Literasi Sebagai Mainstream Generasi Milenial

Oleh: Deden Waloindi

Bicara tentang literasi tentu bukan hal yang baru lagi bagi teman-teman yang bergelut dalam dunia ini, dan akan berbanding terbalik jika kata literasi itu kita disodorkan pada generasi milineal hari, yaitu generasi yang masih asik dalam pergaulan yang hedon atau tidak dalam lingkungan membaca.

Pada umumnya literasi dapat diartikan sebagai sebuah kemampuan membaca dan menulis saja, namun seiring perkembangan jaman yang amat pesat di bidang teknologi tentu ini harus menjadi perhatian bagi teman-teman yang menggeluti dunia literasi. Bahwa literasi tidak hanya berbicara tentang membaca dan menulis saja tapi juga berbicara tentang kemampuan berkomunikasi di tengah masyarakat. Ironisnya generasi muda hari ini masih kurang minat bacanya.

Oleh karena itu, penting kiranya Gerakan literasi harus digelorakan terus menerus di tengah masyarakat terutama pada generasi muda. Literasi bermanfaat dalam mewujudkan peran generasi muda dalam aspek pembangunan daerah. Generasi muda bisa menjadi pribadi yang unggul dan mampu memahami pengetahuan serta teknologi untuk bersaing secara regional dan nasional. Selain itu, generasi muda menjadi faktor penting karena memiliki semangat juang yang tinggi, solutif yang kreatif, dan perwujudan yang inovatif. Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah amanat konstitusi, karenanya adalah sebuah keajiban bagi setiap warga negara untuk sekolah dan yang lebih penting memperkenalan mereka dengan buku.

Tantangan pada masa mendatang akan ada banyak yang kita lalui, mulai dari sosial budaya, ekonomi, politik bahkan soal agama. Menumbuhkembangkan budaya baca pada seluruh lapisan masyarakat bukanlah perkara yang mudah. Namun bukan berarti tidak mungkin. Perlu usaha keras dan berkesinambungan.

Orientasi literasi itu diantaranya sekolah, keluarga dan di masyarakat. Gerakan literasi sekolah bertujuan untuk mengintegrasikan kegiatan kurikuler atau memberikan pemahaman baru pada anak-anak di sekolah, Literasi keluarga mungkin lebih kepada kesadaran diri dari setiap keluarga untuk saling mengingatkan pentingnya literasi didalam rumah tangga, dan literasi masyarakat. Di masyarakat tentu akan berbeda penerapannya, karna di masyarakat ada banyak kesibukan. Maka dari itu perlu ide atau gagasan baru demi tercapainya tujuan dan penyediaan bahan bacaan kepada publik seperti perpustakaan desa, juga yang terpenting adalah perluasan akses kepada masyarakat agar terlibat dalam gerakan ini.

Perpustakaan Desa: Pintu Menuju Pembangunan Peradaban

Di atas telah di katakan bahwa literasi adalah kemampuan memecahkan masalah di tengah masyarakat dengan pendekatan keahlian masing-masing. Politik menjadi masalah hari-hari di tengah generasi milenial yang perlu sama-sama kita dudukan bersama. Apa yang terjadi di Gorontalo tentang pembongkaran makam yang menusuk rasa kemanusiaan kita, sebabnya adalah kurangnya literasi (membaca) di tengah masyrakat, keterbatasan memahami apa itu politik. Konflik sosial ini harapannya tidak terjadi di sekeliling kita atau sebut saja pada generasi milenial.

Desa Wisata Posalu: Bergegas Menuju Penetapan desa Wisata

Festival Benteng Tindoi Maleko: Mendorong Pariwisata Desa dalam Merawat Alam

Budidaya Pegagan: Membangun Apotik Hidup Berbasis Desa

2 thoughts on “Literasi Sebagai Mainstream Generasi Milenial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *