Kerja Bakti Atasi Sampah: Anak Kost Mestinya Peduli

Sampah merupakan masalah perkotaan yang sulit diatasi. Pasukan oren tak akan pernah sanggup mengatasi sampah jika masyarakat tidak peduli. Sampah di Kota Kendari khususnya di RT 24/RW 08 sangat sulit diatasi, hanya karena warga sekitar tak peduli. Dua bulan lalu warga melakukan kerja bakti, dan mengundang mobil sampah untuk mengangkut sampah dari Lorong Kakak Tua, namun setelah satu bulan lebih, sampah kembali menumpuk di tempat yang tidak semestinya.

Kerja bakti hari ini juga diikuti oleh lurah Kambu dan sekretaris kecamatan Kambu. Tentunya ini adalah sebuah kehormatan bagi warga RT 24 RW 08 yang merupakan wilayah kelurahan Kambu. Tinggal partisipasi masyarakat terutama mahasiswa yang berada di sekitar lingkungan ini yang dibutuhkan pada kerja bakti ke depan. Tentunya mahasiswa juga memiliki keinginan untuk berpartisipasi dalam membangun kebersihan lingkungan. Apalagi hari ini adalah tanggal 1 Agustus 2021, di mana kita akan memasuki hari ulang tahun kemerdekaan Republika Indonesia. Tentunya kita harus menyambutnya dengan menyiapkan wilayah kita untuk bersih. Ini juga adalah bentuk perjuangan atau dapat dikatakan sebagai salah satu apresiasi kita terhadap perjuangan kemerdekaan. Kalau orang orang tua kita dulu mengangkat senjata untuk berperang melawan Belanda, ayo mari kita membangun komitmen untuk mengerjakan lingkungan kita dari sampah.

Hari ini kembali warga bekerja bakti membersihkan lingkungan, dan kompleks kost kostan ini justru hanya satu dua orang warga kost yang terlibat dalam kerja bakti tersebut. Untuk itu diperlukan kepedulian warga kost kostan untuk kerja bakti dan juga peduli terhadap sampah. Mereka perlu membuang Sampah di tempat yang telah disediakan oleh pemerintah kota Kendari.

Di sisi yang lain, perlunya aturan denda bagi mereka yang membuang Sampah sembarangan. Misalnya Rp.50.000-100.000 jika membuang sampah sembarangan. Penerapan sanksi ini diharapkan dapat efektif, terutama untuk menghentikan tindakan membuang sampah sembarangan.

Selanjutnya RT 24 RW 08 Kelurahan Kambu juga telah menyepakati tim kerja pengangkut sampah. Berdasarkan hasil rapat yang dilaksanakan bulan lalu ditentukan bahwa setiap kamar kost yang ada di lingkungan RT 24 RW 08 diwajibkan untuk membayar uang sampah Rp5.000 per bulan. Sementara setiap rumah wajib membayar iuran sampah sebesar Rp10.000 per bulan. Di samping itu, rumah keluarga dan rumah kost juga harus memiliki tempat pembuangan sampah yang terbuat dari drum.

Karena masyarakat sudah melakukan iuran sampah setiap bulan, maka sampah yang ada di berbagai asrama dan rumah-rumah warga juga harus disiapkan dalam bentuk kantong plastik hitam. Ini artinya bahwa setiap Bapak kos atau ibu kos harus menyediakan kantong plastik plastik warna hitam untuk tempat pembuangan sampah di depan rumah atau di depan asrama. Ini untuk memudahkan pengambilan sampah oleh tim pengambil sampah yang ada di lingkungan RT 24 RW 08 yaitu wilayah lorong Kakatua dan lorong Manggarai.

Kita bisa berharap secepatnya tim pengambil sampah bisa bekerja. Pemberlakuan kesepakatan masyarakat yang ada di RT 24 RW 08 ini diharapkan dapat membawa perubahan pada pengelolaan sampah yang ada di lingkungan. Selanjutnya, kita bisa berharap bahwa masalah sampah di lingkungan dapat diatasi dengan baik.

Di sisi yang lain, masalah sampah merupakan masalah karakter atau masalah sosial. Jika seluruh warga konsisten untuk membuang sampah terlebih dengan memisahkan sampah organik dan sampah non-organik, akan memudahkan pengelolaan sampah di kawasan atau di lingkungan.

Kita bisa berharap, seluruh warga RT 24 RW 08 dapat berpartisipasi atau peduli terhadap pengelolaan sampah di lingkungan. Anak-anak yang kost di lingkungan juga diharapkan dapat berpartisipasi dalam pengelolaan sampah sekaligus dalam acara kerja bakti yang dilaksanakan oleh warga. Ini adalah bentuk kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sekitar. Sebagai mahasiswa, kita harus peduli, apalagi kita sedang berada di era pandemik seperti ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *