Mendukung Program Kampus Merdeka: UMU Buton Bangun MoU dengan Desa Lampanairi

Salah satu ruang belajar yang dapat menunjang program kampus merdeka adalah desa. Mengapa desa harus dipilih oleh Universitas Muslim Buton sebagai salah satu ruang kampus merdeka? Karena desa memiliki segalanya, memiliki masyarakat, memiliki budaya, memiliki nilai-nilai dan berbagai adat istiadat yang ada di desa. Desa juga memiliki sumber daya alam, memiliki hutan, memiliki gunung, memiliki lahan lahan pertanian, memiliki lahan lahan persawahan, juga memiliki lautan dan berbagai hal yang terkandung di dalamnya. Wajar kalau desa harus dipilih sebagai ruang belajar kampus merdeka.

Untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang fenomena yang ada di dalam masyarakat desa, Universitas Muslim Buton mencoba membangun kerjasama dengan beberapa pemerintahan desa yang ada di kepulauan Buton.

Melalui kerjasama universitas dan desa, akan memberikan dampak positif kepada kedua belah pihak, pihak universitas dapat berkolaborasi dengan desa dalam menerapkan Tri dharma perguruan tinggi, pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sementara pihak desa akan mendapatkan kesempatan untuk berkolaborasi dengan universitas dalam menentukan metodologi dalam pembangunan desa nya. Dalam perencanaan pembangunan desa, pihak universitas dapat membantu, mulai dari pemetaan persoalan sosial dan sumber daya alam yang ada di desa, sampai dengan upaya untuk menyusun perencanaan yang matang dalam pembangunan desa. Baik dalam konteks pembangunan lingkungan berkelanjutan, sosial budaya berkelanjutan, maupun pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Di samping itu, pihak universitas akan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan berbagai fenomena nyata di lapangan, sehingga pembelajaran lebih merdeka, karena mahasiswa bukan hanya belajar di dalam kelas, tetapi mahasiswa dan dosen bersama-sama untuk turun ke lapangan. Kampus merdeka memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menemukan dirinya di tengah fenomena atau realitas yang nyata di dalam masyarakat.

Melalui kerjasama dengan desa-desa yang ada di kawasan kepulauan Buton, Universitas Muslim Buton berkomitmen untuk melakukan pelatihan dan pendampingan terhadap desa desa binaannya, mulai dari aspek pemetaan masalah-masalah sosial, masalah lingkungan, masalah tata kelola, sehingga Universitas Muslim Buton dapat menjadi mitra bagi seluruh desa di eks kesultanan Buton dan Indonesia pada umumnya. Komitmen ini merupakan wujud dari upaya untuk mengimplementasikan program kementerian pendidikan dan kebudayaan dalam konteks kampus merdeka.

Dalam penandatanganan MoU antara desa Lakampari dan pihak Universitas Muslim Buton, mahasiswa dari Universitas Muslim Buton juga melakukan seminar, dan sekaligus pemetaan masalah-masalah lingkungan termasuk dalam hal pengelolaan sampah yang ada di sekitar pantai. Dengan adanya MoU ini, diharapkan kedua belah pihak mendapatkan nilai manfaat yang saling menguntungkan.

Setelah MoU dengan desa Lampanairi, Universitas Muslim Buton juga berharap dapat membangun kerjasama dengan desa-desa lain yang ada di Sulawesi Tenggara. Kerjasama dengan desa ini bisa ditindaklanjuti dalam bentuk membangun ruang belajar bersama dengan masyarakat desa, ruang penelitian bersama, ruang pengabdian bersama untuk membangun desa.

Selain itu, kerjasama dengan desa desa ini, dapat mendorong mahasiswa untuk melakukan pengembangan kewirausahaan. Mereka dapat membangun berbagai usaha di desa, sehingga harga mereka juga dapat memperkuat Badan Usaha Milik Desa atau bumdes. Dengan adanya ruang belajar yang merdeka, mahasiswa dan masyarakat desa diharapkan mampu membangun perencanaan bersama-sama untuk dapat mengembangkan berbagai potensi yang ada di desa. Ini sangat penting, karena mahasiswa sejak awal sudah dapat memahami fenomena dan realitas yang ada di dalam masyarakat. Mereka juga sudah memiliki kesempatan untuk membuka usaha, baju yang menyangkut ekonomi kreatif, maupun yang menyangkut peternakan dan pertanian serta kehutanan. Selain itu, mahasiswa juga dapat bekerjasama dengan masyarakat desa untuk mengembangkan perikanan budidaya dan perikanan tangkap di tingkat desa.

Di bidang pemasaran, UMU Buton berkomitmen untuk membangun jejaring pemasaran produk yang ada di desa, sehingga berbagai barang yang ada di desa atau yang diproduksi di desa dapat disesuaikan dengan permintaan pasar, baik dalam pasar domestik maupun pasar global. Tentunya ini adalah komitmen yang berat, tapi harus diusahakan karena universitas harus dekat dengan masyarakat dan harus mampu memecahkan persoalan-persoalan masyarakat.

Sudah banyak produk produk yang dihasilkan oleh masyarakat terutama dalam pengembangan ekonomi kreatif, hanya saja selalu terkendala dengan pasar. Ini disebabkan karena dalam membangun sebuah produk analisis marketingnya belum cukup kuat. Sehingga sesuatu produk diciptakan bukan untuk memenuhi permintaan pasar tetapi terkadang malah tidak memahami kebutuhan pasar.

Di sisi yang lain, untuk meningkatkan sumber daya manusia baik mahasiswa maupun masyarakat desa, Universitas Muslim Buton akan melakukan pelatihan dan pendampingan terutama untuk menemukan solusi alternatif dari berbagai permasalahan yang sudah ditetapkan bersama dengan masyarakat desa.

Universitas Muslim Buton juga berharap untuk mendukung kerjasama dengan desa, perlu juga dibangun kerjasama dengan pihak pemerintah daerah kabupaten di eks kesultanan Buton maupun pemerintah kabupaten provinsi dan pusat. Ini disebabkan karena pembangunan desa merupakan sebuah ruang yang harus diperhatikan oleh semua pihak baik pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi dan pusat.

Selain itu, untuk mensinergikan berbagai stakeholder yang ada di daerah, Universitas Muslim Buton juga mengajak industri untuk bersama-sama membangun desa-desa yang ada. Industri yang langsung menghasilkan produk di bidang pertambangan, perkebunan, perikanan, peternakan dan industri industri lainnya. Universitas Muslim Buton juga akan mengajak industri perbankan untuk dapat berpartisipasi dalam pengembangan desa-desa. Terutama dalam memberikan pinjaman kredit usaha rakyat baik kepada mahasiswa maupun kepada masyarakat yang ada di desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *