemanfaatan sumber daya finansial dapat lebih efektif dan efisien. Pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat dapat memberikan intervensi kepada desa dalam hal pembangunan infrastruktur yang lebih penting dan membutuhkan dana yang lebih besar.

Pemetaan Pontensi Finansial

Salah satu modal yang dibutuhkan dalam pembangunan desa adalah modal finansial. saat ini desa-desa di Indonesia hampir memiliki kesempatan untuk mengelola dana di atas satu miliar per desa. Ini perlu disyukuri sebagai sebuah bentuk pembangunan yang diarahkan untuk membangun desa yang dilakukan oleh pemerintah pusat. jika desa mampu mengembangkan seluruh potensi yang ada di desa mereka, maka efisiensi dan efektivitas penggunaan uang atau finansial yang didapatkan dari dana desa dan alokasi dana desa dapat lebih produktif untuk membangun sebuah rasa.

Model finansial dapat juga di bangun melalui kerjasama dengan pihak perbankan. desa-desa yang memiliki perencanaan yang matang berpotensi untuk dibiayai oleh pihak ketiga seperti perbankan atau dana-dana lain dalam bentuk investasi. Sebuah desa bisa membuat perencanaan pembangunan desa untuk melibatkan investor dalam pengelolaan sumber daya desa mereka. Investasi akan membawa aspek finansial yang berpotensi untuk mengembangkan desa-desa yang ada. Sumber daya alam dapat dikelola berbasis bumdes, sehingga desa peluang untuk mengolah sumber daya alam mereka dengan memanfaatkan investasi lokal yang dimiliki oleh masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *