Desa Wisata Kulati Memiliki Fasilitas Home Stay yang Layak Huni

64a78903-022d-4caa-872b-c532f8411c84
Salah satu fasilitas home stay desa wisata Kulati

Kulati Tomia – Salah satu kesiapan desa wisata Kulati dalam pengembangan Wakatobi sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia adalah kesiapan mereka dalam menyediakan akomodasi. Menurut La Asiru, Kulati saat ini sudah siap dengan akomodasi sekitar 23 kamar yang berbasis rumah penduduk. Sementara 40 kamar masih dalam tahapan perbaikan. Ia menambahkan bahwa saat ini Kulati sangat siap menyambut wisatawan yang datang ke Wakatobi, baik rombongan maupun perorangan.

Dalam konsepnya mengembangkan desa wisata, Kulati telah menyiapkan beberapa produk, termasuk tarian, benteng, dan bahkan bank ikan sebagai produk utama mereka. Dalam pengelolaannya yang berbasis masyarakat, Kulati lebih siap dibandingkan dengan desa-desa lainnya di Wakatobi. Mereka berada pada satu komunitas atau kelompok wisata yang bernama Poasa Nuhadha.

Baca Juga Desa Kulati Menyediakan Hame Stay: Berkualitas dan Murah

“Untuk kesiapan home stay, kami sudah siap melayani semua tamu. Mereka menginap tanpa makan, tetapi kami juga menyiapkan makanan berat dan makan ringan. Semua itu ada hitungannya, dan tentunya kami tidak menawarkan harga yang mahal. Kami berharap, kami juga dapat belajar dari para turis yang datang ke sini. Karena itu, kami berharap turis juga dapat memberikan masukan kepada kami, agar desa wisata Kulati dapat memberikan pelayanan yang lebih baik. Selain itu, kami juga mengharapkan bantuan dari berbagai pihak, terutama dalam memberikan pelatihan kepada masyarakat, sehingga seluruh masyarakat dapat memiliki kompetensi pariwisata yang kuat. Sehingga semua orang yang ada di Kulati memiliki jiwa wisata”, tuturnya.

0f1d4598-e6bf-453e-905a-d17a9acb75a2.jpg
Pantai Huntete yang menjadi Produk Wisata di Desa Wisata Kulati

Memang dalam pengelolaan pariwisata, yang paling penting itu adalah adanya jiwa kewisarausahaan yang ada pada setiap masyarakat. Karena wisata adalah jasa, maka yang terpenting adalah pelayanan. Di samping itu, La Asiru juga mengatakan bahwa wisata itu adalah kualitas, dah harganya harus murah, sehingga dapat membuat tamu datang ke desa wisata Kulati”. Pemikiran ini sangat penting, untuk dipahami oleh semua masyarakat desa Kulati, karena kekuatan Virgin yang mampu bersaing pada bisnis pernerbangan yang bermarkas di Inggris adalah Pelayanan, Kualitas dan Murah. Oleh karena itu, desa-desa wisata yang ada di Wakatobi dapat belajar dari Virgin sehingga mereka dapat memenangkan pasar wisata nasional dan internasional.

Baca Juga Transformasi Mitos ke Konsep Konservasi Modern: Bank Ikan pada Desa Wisata Kulati (bagian 1)

Banyak produk desa wisata yang baik tetapi mahal, itu akan mempengaruhi keputusan pengunjung untuk berkunjung. Oleh karena itu, untuk menguatkan desa wisata Kulati, maka perlu dilakukan penyuluhan dan pendampingan, sehingga mereka memiliki produk, pelayanan dan harga yang murah. Di samping itu, aspek penting adalah peran pemerintah daerah dalam mempromosikan desa-desa wisata yang ada di Wakatobi. “Kami sangat berharap pemerintah daerah dapat menjadi agen promosi yang dapat mendatangkan wisatawan ke Wakatobi dan kami berharap dapat berkunjung ke desa kami” kata salah seorang pengurus Poasa Nuhadha (su001).

Baca Juga Kenta-Kenta: Drama Tradisional Masyarakat Wakatobi

Rasa Hormat yang Mulai Memudar Kepada Guru

Transformasi Mitos ke Konsep Konservasi Modern: Bank Ikan pada Desa Wisata Kulati (bagian 2)