Dusun Kangka, Klinik Tanpa Dokter

Seri 3: Dunia Desa Wakatobi

Oleh: Saleh Hanan

Belok kanan dari jalan aspal itu, perjalanan baru saja dimulai, di atas jalan tanah, dan batu. Ada jembatan kecil di atas kali.
Di bawah pohon-pohon kenari di ujung jembatan itulah, Anda telah memasuki Dusun Kangka.
Dalam imajinasi masa kecil kami, kangka ialah garuda. Kangka berarti burung elang dalam bahasa sini.
Dusun Kangka tak seberapa luasnya. Terletak di Desa Wungka, Wakatobi. Rumah panggung kayu, yang jumlahnya tak lebih selusin, berjauhan letaknya; bersama jalan tanah itu, terkurung rumpun bambu dan pepohonan. Penyebab asap dari kayu bakar di bawah tungku-tungku di dapur rumah penduduk, lambat melayang.
Sinar pagi yang terjepit antara pohon-pohon, terpotong bayangan dahan dan dedaunan, mencetak pola asap. Dalam sinar, asap kadang mirip lembaran-lembaran kaca, garis lurus, rebah dan buram.
Segar, tenang, sunyi. Dusun Kangka tak ubahnya klinik tanpa dokter. Tempat sehat untuk berjalan kaki. Tempat alami untuk laboratorium gagasan anak-anak kita.
Untuk mempertahankannya, tanam satu pohon tiap datang.

Hanya satu teriakan jaraknya dari Dusun Ehata, dusun pemilik Masjid Aria, masjid bernama lokal yang berarti belalang, tempat pertama Trip Ceritakan Wakatobi.
Meskipun berdekatan, orang Ehata berdialek Wanci dan orang Kangka berdialek Mandati. Dua dari tiga sub antropologis masyarakat hukum adat penghuni Pulau Wangi-Wangi.

Pohon enau yang banyak, tumbuh ke lembah di belakang rumah-rumah, selalu menghasilkan air nira yang manis pagi hari. Tapi jangan pikirkan ini, jangan pula mencobanya. Hanya akan merubah liburan menjadi aneh, dan kata-katamu menjadi sumber kegaduhan: Saya Garuda Pancasila, Saya Dusun Kangka.
Mentang-mentang dalam imajinasi masa kecil, kangka dianggap burung garuda.

Maka jika ke Dusun Kangka kita tak boleh kehilangan waktu berkwalitas dari perjalanan penuh makna ini; yakni memanjakan istri dengan sesekali memggandeng tangannya, berjalan di atas jalan tanah itu.
Bagi yang baru mulai, ini kesempatan menunjukkan naluri melindungi pasangan.
Di Dusun Kangka yang permai, perasaan cinta kembali remaja: tinggalkan benihmu.
Satu pohon.

#CeritakanWakatobi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *