Hilangnya Hutan Bungi: Hilangnya Pesona Dunia (2)

Beberapa tahun terakhir deforestasi global terjadi seolah itu adalah kehendak alam. Manusia berlomba untuk menikmati kayu kayu sebagai komoditas, tanpa peduli dengan keberlangsungan ekosistem yang ada di hutan. Dunia mengalami kegagalan dalam mengamankan berbagai jenis flora dan fauna di berbagai belahan dunia. Manusia sudah tampil sebagai penguasa untuk mengelola alam, dampaknya adalah ketidakseimbangan terjadi.

Wakatobi sebagai salah satu kawasan garis Wallacea, merupakan kawasan pertemuan antara benua Asia dan benua Australia, memberikan kontribusi yang sangat luar biasa pada keanekaragaman hayati dunia. Wakatobi merupakan suatu ruang yang saat ini sudah ditetapkan sebagai cagar biosfer bumi, tentunya memiliki konsekuensi dan tanggung jawab yang harus diemban oleh generasi milenial Wakatobi yang ada di pemerintahan maupun yang ada di luar pemerintahan. untuk mendorong peran masyarakat dalam rangka mengurangi deforestasi hutan di Wakatobi, keterlibatan generasi milenium sangat penting, karena hutan merupakan ekosistem flora dan fauna yang unik dan langka sebagai bagian dari flora dan fauna atau ekosistem unik di dunia.

Sampai dengan era tahun 1980-an, berbagai jenis huruf burung yang ada di Wakatobi masih kita saksikan dengan baik. namun setelah tingginya intervensi dan tekanan masyarakat terhadap hutan yang ada di Wakatobi, menyebabkan burung burung liar yang ada di sana semakin habis dan hilang. Ekosistemnya terganggu akibatnya mereka punah. Siapa yang rugi? Generasi milenia Wakatobi sendiri dan generasi global, karena generasi mendatang tidak akan dapat lagi menyaksikan berbagai kekayaan ekosistem flora dan fauna yang ada di garis wallacea ini. Suara burung burung, kicauan di pagi hari, serta berbagai keindahan bunga bunga anggrek yang tumbuh di hutan hutan tropis itu.

Kalau Albert Einstein pernah mengatakan bahwa jika kumbang ini hilang dari muka bumi, maka dunia akan punah dalam beberapa tahun ke depan. Berangkat dari pemikiran Einstein di atas, maka kita bisa ternganga, betapa hebatnya peran kumbang dalam menjaga kelangsungan ekosistem di bumi. Bagaimana dengan peran hutan dan seluruh ekosistem yang ada di dalamnya. Tentunya akan lebih hebat lagi. Seorang aktivis asal Eropa yang melakukan konservasi hutan sebagai ekosistem orang utan di Kalimantan, mengatakan bahwa deforestasi memiliki dampak yang besar dalam mempercepat punahnya hewan liar di Kalimantan.

Bagaimana peran kumbang sehingga mengancam kehidupan? Karena kehidupan baru pada bunga membutuhkan peran mereka dalam masa penyerbukan pada bunga bunga. Lalu bagaimana fungsi burung dalam pengembangan ekosistem hutan? Mereka memakan buah dan sekaligus menyebarkan buah itu sebagai benih di hutan dan sekitarnya. Kotoran burung dapat menjadi aspek penting dalam peningkatan kesuburan tanah. Tentunya, fungsi ini masih bisa berlangsung karena masih ada kelelawar atau jenis lainnya. Hanya saja, sinergisitas ekosistem harus di dukung oleh manusia.

Hutan Bungi di samping sebagai ekosistemnya burung dan flora dan fauna lainnya. Hutan Bungi adalah sebuah kawasan yang mampu menampung ketersediaan air tanah di wilayah kawasan. Oleh karena itu, menyelamatkan hutan Bungi Longa merupakan sesuatu yang sangat penting, karena ekosistem ini bisa menjadi salah satu kekayaan dan kekuatan Wakatobi sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia. Di samping itu, hutan Bungi merupakan salah satu properti masyarakat adat dalam membangun keseimbangan alam, termasuk dalam menyediakan ketersediaan air minum.

Untuk itu, semua pihak berkepentingan, seperti Sara Kadia Wanse, Camat Wangi Wangi di tunjang oleh Pihak keamanan, diharapkan dapat turun lapangan untuk melakukan peninjauan kembali terhadap hutan itu. Dengan adanya Hutan Bungi, merupakan upaya untuk mempertahankan ekosistem dan nilai nilai budaya adat kadia Wanse yang selama ini merawat hutan tropis ini. Hanya saja melemahnya lembaga adat kadia Wanse selama beberapa dekade terakhir, menyebabkan banyak hutan yang ada dalam konservasi adat mulai diganggu oleh masyarakat setempat. Dampaknya, luar biasa banyak hutan (motika dan kaidea) hilang dan berubah fungsi menjadi perkebunan rakyat.

Tentunya, peran karang Taruna Desa Longa juga sangat penting untuk membuat pemetaaan wilayah hutan itu. Dengan mengembalikan hutan Bungi, dan dikelola sebagai hutan adat yang ada di desa Longa, bisa menjadi salah satu destinasi wisata hutan di masa yang akan datang. Bisa diusulkan menjadi salah satu Kebun Raya Hutan Bungi dan Padangkuku Tooge. Dengan adanya kebun raya, memungkinkan pemerintah daerah dapat membantu untuk penyelamatan ekosistem di hutan Bungi Longa Wakatobi.

Mengembalikan lahan hutan dan penanaman kembali, merupakan langkah alternatif untuk mengembalikan pesana dunia yang hilang itu. Upaya konservasi harus kembali digalakkan, dan pemerintah dan dunia harus peduli dengan permasalahan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *