Hari Kartini di Tengah Pandemi Covid 19

Hari Kartini 2020 diperingati pada Selasa 21 April. Hari Kartini diperingati pada tanggal 21 April setiap tahunnya berdasarkan keputusan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno Nomor.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini. (wikipedia)

Hari ini, hari Ibu Kartini yang tentunya hanya dapat kita peringati dari rumah masing-masing. Sebuah cinta yang kita persembahkan dalam pandemi global. Mungkin kata mutiara yang paling bagus untuk kita kenang adalah “habis gelap terbitlah terang”, sebagai bentuk proyeksi Kartini kepada generasi sesudahnya bahwa dalam setiap masalah, akan lewat dan akan menjadi sebuah harapan.

Kalau kita melihat tentang laju perkembangan covid 19, Indonesia sudah berada pada tren untuk melewati puncak pandemi, karena 4 hari yang lalu, kasus baru berjumlah 403, dan dua hari berturut-turut diangka tiga ratusan, sementara kemarin angka kasus baru tinggal 185. Ini menunjukkan bahwa kasus Corona sudah menuju grafik menurun. Ini sebuah sinar putih untuk datang nya terang. Kegelapan sudah hampir lewat, walau kita tahu, bahwa dengan covid ini, kita sudah menambah kegelapan jangka panjang hingga 2070 mendatang.

Berikut kutipan-kutipan dari RA Kartini diambil dari buku Habis Gelap Terbitlah Terang dan Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya, yang bisa menginspirasi generasi sekarang.

RA Kartini dikenal sebagai tokoh emansipasi wanita di Indonesia.

Wanita yang lahir di Jepara ini, ingin kaum wanita memiliki hak yang sejajar dengan pria.

Ia ingin kaum hawa mendapatkan pendidikan yang setara dengan lelaki.

Berkat perjuangan Kartini, kini wanita Indonesia dapat mengenyam ilmu pendidikan.

Untuk mengenang perjuangan Kartini, ada banyak cara, di antaranya dengan memberikan ucapan selamat Hari Kartini pada wanita di Indonesia.

Kutipan RA Kartini bisa dijadikan sebagai status media sosial atau sebagai ucapan selamat Hari Kartini 2020.

Berikut 10 kutipan inspiratif dari Kartini yang diambilkan dari buku Habis Gelap Terbitlah Terang dan Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya.

1. Kecerdasan otak saja tidak berarti segala-galanya.

Harus ada juga kecerdasan lain yang lebih tinggi, yang erat berhubungan dengan orang lain untuk mengantarkan orang ke arah yang ditujunya.

Di samping otak, juga hati harus dibimbing, kalau tidak demikian peradaban tinggal permukaannya saja.

2. Bagiku, tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan daripada membuat orang lain tersenyum; terutama orang yang kami sayangi.

Tidak ada sesuatu yang lebih membahagiakan daripada membuat sepasang mata orang yang kita cintai memandang kita dengan penuh kasih dan bahagia.

Dan kita merasa kitalah yang menyebabkan kebahagiaan itu. ( Hal. 30)

3. Tiada barang mustahil di dunia ini!

Dan sesuatu barang yang hari ini kita teriak-teriakkan mustahil sama sekali, besok merupakan kenyataan yang tidak dapat disangkal!

4. Marilah wahai perempuan, gadis. Bangkitlah, marilah kita berjabatan tangan dan bersama-sama mengubah keadaan yang membuat derita ini. (Hal. 86)

5. Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu.

Tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri.

6. Anak perempuan yang pikirannya telah dicerdaskan serta pandangannya telah diperluas tidak akan sanggup lagi hidup dalam dunia nenek moyangny a (hal. 93)

7. Untuk dapat menghargai, orang harus dapat mengerti dulu.

Dan untuk dapat mengerti, aduh, itu kepandaian yang sukar sekali dicapai!

Tidak dapat dipelajari dalam satu hari, bahkan dalam satu tahun! ( Hal. 140)

8. Hidup ini penuh teka-teki dan rahasia. Manusia mudah berubah-ubah. Jangan selalu mencari sebabnya pada tabiat yang lemah.

Ada kemungkinan terjadi peristiwa-peristiwa dalam hidup yang menjadikan seorang pahlawan tampak menjadi pengecut.

Jangan menyalahkan, betapapun hina dan rendahnya suatu perbuatan yang tampak, sebelum kamu mengetahui apa yang mendorong orang berbuat seperti itu.

9. Dalam perjalanan, berbagai hal yang saya lihat dan dengar semakin menguatkan saya bahwa kecerdasan otak bukanlah segalanya.

Kita harus memiliki kecerdasan lain yang lebih tinggi, yang saling mendukung untuk mengantarkan orang kearah yang dituju.

Disamping otak, hati juga harus dibimbing. (Hal. 178)

10. Dalam setiap hidup tak dapat dihindari, perpisahan adalah tanda pengenalnya, sepanjang hidup terus-menerus. (Hal. 247).

Bagi orang Buton, peringatan hari Kartini, akan mengingatkan kita pada kepiawaian Ratu Wakaaka, Ratu Bulawambona yang menjadi ratu di Kerajaan ini. Di Dunia Bisnis, orang Buton akan mengenal sang Milyuner Wa Ode Wau, perempuan yang memiliki sifat kedermawanan yang tinggi, ia bukan hanya piawai dalam urusan bisnis, ia juga seorang yang membantu Sultan Buton dalam membantu Benteng Buton.

Melalui peringatan Kartini, kita juga bisa mengenal seorang permaisuri Sultan yang tugasnya bukan bersolek, tetapi mengatur pendidikan, keamanan dan kesejahteraan kesultanan Buton. Tentunya, Kartini dalam konteks Indonesia adalah sosok yang dikagumi karena begitu lemahnya perempuan di daerah lain. Tetapi bukan di Buton, karena dalam sistem kesultanan Buton, terdapat sara bawine yang Indonesia pun tidak memiliki lembaga ini, yaitu sebuah lembaga pemerintahan yang khusus mengurus perempuan, dengan tugas pokok utama, yaitu mengatur tentang pendidikan anak anak Buton.

RA Kartini (WIKIMEDIA COMMONS/GPL FDL via kompas.com)

*

(Tribunnews.com/Wulan KP/ Sri Juliati, Tribunsumsel.com/Abu Hurairah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *