Membongkar Mitos Kuliah (7)

Oleh: Abd. Rahman Hamid

Cerita bersambung ini, memberikan kita pelajaran bahwa Rahmat Allah akan diberikan kepada mereka yang menuntut ilmunya. Ketika tahun 1995, pertama kali saya tinggalkan Wanci, Guruk waktu di Madrasah Aliyah Wangi Wangi,  Muhim, BA menasihati saya bahwa jangan kai takut kalau kau pergi mencari ilmu Allah, sayap malaikat ada di atasmu. Rupanya sayap malaikat itu, berlangsung pada perjalanan hidup Dr. Abdul Rahman Hamid, dalam perjalanan menempuh kuliahnya. Berikut kesaksiannya, ketika kekurangan dengan uanh saat menuntut ilmu Allah.

Tiga hari jelang wisuda, mulai tampak tanda kehabisan biaya hidup kami. Tidak ada tanda-tanda akan ada dana masuk. Pasalnya awal tahun. Biasanya, sumber dana mulai cair pada bulan kedua (Februari), jika tak ada kendala.

Tak ada pilihan lain, kecuali mencari pinjaman. Untunglah ada keluarga yang mau pinjamkan uang, sebagi biaya hidup dan persiapan kembali ke Makassar. Dua hari setelah wisuda, tampak pengeluaran mulai lancar. Saya harus mengurus ijazah dan transkrip nilai, termasuk pengesahannya, juga akreditasi program studi dan institusi.

Baca juga Membongkar Mitos Kuliah (4)

Satu demi satu kebutuhan diselesaikan di kampus. Pengesahan semua dokumen dapat diambil paling cepat 7 hari kerja, sejak dimasukkan. Sementara, saya harus segera kembali ke Makassar untuk bertugas dan anak kami yang pertama, Kia, harus masuk sekolah. Kalau ditaksir, sisa saldo pada rekeningku tak cukup untuk biaya kami hingga pulang ke Makassar.

Saya duduk termenung di masjid kampus, setelah shalat Dzuhur sampai Ashar. Jelang tiba waktu Ashar, HP ku bergetar tanda ada pesan yang masuk. Ternyata sms banking. Ada dana masuk 4,5 juta. Tetapi, saya tidak tau dari mana asalnya.

Saya kirim pesan ke isteri, bahwa ada uang masuk di rekeningku. Tetapi, saya belum tahu dari siapa?. “Apakah ada yang kirim uang lewar rekeningku”, tanyaku kepadanya. Dia bilang, tidak ada. Kalau begitu, dari siapa ya? Tanyaku lagi.

Saya mulai menduga-duga asalnya. Saya coba konfirmasi kepada seorang kawan, soal dana tersebut. Dia balik bertanya berapa jumlah persisnya. Setelah saya beri tahu, dia mengatakan bahwa itu adalah honor saya dari kegiatan tahun lalu (2018).

Baca Juga Membongkar Mitos Kuliah (6)

Alhamdulillah, artinya, kami bisa menggunakan dana tersebut, karena telah jelas sumbernya. Tetapi, kami putuskan untuk tidak menggunakannya. Anggap saja itu dana taktis bagi kebutuhan kami kelak di Makassar.

Itulah kuasa Allah SWT yang tak dapat diukur dengan akal sehat. Memberi kemudahan dalam proses studiku.

Depok, Jawa Barat.
Selasa, 5 Februari 2019

Diposting kembali di Makassar
Jumat 20 Desember 2019, pada tanggal yang sama tahun lalu saya Ujian Hasil (pra promosi).

Tulisan ini dikutip dari halaman Facebook nya. Semoga menginspirasi mereka yang mau menuntut Ilmu Allah.

Penulis: Abd. Rahman Hamid

Editor: Sumiman Udu

Baca juga Membongkar Mitos Kuliah (1)

Membongkar Mitos Kuliah (2)

Novel โ€œBAJAK LAUTโ€: Sebuah Catatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *