Kreativitas Pemuda Karang Taruna Desa Waara Olah Limbah Gelas Plastik Menjadi Lampu Hiasan

Oleh: Sinta Triwulandari

Sampah Plastik merupakan salah satu aspek penting untuk diperhatikan terutama dalam menciptakan lingkungan yang bebas plastik. Sebagai salah satu masalah global, tentunya semua orang harus peduli pada pengelolaan sampah plastik. Harus didaur ulang sehingga dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Di sisi yang lain, pemuda merupakan generasi pembaharu yang selalu aktif dalam membangun inovasi dalam kehidupan mereka. Melihat banyaknya sampah plastik yang ada di mana-mana, Sejumlah pemuda yang tergabung  dalam Organisasi Karang Taruna, berhasil menyulap sampah plastik menjadi lampu neon yang dimanfaatkan sebagai hiasan dan sekaligus penerang jalan di Desa Waara, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

    Ide pembuatan lampu neon berbahan baku gelas plastik yang merupakan limbah bekas air kemasan, lahir saat mereka melihat banyaknya tumpukan sampah yang berserakan di lapangan sepak bola Desa Waara, setiap kali pertandingan bulan Agustus kemarin. 

    Dengan adanya lampu neon yang berbahan dasar gelas plastik bekas ini, diharapakan bisa menjadikan contoh bagi kelompok pemuda dan masyarakat lainnya untuk lebih kreatif, dalam mengolah limbah yang selama ini dianggap tidak berguna.

Baca Juga Jaka, sang Inovatif: Pemenang karya Inovasi dalam Wakatobi Wave

        Dalam pembuatan satu lampu neon, Karang Taruna Apolonia Desa Waara membutuhkan 170 buah gelas bekas air mineral sebagai bahan dasarnya. Hal ini merupakan langkah awal bagi karang taruna untuk memacu semangat kreativitas, dalam memanfaatkan limbah-limbah yang selama ini dianggap tidak bermanfaat untuk dijadikan sebagai kerajinan tangan yang memiliki nilai seni atau bisa bermanfaat bagi orang banyak.

Berbagai kerajinan seperti ini, tentunya perlu mendapatkan pelatihan dan perhatian pemerintah daerah, sehingga pemuda dapat lebih proaktif dalam pengelolaan sampah dan pemanfaatannya dalam rangka mendapatkan nilai lain dari sampah plastik yang kian membebani bumi. Dengan adanya kegiatan pemuda dalam rangka pemanfaatan sampah dalam karya inovatif mereka, perlu mendapatkan apresiasi dari pihak pemerintah daerah, terutama dalam menyiapkan ruang pameran karya kreatif mereka dan juga pada aspek pengembangan keterampilan melalui pelatihan manajemen, sehingga para pemuda bukan hanya menghasilkan karya inovatif, tetapi juga mereka memiliki kemampuan pada sistem jaringan pemasaran dari karya-karya inovatif mereka.

Kebijakan dalam upaya meningkatkan kapasitas pemuda menjadi aspek penting untuk mendorong pemuda lebih kreatif dan inovatif dalam berbagai aspek kehidupan mereka. Ini disebabkan karena pemuda merupakan aset bangsa yang dapat memainkan peran strategis, maka pemuda perlu didukung dan dipetakan berbagai potensi mereka. Sebagai aset bangsa, pemuda perlu dilatih untuk lebih menyiapkan diri mereka dalam memasuki era industri 4.0.

Baca Juga

Rewu dan Reso

Nyamuk Sombano dan Banjir Jakarta

Membongkar Mitos Kuliah (9)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *