Jaka, sang Inovatif: Pemenang karya Inovasi dalam Wakatobi Wave

Salah satu lomba dalam festival Wakatobi tahun 2019 adalah inovatif. ini merupakan tantangan yang besar bagi generasi milenial untuk menciptakan inovasi-inovasi yang penting bagi pembangunan bangsa. karena bangsa Indonesia membutuhkan generasi milenial yang inovatif yang mampu mengubah berbagai potensi sumber daya lokal menjadi karya inovatif yang bernilai seni dan bernilai ekonomis.

Baca Juga https://suaradesa01.wordpress.com/2019/10/13/festival-laloa-kearifan-masyarakat-adat-liya-dalam-pengelolaan-sumber-daya-laut/

Salah seorang putra Desa Longa kecamatan Wangi-Wangi kabupaten Wakatobi ikut menjadi salah satu peserta dalam lomba tersebut. Ia berhasil menyabet juara 1 dengan mengikutkan hasil karya kreatifnya, yang memanfaatkan bahan sampahย  plastik untuk membangun kreativitasnya. Ia mengumpulkan banyak sampah plastik untuk membuat burung cendrawasih dari bahan plastik. Hasil kreativitasnya kemudian mendapatkan nilai tertinggi dari para juri yang ada dalam festival Wakatobi 2019.

Sebagai seorang anak muda yang berasal dari desa, prestasi Jaka perlu didukung pemerintah desa dan pemerintah daerah kabupaten Wakatobi terutama untuk mengembangkan keterampilannya pada karya-karya yang lebih baik.

Sebagai warga di desa binaan JICA, tentunya ada banyak pengalaman yang sudah dimiliki oleh Jaka sang pemenang. Oleh karena itu, sebagai generasi milenial harus mampu memberikan inspirasi kepada generasi yang lain untuk bersaing dalam membangun kreativitas yang inovatif.

Sebagai pemenang lomba tentunya banyak hal yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan kreativitas generasi muda. salah satu hal yang perlu disiapkan atau diintervensi oleh desa atau pemerintah kabupaten Wakatobi adalah pemberian ruang kepada kaum generasi milenial yang berinovasi untuk memajang hasil karya inovasi mereka. Untuk itu diperlukan museum atau galeri sebagai ruang untuk menjual karya karya inovatif generasi milenial Wakatobi di masa yang akan datang. Karena sudah banyak karya kreatif, tapi tidak didukung oleh pasar yang kuat maka karya-karya itu akan mati setelah mendapatkan berbagai pengakuan di dalam lomba.

Untuk itu sebagai generasi muda yang berasal dari masyarakat desa Longa, perlu didukung adanya showroom untuk tempat pameran karya karya anak Longa di wilayah desa Longa. galeri seni ini sangat penting untuk memberikan ruang kepada kaum seniman memajang karya karya inovatif mereka, sekaligus ruang bagi para wisatawan atau konsumen untuk membeli berbagai karya inovatif itu. Tentunya, harapan untuk membangun inovasi kaum milenial membutuhkan intervensi pemerintah daerah terutama dalam menyiapkan ruang ruang pelatihan bagi kaum milenial sehingga memiliki skill dalam melakukan inovasi.

kabupaten Wakatobi sebagai salah satu kawasan strategis nasional pariwisata Indonesia, perlu mendorong kaum milenial untuk melakukan berbagai inovasi seperti yang dilakukan oleh sang pemenang, Jaka. Dengan mendorong kaum milenial untuk berpartisipasi dalam dunia nyata seperti Jaka dan pekerja pekerja seni yang lainnya, maka secara tidak langsung akan menambah keunikan dari destinasi unggulan Wakatobi. Karena Wakatobi bukan hanya menyajikan keindahan bawah lautnya, tapi juga menyajikan keunikan dari karya karya kreatif generasi milenial. ini tentunya sangat penting untuk menguatkan Wakatobi sebagai kawasan strategis Nasional Indonesia di masa yang akan datang. Karena pelibatan generasi muda dalam industri produksi seperti ini akan mempercepat partisipasi mereka dalam pembangunan bangsa (su010)

One thought on “Jaka, sang Inovatif: Pemenang karya Inovasi dalam Wakatobi Wave

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *