Makanan Buka Puasa dan Perubahan Orientasi Akademik

Kendari – Kedigdayaan kampus sebagai lembaga yang paling memiliki otoritas dalam menyiapkan tenaga kerja, sudah mulai redup dengan adanya penerimaan tenaga kerja dari google dan Young, dua raksasa internet global yang mengabaikan ijazah. Kedua perusahaan itu hanya membutuhkan orang-orang yang dapat bekerja, tanpa harus melihat latar belakang pendidikannya. Itu artinya, kejayaan univarsitas mulai memudar, karena ijazah yang dikeluarkan universitas bukan lagi jaminan untuk masa depan alumninya.

Menghadapi pergeseran kebutuhan lapangan kerja, yang dulu ada indikator formal, seperti ijazah, telah mengubah cara pandang pemerintah dalam mendesain kurikulum di universitas. Mahasiswa harus lebih banyak berperan di bandingkan dengan dosen. Mahasiswa sudah diarahkan untuk memiliki pengalaman, menguasai materi, mampu memecahkan masalah mereka di dunia nyata. Ini sekaligus tantangan masa depan pembelajaran di dunia kampus.

Karena kalau melihat data pengangguran saat ini, universitas menyumbang banyak pengangguran sarjana yang cukup mencengangkan. Untuk itu, memasuki era industry 4.0 mahasiswa sudah harus banyak melakukan pengalaman lapangan, bekerja, belajar berbisnis, dan belajar berimajinasi untuk membuka lapangan kerja baru. Mereka harus banyak merasakan dunia kerja, sehingga mereka mampu memecahkan masalah-masalah mereka di dunia nyata.

Melihat antusias masyarakat di sekitar kampus, kemarin sore kita dapat melihat banyaknya mahasiswa yang berjualan makanan ringan untuk buka puasa. Mereka sudah terlibat dalam berbagai usaha, mereka dapat merasakan masalah-masalah lapangan. Sisi lain akademik ini, seharusnya dapat dikembangkan oleh semua universitas, sebagai pusat pelatihan berwiraswasta sejak dari dunia kampus. Seluruh program studi yang ada di universitas, harus mampu mengembangkan aspek kewirausahaan sesuai dengan keilmuan yang mereka miliki. Oleh kerana itu, suasana sore hari di depan kampus Universitas Halu Oleo yang melibatkan banyak mahasiswa yang berbisnis, merupakan manifestasi dari perubahan kurikulum di tingkat perguruan tinggi, untuk mengeluarkan alumi yang siap memasuki lapangan kerja, baik sebagai pekerja maupun sebagai pengusaha.

Kita bisa berharap, semua alumni perguruan tinggi sudah memiliki ilmu dan keterampian yang seimbang, sehingga mereka lebih siap dalam memasuki dunia kerja. Di satu sisi, seluruh universitas juga sudah saatnya untuk melakukan perubahan dalam hal pembelajaran. Mereka sudah harus banyak memperkenalkan aspek keilmuan dan keterampilan yang seimbang dalam memasuki dunia kerja.

Baca Jugaย Kacang Jodoh dan Pengembangan Ekonomi Kreatif

Menjual pabuka atau makanan dan minuman buka puasa, merupakan latihan berwirausaha yang melibatkan perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi sehingga ini merupakan latihan kewirausahaan yang perlu diterapkan kepada seluruh mahasiswa, apapun program studinya. Mereka harus lebih siap memasuki lapangan kerja mereka di masa yang akan datang. Seorang penjual bubur pisang ijo, harus mampu memikirkan bahan, cara kemasan dan teknik pemasaran yang hebat, sehingga bisa sukses (su001).

Baca jugaย ย Peran SMK di Era Industri 4.0

2 thoughts on “Makanan Buka Puasa dan Perubahan Orientasi Akademik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *