Mengembangkan Tanaman Hortikultural: Menuju Kemandirian Pangan Wakatobi

Pertanian Waginopo
Tim Pertanian di Desa Waginopo bersama Kadis Pertanian Wakatobi, Jamrudin

Wangi-Wangi – Kekuatan Korea Selatan yang tidak pernah dibayangkan oleh kebanyakan orang adalah kemampuan mereka membangun desa-desa di Korea Selatan sehingga setiap desa bisa mandiri. Pada pakar dihadirkan untuk melakukan analisis mengenai masalah yang ada di setiap desa, sehingga mereka menemukan akar masalah yang ada di setiap desanya. Selanjutnya, mereka melakukan beberapa program, membangun infrastruktur, membangun pertanian, sesuai kebutuhan kelompok.

Aspek lain yang mereka bangun adalah aspek sumber daya manusianya. Mereka menuntun setiap kelompok sesuai dengan kebutuhan mereka. Mereka melakukan pelatihan, pendampingan, sehingga setiap kelompok dapat mandiri setelah mereka mencapai target mereka sendiri. Pemerintah juga melakukan pendampingan, sehingga mereka dapat membantu setiap permasalahan yang ada di setiap warga yang ada di desa.

Baca Juga Kelapa: Salah Satu Komoditas yang Terabaikan

Mereka juga membangun ruang-ruang sosial yang ada di desa, sehingga masyarakat dapat saling berbagi tentang masalah mereka, sehingga masalah-masalah di desa mereka dapat pecahkan secara bersama-sama. Akses ke pasar juga mereka bangun, sehingga hasil-hasil pertanian mereka dapat terjual ke pasar dengan baik.

Di belahan bumi yang lain, apa yang dilakukan di Korea Selatan juga akan dilakukan di Wakatobi, kabupaten yang sangat tergantung dengan sayur dan buah dari luar Wakatobi. Menyadari kondisi itu, kepala Dinas Pertanian kabupaten Wakatobi melakukan upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan kabupaten Wakatobi dengan melakukan pemberdayaan masyarakat di bidang horticultural. “Ini dilakukan dengan harapan, agar Wakatobi dapat memenuhi kebutuhan pangan dari dalam, sehingga mengurangi ketergantungan pangan, yang harus di datangkan dari Kendari dan daerah Lasalimu,” kata Jamrudin.

Baca Juga Pentingnya Daun Kelor untuk Buka Puasa

Upaya-upaya peningkatan kapasitas petani, serta dukungan bibit dan pupuk dapat melahirkan petani yang mandiri, serta mampu menguatkan ketahanan pangan Wakatobi di masa yang akan datang. “Kita berharap di masa depan, Wakatobi mampu memenuhi kebutuhan dirinya, terutama pada sayur mayor”, tutur kadis sambil tersenyum penuh harap.

Gerakan pertanian ini dapat menjadi awal bangkitnya desa-desa sebagaimana desa-desa yang ada di Korea Selatan, dimana dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat dan pemerintah daerah kabupaten Wakatobi. Melalui gerakan pertanian ini, diharapkan Wakatobi dapat lebih maju dan masyarakatnya bisa lebih sejahtera.

Melihat adanya geliat pembangunan desa ini, kita dapat berharap desa-desa yang ada di Wakatobi dan Sulawesi Tenggara dapat terinspirasi untuk mengembangkan seluruh potensi desa mereka, dan dana alokasi dana desa dapat diarahkan pada kegiatan-kegiatan yang lebih produktif. Selanjutnya, pemerintah daerah, dan pusat dapat memberikan perhatian kepada upaya peningkatan kapasitas masyarakat desa melalui penyuluhan dan pelatihan. Karena jika desa sejahtera, maka desa akan menjadi kekuatan ekonomi Indonesia.

34339914_2135750176709086_8071417376630898688_n
Penanaman Hortikultura di Tomia

Kita juga berharap desa-desa dapat membangun ruang-ruang pubik, sehingga terbangun ruang-ruang sosial desa yang lebih baik, dan dapat menjadi ruang komunikasi warga desa. Jika setiap desa membangun sentral-sentral  maka Wakatobi akan memiliki pusat pusat pertumbuhan yang besar. Ada desa pertanian seperti Waginopo, desa nelayan, desa pariwisata seperti Posalu, Kulati, Liya dan Kapota. Oleh karena itu, pengembangan pertanian sebagai salah satu upaya mensejahterakan masyarakat merupakan program yang harus didorong di seluruh desa (su001).

Baca Juga Komala Tergenang Air, Butuh Kebijakan Alternatif

Ikan Asar menjadi salah satu Oleh-Oleh Khas Raja AmpatKacang Jodoh dan Pengembangan Ekonomi Kreatif

5 thoughts on “Mengembangkan Tanaman Hortikultural: Menuju Kemandirian Pangan Wakatobi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *