Inovasi dan Kecepatan: Rahasia Memenangkan Era Industri 4.0

Oleh: Sumiman Udu

Kalau kita merujuk pada kitab suci Alquran, sesungguhnya Allah telah bersumpah demi waktu, dan banyak menyebutkan tentang pergantian siang dan malam merupakan pelajaran bagi orang-orang yang berpikir. ni merupakan sinyalemen bahwa perubahan dan perkembangan hanya dapat dilalui melalui dua kerangka konsep yaitu inovasi dan kecepatan. Inovasi merujuk pada realitas di mana manusia sebagai agen penting dalam perubahan, fenomena yang ada akan menjadi sesuatu yang baru bagi seorang inovator atau seseorang yang berpikir. Mereka yang berpikir adalah mereka yang diberi hikmah atau karunia yang sangat luar biasa sesuai dengan surat al-baqarah ayat 169.

Kalau merujuk dari cara berpikir seperti itu, mereka yang memiliki kemampuan berpikir dengan memanfaatkan efisiensi waktu yang ada, akan melahirkan karya karya inovatif yang dapat berguna bagi kesejahteraan hidup manusia, apa itu yang berhubungan dengan kebudayaan, sosial, lingkungan maupun aspek ekonomi. mereka yang diberikan hikmah oleh Allah untuk berpikir akan menghasilkan karya karya inovatif yang spektakuler.

Kalau anda jalan-jalan di kota Makassar, berkunjunglah ke Mall Nipah, sebuah karya spektakuler yang dibangun atas gagasan dan inovasi yang luar biasa. Sebuah ruang yang disiapkan untuk anak-anak muda berkarya dan berkarya, dengan menggunakan konsep yang sangat ramah lingkungan, tidak terlalu membutuhkan air conditioner atau AC, karena desainnya sangat terbuka. Anda bisa menyaksikan berbagai dinamika ekonomi bergerak, serta ruang ruang kopi yang menjadi ruang untuk membangun inovasi berpikir, berbagai peluang untuk membangun ekonomi yang digerakkan oleh anak-anak muda. Ruang bersantai untuk membangun kesejahteraan jiwa, semuanya menyatu dalam ruang yang ada di dalam kota Makassar.

Sebagai salah satu karya inovatif spektakuler abad 20, maldiva menampilkan satu ruang inovasi yang dapat diberikan kepada siapapun untuk melakukan pameran, sebuah ruang publik yang disajikan dan dapat disebabkan oleh siapapun.

Apa sebenarnya dari konsep ini, ingin memberikan ruang kepada siapapun untuk membangun usahanya, seperti sistem Google mall Nipah hanya disiapkan agar semua orang dapat bergabung untuk menjual di sini, tetapi isinya tetap mall Nipah. Kalau kita merujuk kepada sistem Google, kita akan menemukan cara kerja di mana semua orang dapat memanfaatkan program mereka untuk membangun program. ini menunjukkan bahwa cara kerja seperti ini akan memberikan uang kepada siapapun untuk membangun bisnis, demikian juga dengan mall Nipah, siapapun dapat bergabung di sini untuk membangun usahanya.

Era industri 4,0 merupakan era di mana inovasi yang berbasis pemikiran inovatif, tindakan inovatif, yang kitab menghitung tentang ruang dan waktu, akan menjadi kekuatan yang harus ditempuh oleh siapapun untuk bisa bersaing di era industri 4.0. mereka yang tidak memiliki inovasi, dengan ciri luwes dan cepat akan digilas oleh peradaban era industri 4,0. inovatif artinya bahwa mereka harus mampu menciptakan karya-karya kreatif berdasarkan data yang berbasis big data. Konsep-konsep artifisial intelijen sangat dibutuhkan di era industri 4.0, karena manusia sudah dapat memiliki alat bantu untuk memahami ikatan dan membangun inovasi apa yang perlu dilakukan sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Lalu bagaimana dengan universitas? sebagai pabrik inovasi yang harus menjadi ciri khas dari sumber daya manusia yang di hasilkan oleh universitas, kertas Messi mengangkat konsep konsep inovasi mulai dari inovasi berpikir yang berbasis pada modal budaya dan modal sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *