Membangun Desa: Enam Indikator yang dibutuhkan untuk Bisa Maju

Korea Selatan menjadi negara maju, karena membangun desanya sejak tahun 1970-an. Perhatian pemerintah sudah diarahkan ke desa. Pada era itu, Indonesia masih memerangi kebodohan sumber daya manusia di seluruh Indonesia. Melalui kebijakan Impres Sekolah Dasar, Presiden Soeharto telah melakukan langkah besar untuk memutuskan kemiskinan. Impres SD ini kemudian menjadi sebuah teori yang diakui dunia internasional, dengan ditetapkannya Abhijit Banerjee, Esther Duflo dan Michael Kremer sebagai pemenang nobel bidang ekonomi. Ketiga warga AS itu, memenangkan penghargaan tertinggi atas penelitian mereka terkait kemiskinan global[1]. Mereka lebih focus untuk melihat masalah kemiskinan secara luas, ketiga ekonom ini fokus pada isu-isu yang lebih spesifik seperti edukasi pada masyarakat miskin. Salah satunya adalah bagaimana meningkatkan kinerja sekolah di daerah-daerah miskin. Ini yang menjadi kebijakan pemerintah pada tahun 1986-1999. Selama 13 tahun Duflo pernah melakukan penelitian terkait Sekolah Dasar (SD) Instruksi presiden (Inpres) yang nge-tren pada era Order Baru (Orba). Duflo meneliti apakah ada pengaruh kebijakan pembangunan infrastruktur sekolah dasar terhadap perekonomian Indonesia. Dalam salah satu penelitiannya yang berjudul “Dampak Jangka Menengah Ekspansi Pendidikan: Studi Kasus Program Pembangunan Sekolah di Indonesia”, Duflo menyoroti adanya kebijakan SD Inpres terhadap angka partisipasi pendidikan, gaji, serta partisipasi tenaga kerja dalam kurun waktu 13 tahun (1986-1999).

Untuk itu, merujuk pada hasil penelitian ini, maka untuk meningkatkan konsep pembangunan pada masyarakat pedesaan, harus memiliki minimal beberapa indikator sebagai alat ukur kemajuan sebuah desa.

Oleh karena itu, pembangunan sebuah desa, harus didasarkan pada konsep pembangunan yang jelas dan berkelanjutan. Kalau merujuk pada konsep pembangunan, maka definisi pembangunan ekonomi desa sendiri di pahami sebagai suatu proses untuk memperbaiki kondisi hidup dari seluruh wilayah atau Negara tertentu agar timbul pemerataan pembangunan di suatu wilayah tersebut.

Baca Jugaย Hepatirangga: Ruang Jodoh dan Pengobatan Alternatif

Pembangunan ini termasuk pembangunan kondisi kehidupan sosial dan ekonomi di suatu wilayah pedesaan. Sehingga pada akhirnya semua desa bisa memiliki pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan berkembang secara bersama-sama serta pendapatan penduduk desa bisa meningkat. Diharapkan tidak ada lagi ketidakseimbangan dimana ada desa yang maju da nada desa yang tertinggal. Di samping itu, pembangunan desa juga harus mampu memperhatikan aspek lingkungan berkelanjutan.

Baca Jugaย Inovasi dan Kecepatan: Rahasia Memenangkan Era Industri 4.0

Indikator Pembangunan Ekonomi Desa

Istilah pembangunan ekonomi desa sering diidentikkan dengan pembangunan pertanian. Hal ini dikarenakan banyak pedesaan (terutama di Negara berkembang) mayoritas penduduknya bekerja di sektor pertanian. Namun sejatinya indikator pembangunan ekonomi desa tidak hanya pada pembangunan pertanian saja. Banyak sekali yang harus diperhatikan untuk membangun desa, indikator pembangunan ekonomi pada desa diantaranya adalah:

  1. Infrastruktur Desa Yang Baik

Hal pertama yang menjadi indikator pembangunan ekonomi desa adalah di lihat dari infrastruktur pedesaan itu sendiri terutamanya di akses jalan di sekitar desa. Ada beberapa desa yang memiliki jalan mudah di lalui berbagai macam kendaraan namun ada pula desa yang memiliki akses jalan buruk dan sulit dilalui kendaraan-kendaraan besar.

Padahal akses jalan sangatlah penting untuk menentukan kemajuan sebuah desa. Dimana dengan akses jalan yang mudah dilalui maka logistik atau barang-barang penduduk desa akan mudah di penuhi. Sebaliknya akses jalan yang sulit akan membuat logistik sulit untuk masuk di desa tersebut.

2. Fasilitas Umum Yang Memadai

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi desa tentunya harus di dukung pula dengan fasilitas yang memadai dari desa tersebut. fasilitas ini menunjang segala aspek kehidupan masyarakat atau penduduk desa agar semakin maju. Berbagai fasilitas yang dibutuhkan itu antara lain fasilitas pasar yang memadahi, sekolahan, puskesmas dan lain sebagainya.

3. Akses Informasi

Salah satu pendukung perkembangan ekonomi desa adalah informasi. Akses informasi yang baik bisa memajukan perekonomian desa karena penduduk desa bisa belajar dari desa atau bahkan perkotaan lainnya. Sehingga apa yang sudah berhasil di tempatkan di wilayah lain bisa dicoba di desa tersebut.

Indikator perkembangan ekonomi desa bida dilihat bagaimana informasi yang masuk di desa itu. Apakah sudah baik atau belum, sangat jarang ditemukan sebuah desa dengan akses informasi yang minim namun bisa berkembang dengan pesat. Sebaliknya desa yang memiliki akses informasi mudah maka perkembangannya akan cepat. Oleh karena itu akses informasi sangat penting untuk dimiliki.

Akses informasi tidak hanya terbatas dari satu tepat saja, melainkan bisa dari pemerintahan ke masyarakat, dari masyarakat ke pemerintahan atau dari satu desa ke desa lainnya dan dari berbagai pihak lainnya.

4. Kualitas Sumber Daya Manusia Yang Unggul

Indikator keberhasilan yang selanjutnya dapat dilihat dari kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan. Apalah sumber daya manusia tersebut unggul atau kurang, contohnya dari tingkat pendidikan atau pun pekerjaan. Desa yang sudah maju cenderung memiliki masyarakat dengan tingkat pendidikan yang tinggi. Sedangkan desa yang kurang maju bahkan terbelakang memiliki penduduk yang belum mengetahui pentingnya pendidikan.

Aspek penting dalam pengembangan Sumber Daya Manusia adalah pengembangan Modal budaya dan Modal sosial masyarakat desa. Kedua Modal ini akan menjadi aspek penting dalam membangun kehidupan di desa.

Perpustakaan Desa: Titik Awal Membangun Peradaban

5. Aspek Kesejahteraan Penduduk Desa

Indikator pembangunan ekonomi desa yang terakhir adalah dari pendapatan dari penduduk tersebut. apakah pendapatan sudah sesuai atau pun masih jauh di bawah rata-rata. Desa dikatakan sudah maju ketika pendapatan penduduknya sudah di atas rata-rata dan desa di katakan tertinggal jika pendapatan penduduknya masih jauh dari cukup.

6. Kondisi Lingkungan yang berkelanjuan

Pembangunan desa yang unggul adalah pembangunan desa yang memperhatikaan aspek sistem lingkungan berkelanjutan. Desa-desa sudah harus memperhatikan pembangunan lingkungan berkelanjutan. Pembangunan desa diarahkan pada pembangunan desa yang masih dinikmati oleh anak cucu kita, La Asiru mengatakan bahwa pembangunan desa masih dinikmati besok. Ini penting untuk dijadikan sebagai salah satu indikator pembangunan desa, termasuk desa wisata.

Itulah beberapa indikator pembagunan ekonomi desa yang bisa dilihat dari beberapa aspek. Untuk mewujudkan desa yang berkembang dan maju tentunya dibutuhkan kerja sama dan kerja keras dari berbagai pihak dari desa.


[1] https://www.cnbcindonesia.com/news/20191022085547-4-108881/peraih-nobel-ekonomi-menang-karena-sd-inpers-ini-faktanya

DESA BLANK SPOT DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

 

Masuk SMAN 3 Wangi-Wangi: Universitas Muslim Buton Menawarkan Beberapa Beasiswa

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *