Harga sesuatu Tergantung yang Mengenalnya (Bagian 3)

Sapi Betina (Al-Baqarah):269 – Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).

Baca Juga Mansa’a sebagai Tradisi Bela Diri dalam Masyarakat Wakatobi

Siapa yang diberi hikmah atau kefahaman yang dalam tentang Al Qur’an dan Sunnah? Mereka yang tentunya memiliki kemampuan untuk menangkap makna dari suatu teks. Dalam kebudayaan Buton, dikenal empat uji kebenaran, 1) benar pada kitab wahyu (Al Qur’an, Injil, Taurat dan Zabur), 2) benar pada hukum alam semesta, 3) benar pada proses kejadian dan 4) benar pada proses kedirian.

Fenomena yang ada pada empat alat ukur kebenaran ini, membutuhkan hikmah atau pemahaman yang dalam untuk dapat menangkap makna yang dikandung atau rahasia di balik setiap teks yang ada pada empat alat uji kebenaran itu. Mereka yang diberikan hikmah akan memiliki kemampuan untuk memberikan pemahaman mengenai berbagai fenomena teks itu.

Baca Juga Algoritma La Morumoru (bagian 2)

Mereka yang diberi hikmah, tidak akan pernah putus asa atau mereka mengidentifikasi diri mereka sebagai korban, mengapa? Karena mereka memiliki Medan makna yang luas, atau dalam bahasa umumnya mereka memiliki perspektif yang berdimensi. Mereka akan mampu melihat berbagai makna yang ada di dalam sebuah teks atau fenomena yang mereka terima. Mereka yang mendapat hikmah akan mampu membangun berpikir positif dan semangat untuk membangun alternatif alternatif dalam setiap momentum, sehingga ia jarang untuk berada pada ruang stress karena orang stress selalu mengidentifikasi diri mereka sebagai korban. Mereka yang mengidentifikasi diri mereka sebagai korban akan selalu menderita. Hikmah yang ada pada mereka akan terganggu karena perspektif  selalu mereka akan ada dari sisi negatif dalam memandang berbagai fenomena yang ada. Mereka akan curiga kepada siapapun, mereka akan melakukan tindakan tindakan destruktif  kepada lingkungan, akan selalu mengganggu orang lain, bahkan mereka akan bisa mengganggu diri mereka sendiri. Kehilangan prespektif atau makna dari sebuah teks akan berdampak pada mereka sebagai tekanan. Mereka yang mendapat hikmah tidak akan  ada tekanan dalam hidupnya, karena mereka akan mampu menghadirkan prespektif positif dalam setiap momentum, seburuk atau sedasyat apapun yang terjadi.

Bencana akan berubah menjadi ujian bagi mereka yang mendapatkan hikmah. Tetapi mereka yang tak memiliki makna sebuah teks, bencana bisa bermakna sebagai kutukan, sehingga mereka akan berubah menjadi korban.

Baca Juga Mati Sunyi

Mereka yang mendapatkan hikmah, akan selalu mendapat makna  dari setiap fenomena dengan prespektif positif. Dengan membangun  prespektif positif, mereka akan bermanfaat untuk lingkungan, mereka akan bermanfaat untuk kemanusiaan, mereka akan selalu mengajarkan cinta dan kasih sayang, dan mereka akan menyayangi orang lain, melebihi cintanya kepada diri sendiri. Mereka akan selalu mendoakan orang lain dan dan mengajarkan tentang cinta. Mereka akan kehilangan ruang untuk membenci orang lain. Mengapa? Karena mereka mendapatkan hikmah dari setiap fenomena.

Dalam kajian filsafat, mereka mendapatkan makna yang dalam dari setiap teks yang ada dalam kehidupan mereka.

Langkah langkah hermeneutika akan membantu seseorang untuk memahami dan mendapatkan hikmah dari sebuah teks yang ada. Karena mereka akan memahami sebuah teks berdasarkan konteks sejarah yang membentuk teks tersebut.

Dengan demikian, mereka yang mendapatkan hikmah adalah mereka yang memiliki kemampuan menemukan makna dari sebuah teks. Teks-teks yang ada dalam Kitabullah, diberi petunjuk oleh Allah Subhanahu Wa ta’ala untuk mendapatkan maknanya yang mendalam. Mereka akan yakini dalam pikiran mereka, mereka terima dalam pikiran mereka, mereka wujudkan dalam pikiran dan tingkah laku mereka, dan kemudian akan menjadi adat istiadat, norma mereka dalam kehidupan sehari-hari. Itulah yang mendapatkan karunia yang banyak dari Allah.

Bagaimana dengan umat hari ini, kita masih membutuhkan hikmah yang banyak untuk dapat memahami berbagai fenomena teks, sehingga kita bisa membangun sebuah langkah strategis yang dapat membawa kepada ketenangan dalam bentuk sejahtera, adil dan makmur. Umat yang makmur.

Tersambung …..

Baca Juga Harga Sesuatu: Tergantung Siapa yang Mengenalnya bagian (1)

Harga Sesuatu Tergantung yang Mengenalnya (bagian 2)

Intrik Kuasa: Memicu Seteru, Memacu Konflik Wuna–Buton

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *