Di Tangan Kreatif: Ikan Buangan Bisa Mendatangkan Uang

Era industri 4.0 merupakan era dimana kreativitas dan inovasi menjadi aspek penting. Mereka yang tidak inovatif, akan tertinggal, sementara mereka yang kreatif dan inovatif akan maju dan memenangkan persaingan. Industri Jepang banyak tertinggal, bukan karena kualitasnya menurun, tetapi mereka kalah dari Korea Selatan dan China karena adanya kreativitas dan inovasi dari dua negara itu yang cepat dan tepat. Industri kelas dunia seperti Sony, Motorola, dan berbagai merek besar lainnya digeser dengan merek baru seperti Samsung, Oppo, Vivo karena inovasinya yang cepat dan tepat.

Pengembangan desa, perlu meniru cara cara inovatif dan kreatif, sehingga mampu melihat berbagai ruang untuk mengembangkan produk produk baru dengan kualitas yang baru pula. Berbagai potensi desa, sudah harus dikemas dalam berbagai bentuk produk, sehingga bisa bisa bernilai ekonomis.

Perpustakaan Desa: Titik Awal Membangun Peradaban

Kemarin pagi, ketika ke pelelangan ikan di Paotere Makassar, saya memperhatikan seseorang yang sedang menjemur sesuatu. Saya penasaran, lalu saya turun dari mobil. Saya tanyakan, “Ini ikan apa?’ tanyaku penasaran.

Orang itu menjawab bahwa ‘ini adalah bagian perut ikan sunu, yang sudah buangan. Mereka hanya mengambil dagingnya, dan ini sudah dibuang.” Penasaran saya melihat apa yang dia lakukan. Dalam hati saya bertanya untuk apa ini semua, tetapi saya pikir ini adalah sejenis kerupuk ikan. Karena penasaran, saya menyentuh kerupuk itu, dan saya tanya. “Ini berapa harganya per kilogram? Saya penasaran.

Baca Juga

Resto Nike Ardilla: Legenda dan Inovasi Kreatif

Betapa kagetnya saya, saat saya mendengar bahwa per kilogram nya adalah tiga ratus ribu rupiah. Saya terhenyak, bagaimana tidak, sampah ikan sunu, bisa menghasilkan uang ditangan kreatif itu. Ia mengolahnya menjadi bahan kerupuk ikan, sehingga nilai jualnya lebih tinggi.

Apa yang dia lakukan adalah mengubah bahan baku yang sudah tidak punya nilai menjadi bernilai. Desa desa di Indonesia memiliki banyak potensi yang dapat disentuh dengan kreativitas dan inovatif, tetapi banyak karya karya itu belum tersambung dengan pasar yang lebih besar. Untuk membangun inovasi tersebut, maka sudah bisa dibangun sebuah ruang pasar online, yaitu pasar desa idea. Anda semua warga desa bisa mempromosikan ide dan kreatifitas anda melalui www.desaidea.com sebagai ruang bersama para pegiat kreativitas desa. Pasar ini sengaja dikembangkan untuk menjembatani ruang pasar ekonomi kreatif berbasis desa. Untuk ke desa idea klik http://www.desaidea.com

Tentunya, berbagai bahan baku yang tersebar diberbagai desa, dapat dikembangkan melalui sentuhan inovasi. Desa Idea juga menyediakan pelatihan dan pendampingan kepada desa desa dengan menghadirkan tenaga tenaga profesional, sehingga karya karya kreatif itu dapat dihadirkan di seluruh desa. Pelatihan dan pendampingan dapat dilakukan kerja sama dengan desa desa binaan www.desaidea.com di seluruh Indonesia.

Untuk mengembangkan inovasi dan kreativitas yang tinggi, memang dibutuhkan perubahan mind set atau cara pikir, yang didapatkan melalui jalur pendidikan, baik formal maupun non formal. Melalui berbagai pelatihan yang terstruktur yang tepat, akan muncul para pelaku bisnis berbasis masyarakat desa di seluruh Indonesia.

Ayo, kita mengubah mindset kita untuk mengubah sampah menjadi bernilai ekonomis. Di tangan kreatif dan memiliki jaringan yang luas, sesuatu yang tidak berguna atau sampah bisa diolah dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Kalau kita melihat banyaknya sampah ikan di berbagai pelelangan ikan, sebenarnya bisa dikelola dengan kreativitas tinggi. Desa desa wisata yang tidak jauh dari pelelangan bisa mendorong untuk pengembangan kerupuk ikan. Melalui pelatihan dan pantauan mutu yang terkontrol, akan lebih memberikan nilai tambah dan nilai ekonomis dari sebuah produk.

Besambung……

Kampus Merdeka Diluncurkan Menteri: UMU Buton, Ruang Inovasi Semakin Terbuka

Rusiana Kalambe Binongko: Lagu Wakatobi yang Menggoyangkan Jakarta

ย 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *