Dua Pulau Tak Berpenghuni di Morowali Utara: Potensi Pengembangan Wisata

Kolonodale – Indonesia bagai permadani, memiliki keindahan alam yang luar biasa. Sebuah nirwana tersajikan dengan indah. Sebuah pulau dapat saja kita temukan seperti sebuah film. Mungkin inilah kehebatan Allah dalam mencipta, dan ini sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata yang berkelas dunia. Di sini, ada dua buah pulau yang indah dan menarik, sehingga melihatnya mengingatkan kita pada sebuah film Teletubies.

Dari pulau itu, pas di atas Bukit ‘Teletubies’ yang terletak di Teluk Tomori, dapat menjadi salah satu obyek wisata yang wajib anda kunjungi, saat berkunjung di Kabupaten Morowali Utara. Penamaan bukit ‘Teletubies’ oleh warga setempat sendiri, terinspirasi dari pemandangan hamparan luas perbukitan hijau, seperti yang ada di serial anak ‘Teletubies’, yang sempat terkenal di awal tahun 2000an.

Baca Juga Diskusi Publik Inovasi Desa Wisata: Membangun Indonesia dari Desa

Obyek wisata ini berada di tengah pulau yang tidak berpenghuni. Untuk sampai ke tempat ini, pengunjung bisa menyewa sebuah kapal kecil di Kota Kolondale, yang masyarakat setempat menyebutnya dengan sebutan Bodi atau Katinting. Adapun harga sewa per kapalnya berkisar antara Rp400 ribu, untuk sebuah kapal dengan muatan 10 sampai 15 orang. Saat ini, akses jalan menuju puncak bukit tersebut, sudah mulai diperbaiki oleh Pemda setempat.

Setelah sampai di pulau, pengunjung bisa langsung mendaki menuju puncak bukit, dengan waktu tempuh sekitar 10-15 menit, tergantung daya tahan setiap orang. Biasanya, bagi pengunjung yang tidak terbiasa mendaki atau bertubuh agak gemuk, lama pendakian bisa sampai 30-45 menit.

Baca Juga Desa Kulati Menyediakan Home Stay: Berkualitas dan Murah

Disarankan untuk datang ke pulau ini, saat air laut sedang surut, jadi pengunjung bisa sambil beristirahat sebentar di tepi pantai, yang terletak di kaki bukit, sambil menikmati bekal yang dibawa, karena tidak ada satupun penjual makanan, penganan, atau minuman, di pulau ini. Untuk itu, maka pengunjung wajib membawa makanan dan minuman sendiri, kalau tidak mau kelaparan. Acara bakar-bakar ikan di tepi pantai juga lebih mantap.

Adapun jenis ikan yang paling disarankan adalah ikan Boto-boto Kolondale, karena jenis ikan tersebut cepat matang saat di bakar dan rasanya juga lezat. Hindari membawa ikan jenis kerapu dan yang sejenis, karena hanya akan menghabiskan waktu untuk mengolahnya saat piknik ke pulau seperti ini, karena waktu memasak yang cukup lama.

Selain itu, disarankan juga untuk mendaki ke puncak bukit sebelum makan, karena dengan pengalaman pribadi kami, mendaki setelah makan ikan bakar ditambah dengan sambal dabu-dabu, rata-rata sampai di puncak dengan waktu tempuh 30-40 menit, karena perut sudah kenyang dan terasa berat, sehingga lebih cepat lelah dan beberapa kali hampir muntah.

Setelah berpanas-panas di pulau ini, pengunjung wajib bergeser di pulau yang ada di sebelah pulau tersebut. Di sana ada air terjun Matarutung, yang suasana alamnya sejuk dan dingin. Kalian yang hendak berkunjung ke pulau ini, jangan lupa membawa pakaian ganti, agar bisa merasakan kesejukan air terjun tersebut. Akses untuk pejalan kaki di pulau ini, mulai diperbaiki juga. Sama seperti pulau sebelahnya, pengunjung juga wajib menyiapkan makanan dan minuman sendiri untuk dibawa ke lokasi air terjun ini, karena tidak ada penjual makanan dan minuman di sana.

Fatma Saudo1

Selain itu, di kedua pulau ini juga belum terdapat sarana kamar mandi dan WC. Untuk sampai ke lokasi air terjun, kita bisa berjalan kaki sekitar 5-10 menit. Pengunjung diharapkan berhati-hati, karena jalur menuju air terjun tersebut, bebatuannya lumayan licin, dan tajam. Di sini, pengunjung juga harus waspada dengan hewan liar seperti serangga dan ulat, karena banyak berkeliaran di sela2 batu. Untuk sampai ke pulau kedua ini, pengunjung tidak perlu merogoh kocek lebih dalam, karena harga sewa kapalnya, sudah sepaket dua pulau ini. Sebenarnya, masih banyak pulau-pulau kecil di sekitar dua pulau ini, yang juga tak kalah indahnya, tapi, karena keterbatasan waktu, rombongan kami hanya mampu berkunjung di dua pulau ini. Akhirnya atas nama semua rombongan, kami mengucapkan terima kasih kepada sahabat-sahabat Alumni SMANSA Petasia, om, tante, dan pihak, pihak lainnya, yang telah menyukseskan perjalanan ini, khususnya Suna Andi (transportasi laut), Nana Asap Sahako (perbekalan), Nasrun (trasportasi darat), serta kru lainnya.

Penulis : Fatma Saudo

Editor : Marlin

Baca Juga  

Hepatirangga: Ruang Jodoh dan Pengobatan Alternatif

Lanskap Daragundi: Potensi Wisata Alam Po’okambua

Hutan (Motika) Bungi Longa: Terancam Hilang (Bagian 1)

Desa Wisata Kulati Memiliki Fasilitas Home Stay yang Layak Huni