Membangun Pemuda Berjiwa Pahlawan, di Hari Bumi

Oleh

Dariono 

34504477_2073779222650279_7344927566932738048_n
Dariono

Kemarin, baru saja dunia memperingati hari bumi, artinya itu adalah hari dimana manusia berpikir untuk kehidupan yang berkelanjutan di muka bumi. Maka di sini, setiap manusia adalah pahlawan bagi bumi, dimana semua orang harus memahami, tentang bagaimana bumi ini menjadi rumah yang nyaman bagi generasi mendatang. Oleh karena itu, jiwa-jiwa kepahlawanan harus tetap ditumbuhkan di jiwa para pemuda.

Selama ini, Indonesia mengenang hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November. Hari yang perlu ditanamkan pada diri generasi muda, bahwa tanpa pahlawan negara yang kita cintai ini, tak merasakan kemerdekaan. Tanpa pahlawan kita tidak akan melegang bebas seperti sekarang ini. Tanpa pahlawan, teriakan latang kemerdekaan tak akan pernah terdengar. Demikian juga dengan bumi, kita harus menjadi pahlawan pada bumi, dan di sana jiwa kita harus dituntut, menamkan jiwa-jiwa kepahlawanan.

Oleh karena itu, hari pahlawan bukan hanya sekedar untuk dikenang, tetapi generasi muda harus menjadikan hari pahlawan, sebagai hari yang memberikan motivasi besar agar generasi muda memiliki jiwa pahlawan yaitu jiwa nasionalis, jiwa mencintai bumi. Di samping itu, generasi muda harus dapat menjadi pahlawan sosial, yaitu belajar menjadi pahlawan yang menghargai perbedaan. Generasi muda harus menyadari bahwa Nusantara sangat beragam, tetapi  perbedaan itu masih tetap dalam bingkai Bhineka Tungal Ika.

Baca Juga Harga Kelapa Terjun Bebas: Bagaimana Nasib Petani di Desa?

Sekedar mengingatkan kita semua, pada tangal 10 November 1945, telah terjadi pristiwa besar di Surabaya. Dimana terjadi pertempuran besar antara TNI dan pasukan Belanda. Tapi apakah kita sebagai generasi mudah mengetahui keterlibatan pemuda pemudi untuk memperjuangkan bangsa ini? Tokoh mudah Bung Tomo mengerakan Pemuda-Pemudi untuk melakukan perlawanan agar terus berlanjut. Setidaknya 6,000-16,000 dari pihak Indonesia tewas.

Mengingat pristiwa itu, generasi muda sekarang ini, perlu berbangga dengan jasa para pahlawan yang telah rela berjuang untuk kemerdekaan. Tapi arwah pahlawan menangis melihat kondisi warga negara Indonesia, khususnya generasi mudah bangsa ini. Jiwa-jiwa kesastria itu harus kita tumbuhkan dan kembangkan untuk menjadi pahlawan pada bumi, minimal jangan membuang sampah sembarangan, karena musuh bumi adalah membuat kerusakan di atasnya.

Baca Juga Pinang: Tanaman yang Jangka Panjang yang Bernilai Ekonomis

Kalau kita melihat generasi muda saat ini, berangsur-angsur mengalami keburukan dalam kehidupan berbangsa. Berbagai permasalahan yang dilakukan oleh oknum generasi mudah selalu dipertontonkan di layar televisi. Pemudi-pemuda saat ini, telah terpengaruh pada pergaulan bebas. Penyalagunaan obat-obat terlarang menjadi masalah besar di bangsa ini. Beberapa bulan yang lalu Sulawasi Tenggara menjadi isu nasional, bagaimana tidak beberapa generasi muda terbaring tanpa nyawa akibat mengkonsumsi obat obatan terlarang (PPC). Dalam konteks hari bumi, kerusakan mental itu adalah sebuah kerusakan yang harus dianggap sebagai gangguan. Di sisi yang lain, sampah yang ada dimana-mana merupakan sesuatu yang harus dilawan dengan segenap jiwa dan raga kita. Untuk itu, jiwa kita harus terpanggil untuk memperlakukan sampah dengan baik. Hal ini dapat dilihat pada banyaknya sampah dimana-mana, terutama sampah plastic.

Belum lagi, pertikaian antar-pemuda yang selalu terjadi, tak perlu kita melihat jauh, belum lama ini, Kabupaten Wakatobi khususnya di Pulau Wangi-Wangi, belum lama ini telah terjadi pertikain pemuda ada yang meregang nyawa dan ada pula yang terbaring sakit karna tikaman senjata tajam. Apakah kita harus membalas jasa pahlawan dengan hal seperti permasalahan di atas, Katakan tidak! Sudah saatnya pemuda menjadi Pahlawan melawan Narkoba, Pahlawan melawan pertikain antarpemuda, pahlawan yang mencintai perbedaan.

Generasi mudah sudah saatnya menjadi pahlawan, pahlawan bagi bumi, dan pahlawan bagi kehidupan sosial. Jangan terkesan acuh terhadap permasalahan sosial di lingkungannya. Generasi harus mampu bersosialiasasi dalam masyarakat dan mampu memberikan contoh kepada masyarakat, seperti halnya yang telah mendahului kita. Mari kita beraspirasi untuk pengembangan daerah bukan untuk menjadi pertunjukan kecerdasan di publik tapi mari menjadi seperti pahlawan yang memperjuangkan bangsa dari penjajah yang menunjukan dirinya bahwa dia bisa bersama sama untuk melawan penjajah demi rakyat Indonesia. Kini saatnya kita melawan diri kita sendiri untuk menjadikan bumi menjadi warisan bagi generasi, yaitu bumi yang bebas sampah dan nyaman bagi generasi mendatang.

Baca Juga Bhangka atau perahu sebagai filosofi Hidup Orang Wakatobi

Oleh karena itu, kita sebagai pemuda-pemudi bangsa ini jangan sampai melupakan pahlawan bangsa. Marilah kita mulai meneruskan semangat pahlawan dengan merubah pada diri kita, agar kita mampu seperti pahlawan yang memiliki niat besar untuk memajukan bangsa ini dan mampu menjadi pemuda yang bermanfaat seperti pahlawan yang selalu dikenang. 350 tahun bangsa kita dijajah, bukan angka yang begitu kecil, saya tidak bisa bayangkan berapa pahlawan yang guru dalam pertempuran dalam kurung 350 tahun yang lalu. Lalu negara ini bisa apa tanpa pengorbanan pahlawan? Apakah alasan ini belum cukup untuk menghormati dan mengharagai jasa pahlawan kita? Intinya sebagai generasi muda harus menjdi jiwa pahlawan.

Dengan demikian, dalam rangka hari bumi kemarin, mari kita gagas kehidupan yang memiliki jiwa kepahlawanan, sehingga bumi dapat kita selamatkan, sekurang-kurangnya kita dapat membuang sampah pada tempatnya, kita dapat menjadi pahlawan dari tindakan korupsi, menjadi pahlawan bagi pengembangan peradaban manusia. Saatnya generasi muda untuk tampil sebagai salah satu kekuatan masyarakat Wakatobi dan dunia, bahwa kita adalah pahlawan kehidupan masa depan, tanpa gagasan itu, bumi akan tertutup sampah plastic, dan ini artinya akan menjadi ancaman bagi kehidupan masa depan.

“Kalau masa lalu bangsa melawan penjajah, itu akan lebih sulit  dengan tantangan hari ini, karena yang kita lawan adalah perilaku kita sendiri, perilaku yang tidak peduli dengan lingkungan dan sampah. Seoah sampah ada bukan persoalan. Oleh karena itu, mari kita satukan tekat bahwa diri kita adalah pahlawan dunia yang lebih baik, dunia yang menjadi titipan generasi mendatang ” (dlg005).

Editor: Sumiman Udu

Baca Juga Rasa Hormat yang Mulai Memudar Kepada Guru

Mengembangkan Tanaman Hortikultural: Menuju Kemandirian Pangan Wakatobi

Tradisi Bhanti-bhanti sebagai Kekuatan Budaya dalam Pengembangan Desa Wisata Wakatobi

One thought on “Membangun Pemuda Berjiwa Pahlawan, di Hari Bumi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *