Kolam Renang Desa Masalili: Inovatif Produktif yang dapat Meningkatkan Penghasilan Desa

Salah satu penggunaan dana desa yang diarahkan ke aspek produktif adalah pemanfaatan dana desa yang ada di desa Masalili kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna. Dengan konsep ini akan banyak ruang untuk dimanfaatkan dalam pengembangan desa Masalili. Sebuah konsep ruang publik yang bisa dimanfaatkan oleh semua kalangan untuk merefresh hidupnya. Anak anak bisa menikmati kehidupan sebagaimana anak anak kota. Sementara orang orang tua dapat bertemu di situ untuk membangun silaturahmi dan berdiskusi mengenai hal hal produktif. Inilah ruang publik yang selama ini, dibutuhkan oleh semua desa.

Sebagai ruang publik yang dapat mendatangkan nilai ekonomis, inovasi kepala desa Masalili berpotensi untuk mengikuti kesuksesan desa wisata Ponggok di Klaten Jawa Tengah. Ini sebuah terobosan yang luar biasa. Karena membangun infrastruktur yang dapat mendorong ekonomi kreatif dan dapat mendorong pelibatan tenaga kerja dari desa.

Taman desa yang di bukit Lakude ini akan melahirkan lapangan kerja ini, dapat meningkatkan ekonomi kreatif yang lain, seperti kuliner, dan berbagai inovasi lainnya. Di samping itu, untuk meningkatkan minat pengunjung, strategi pemasaran dapat mengikuti jejak desa Ponggok. Dimana semua warga desa menjadi tim promosi pariwisata desa ini.

Taman desa yang akan diresmikan oleh Bupati Muna hari Senin besok tanggal 24 Februari ini, dapat mendorong peningkatan penghasilan desa Masalili. Fasilitas desa ini diharapkan dapat menjadi favorit anak anak muda terutama anak sekolah. Ruang publik ini diharapkan dapat menjadi ruang mereka bagi anak anak sekolah terutama untuk berlatih berenang.

Selama ini Presiden Jokowi Widodo mengharapkan dana desa dapat dimanfaatkan pada pembangunan infrastruktur yang dapat menghasilkan nilai tambah secara ekonomi. Jika semua desa mampu memanfaatkan dana desa untuk peningkatan infrastruktur yang bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi di desa, maka dana desa akan mendorong terwujudnya desa desa mandiri. Dan setelah banyak desa mandiri, akan berdampak pada terbukanya lapangan kerja di Tingkat desa.

Satu ruang publik yang produktif seperti yang ada di desa Masalili ini, akan berdampak pada perputaran ekonomi, di desa desa di sekitarnya. Karena kehadiran ruang publik ini akan membangkitkan ekonomi desa. Kalau selama ini yang dijual hanya jembatan Masalili sudah menghasilkan uang, bagaimana kalau tempat wisata ini sudah dapat dikombinasikan dengan wahana bermain yang lebih baik. Pasti dampak ekonominya akan meningkat dan mendorong generasi muda untuk tetap menjadi penggerak ekonomi desa.

Kalau di desa Ponggok dapat menjual tiket hingga 40 ribu lembar perbulan, maka desa Malili bisa mengikut dari belakang. Sebagai tempat baru di kecamatan Kontunaga kabupaten Muna, saya yakin ini akan mendapatkan sambutan dari masyarakat. Apalagi jaraknya dengan kota Raha hanya sekitar 10 km. Ini sangat strategis untuk menjadi wahana outbound bagi anak anak sekolah, perpaduan lanskap alam dan lanskap buatan.

Kendala yang bisa terjadi di masa pengoperasian wahana ini adalah modal budaya dan modal sosial masyarakat desa. Sudah siapkan masyarakat desa Masalili untuk menerima wisatawan? Saya pikir, diperlukan sosialisasi ke seluruh masyarakat, sehingga mereka menjadi masyarakat sadar wisata. Sentuhan tahun tahun depan adalah pelatihan kewirausahaan di bidang pariwisata desa. Melalui pelatihan, akan terwujud sumber daya manusia yang siap berpartisipasi dalam pengembangan dan pengelolaan wahana di desa Masalili ini.

Aspe lainnya yang menjadi sumber masalah adalah aspek manajemen keuangan. Tiket harus dikelola secara transparan, sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat desa. Untuk mengantisipasi masalah ini, tiketnya dapat dilakukan dengan sistem komputerisasi, sehingga akuntabilitas dan transparansi dapat terjaga.

Dari delapan puluh ribu lebih desa di Indonesia, sebaiknya dapat mengembangkan potensi sumber daya alam yang ada di desa masing-masing. Meningkatkan sumber daya manusia untuk mengelola sumber daya alam di desa tersebut. Juga harus mampu meningkatkan kualitas lingkungan di wilayah masing-masing. Jika semua desa membangun infrastruktur yang inovatif ini, maka Indonesia akan menjadi pusat wisata dunia.

Semoga saja, wahana bermain di desa Masalili ini dapat menjadi salah satu infrastruktur yang bisa menginspirasi desa desa lainnya di Indonesia. Khususnya di Sulawesi Tenggara, terobosan ini merupakan hal penting yang bisa menginspirasi. Semoga penggunaan dana desa lebih dikelola secara inovatif di desa desa lain.

Saat ini, generasi millenial di Pulau Muna, baik masyarakat Buton Tengah, Kabupaten Muna dan Muna Barat, sudah dapat bergembira dengan hadirnya wahana ini, karena ini adalah ruang yang bisa dinikmati oleh anak anak Muna untuk menikmati kehidupan orang kota. Di samping itu, datanglah ke sana untuk membangun bisnis Anda karena di sana pikiran Anda akan segar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *