INDAHNYA MENJOMBLO

Oleh: Irsad Syamsul Ainun

Jomblo bukanlah keadaan terkutuk atau merendahkan. Ini hanya masalah penantian dan keadaan dimana takdirmu untuk bertemu pangeran sejati belum bertandang. Ya sebut saja dia Fatma, anak yang terlahir biasa saja dengan segudang prestasi. Sejak kecil kedua orang tuanya telah mengajaknya untuk selalu mandiri, terlebih ketika harus membagi waktu dengan dunia pekerjaan dan pendidikan. Baginya dua hal itu membawa pengaruh baik untukya setelah dirinya mulai menekuni dunia pendidikan bahkan traveling.
Fatma, kamu suka saja sendirian sapa wanita dalam sekejab membuat air matanya akan terus mengalir disaat wanita itu telah hilanng dari pandangan matanya.
Aku tahu, ibu bukanlah orang yang suka menjodohkan anaknya, yang aku tahu ibu adalah wanita dengan segudang prestasi sempurna yang digariskan Allah untuk masa depan dan penunjang masa peradaban setiap anak.
Aku menyukai kesedirian, sebab Allah belum mempertemukan aku dengan pujaan hati. Coba berpikir seandainya sudah ada yang mengikat pasti aka selalu jalan bareng, atau bahkan ada yang boncengin.. hehehe….
Apa gunanya jika satu pertemuan dan kehidupan berdua tanpa status, namun semua keindahan tubuh dan mahkotamu direndahkan. Bukan hanya itu, ruang gerakmu pun begitu terbatas, kesana-kemari harus izin, kamu hanya jadi pelampiasan hawa nafsu bukan sebagai ladang untuk mendapatkan pahala tetapi dosa. Ya itulah beberapa aktivitas salah satu ikatan tanpa status yakni Pacaran. Aku berbicara bukan tanpa bukti, aku melihat banyak teman-teman seusiaku bahkan di bawah usiaku yang masih doyan dengan dunia pacaran ini, padahal di luar sana, media bahkan lingkungan sekitarnya sudah banyak menujukkan fakta akibat dari pacaran.
Dan finally, kesendirianku justru menjadi ruang gerak terbebas bagiku. Aku bebas kemana saja, menulis, membaca atau ikut terlibat dalam berbagai aktivtas positif lainnya tanpa takut dan khawatir aktivitasku itu menjadi sorotan negatif di masyarakat.
Jomblo itu menyenangkan, sebaliknya jika pacaran itu menyenangkan ya itu hanya kesenangan semu saja. Aku bertemu dengan beberapa teman bahkan keluarga yang mengawali pernikahan dengan aktivitas pacaran mereka kelihatan bahagia. Aku kaget dan tersentak ketika mereka menjadikan aku tempat konsultasi atau sekedar iseng bertanya tentang masalah yang mereka hadapi. Suami teman-temanku akan berkata bahwa suami mereka akan bersikap kasar terhadapnya, bahkan panggilan-panggilan sayang yang mereka layangkan saat pacaran akan berubah jadi kebun binatang setelah pernikahan. Itulah sikap dan sifat asli yang ditunjukkan si pria ketika sudah berstatus sebagai suami. Beda halnnya dengan wanita yang nurut saja, mau diapakan coba cerai tidak mungkin, apalagi lari dari pernikahan…
Jangan heran itulah mengapa Allah melarang kita mendekati zina bukan menjauhi zina. Ada ayatnya? Jangan sota dehg…..
Ada kok dalam Quran Surah Al Isra ayat 32 yang artinya “Dan janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk.”
HEHEHE…. ayat di atas bukan aku yang megarangnya tapi Allah pencipta alam semesta dan segala isinyalah yang langsung menyampaikan melalui kekasihnya Rasululllah saw dengan perantaraan Malaikat Jibril.
Jadi buat kamu yang masih doyan dengan ikatan tapa status, ayoooo segeralah putuskan sebelum terlambat. Allah masih menyayangimu dengan memberikan kamu teman-teman yang peduli, mengaingatkan atau langsung menegurmu untuk melayangkan sebuah puisi romantis atau sederet kalimat-kalimat cinta lainnya yang bisa jadi meyakitkan akan tetapi begitu bermakna.
Dan ingat ya, jomblo itu bukan sesuatu yang merendahkan, tapi membahagiakan… apalalagi jomblo fisabilillah……

(Bersambung) …..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *