Kelapa: Salah Satu Komoditas yang Terabaikan

Wangi-Wangi – Rayuan Pulau Kelapa karya Ismail Marzuki merupakan legenda nyanyian Indonesia. Nyanyian itu menghipnotis kesadaran yang tinggi tentang potensi ekonomi Indonesia yang ada pada kelapa. Sebagai seniman ia mengabdikannya dalam sebuah nyanyian. Sebuah memori, sekaligus sebuah harapan akan masa depan Indonesia, akan ditentukan olehย  komoditas ini.

Tanaman rakyat yang tumbuh di sekitar pantai ini ternyata memiliki banyak manfaat dalam kehidupan manusia. Di bulan Ramadhan, dehidrasi tubuh karena puasa akan tergantikan dengan cepat oleh air kelapa. Berkalori dan rendah gula, sekaligus cepat diserap oleh tubuh di bandingkan dengan cairan lainnya.

Sementara pada aspek lainnya, kelapa dapat dijadikan sebagai sumber minyak goreng yang baik untuk kesehatan. Dapat menjadi salah satu industri rumah tangga, dan sekaligus akan menjadi sumber penghasilan petani yang ada di desa. Sabuknya dapat dijadikan sebagai bahan berbagai ekonomi kreatif, dapat menjadi bahan kasur, tapi disisi yang lain sabuk dapat menjadi sumber pupuk yang dapat menyimpan air lebih lama (rahasia petani merica) yang sukses. Sementara batoknya dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi Indonesia di masa depan.

Kita dapat melihat betapa tingginya kebutuhan dunia pada pada karbon, sementara arang tempurung kita masih terbuang saja. Pada hal masyarakat hanya membutuhkan sedikit teknologi dan pelatihan, mereka sudah akan menghasilkan brikat yang bernilai tinggi secara ekonomi. Apalagi ditemukannya karbon yang melebihi 100 kali kekuatan baja, dan ringan, merupakan masa depan ekonomi yang tersimpan pada tanaman kelapa ini.

Di dalam beberapa diskusi, seorang ahli dibidang perminyakan yang selama ini melakukan riset tentang potensi minyak di pulau Buton mengatakan bahwa ada sumber minyak yang selama ini terbaikan. Sumber itu pada hal dapat diperbaharui, yaitu kelapa. Menurutnya santan kelapa dapat diolah dengan teknologi menjadi bahan bakar minyak. Artinya kalau masyarakat Indonesia serius melakukan pengembangan tanaman kelapa, maka bisa jadi ini adalah tambang minyak yang tidak akan pernah habis. Karena Indonesia memiliki kemampuan untuk menghasilkan sumber-sumber minyak hanya dalam waktu tiga tahun. Tanah kita yang subur, serta panjang dapat menjadi tambang minyak terpanjang di dunia, karena kelapa hibrida dapat menghasilkan hanya dalam waktu dua setengah hingga tiga tahun sudah mulai dipanen.

Kita bisa berharap, komoditas ini dapat menjadi perhatian pemerintah, terutama dalam menjaga kualitas harga, serta dapat memberikan insentif untuk pelatihan petani di desa, serta menjaga jaringan distribusi kelapa sehingga petani memiliki harapan untuk mengembangkan tanaman ini. Dengan demikian, sebagai warga desa, saatnya untuk memikirkan kembali mengenai budidaya tanaman ini, karena kita ternyata menanam tambang minyak, dan itu masa depan bangsa kita (su001).

3 thoughts on “Kelapa: Salah Satu Komoditas yang Terabaikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *