Desa Wisata Posalu: Bergegas Menuju Penetapan desa Wisata

Kemarin, desa wisata Posalu melakukan pelatihan mengenai penguatan kelambagaan desa wisata. Beberapa perangkat desa dilatih mengenai perencanaan pengelolaan dana desa. Ini merupakan modal utama dalam pengembangan desa wisata Posalu sebagai salah satu desa wisata yang taat adminsitasi dan taat hukum.

Pelatihan dalam rangka pengembangan sumber daya manusia pengelola desa, merupakan suatu yang penting dilakukan, karena peningkatan kapasitas masyarakat desa sangat dibutuhkan. Mengingat pengelolaan dana desa harus dikelola secara maksimal, sehingga sasaran dana desa dapat mencapai targetnya. Dalam pelatihan ini, diharapkan peserta yang kebanyakan adalah perangkat desa dapat memahami berbagai prosedur pengelolaan dana desa, mulai dari perencanaan sampai dengan pembuatan laporan keuangannya.

Namun, di dalam pelatihan ini, perlu juga penguatan kapasitas dalam rangka meningkatkan modal budaya dan modal sosial masyarakat desa, sebagai soft structure dari pembangunan desa wisata Posalu. Karena dengan adanya partisipasi masyarakat desa polasu dalam mendukung pengembangan desa wisata, akan melahirkan sebuah desa wisata yang kuat. Karena nilai-nilai modal budaya masyarakat lokal dapat dikombinasikan dengan nilai-nilai akuntabilitas public yang dilatihkan.

“Kita harus membangun sebuah desa yang berbasis kejujuran Bersama, atau transparan, mulai dari perencanaan sampai dengan pelaporan”, kata La Bakri SH, Kabid Destinasi Dinas Pariwisata dan ekonomi Kreatif. Konsep ini sejalan dengan yang dikatakan oleh Sumiman Udu, bahwa “Sebuah desa wisata yang berbasis nilai-nilai lokal yang mengagungkan kejujuran atau molobu, akan menjadi cikal bakal desa wisata yang berhasil”.

Di sisi yang lain, pengembangan destinasi wisata desa Posalu harus ditunjang oleh pelatihan-pelatihan lainnya, seperti penguatan konsep inovasi produk yang diberikan kepada seluruh masyarakat. Misalnya pelatihan mengenai kuliner, guide, serta pelatihan mengenai manajemen pariwisata desa. Penguatan kapasitas ini harus ditunjang oleh pemerintah daerah, terutama dalam mensuport dana pelatihan kepada masyarakat.

Setelah pelatihan ini, diharapkan desa Posalu termasuk desa-desa lainnya di Wakatobi secepatnya dapat  mempersiapkan diri untuk membuat porto Wolio sesuai dengan Peraturan Bupati Wakatobi nomor 7 tahun 2019 tentang Tata Cara penetapan desa wisata. Kalau merujuk pada Peraturan bupati tersebut, Posalu berpotensi untuk memenuhi kriteria sebagai desa wisata, karena Posalu memiliki potensi yang ada di Sembilan indikator dasar yang ada di peraturan bupati tersebut. Jadi jika desa Posalu sudah mempersiapkan penyusunan proto Wolio, maka ini merupakan langkah awal untuk ditetapkan sebagai desa pertama yang ditetapkan sebagai desa wisata.

Desa-Desa Wisata sebagai Rumah-rumah Peradaban Wakatobi

Dampak dari penetapan desa wisata, akan berdampak pada Penganggaran yang dapat diajukan kepada pemerintah kabupaten, provinsi dan bahkan APBN. Dengan demikian, penetapan sebagai desa wisata ini, perlu secepatnya dilakukan. Dengan adanya upaya ini, beberapa indikator dapat diketahui dibagian mana yang masih lemah, sehingga perlu dilakukan perbaikan (su001).

Pelatihan Ekonomi Kreatif: Menciptakan Lapangan Kerja

Tiga Tempat yang Paling Dirindukan Mantan di Wakatobi

Padat Karya Desa Wungka: Meningkatkan Daya Beli Masyarakat

2 thoughts on “Desa Wisata Posalu: Bergegas Menuju Penetapan desa Wisata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *