Desa Kulati Menyediakan Home Stay: Berkualitas dan Murah

IMG20171013141435
La Asiru dan kelompok Poasa Nuhadha

Kulati – Perjalanan Anda ke pulau Tomia untuk mengetahui lebih dalam mengenai bank ikan, jangan ragu tentang tempat menginap. Karena desa Kulati juga sudah menyiapkan home stay yang sudah berstandar. Jumlah rumah penduduk yang sudah mendaftar pada kelompok wisata Po’asa Nuahadha binaan La Asiru berjumlah 63 rumah. Namun, belum semuanya berstandar layak huni, menurut La Asiru, yang benar-benar siap itu baru 23 rumah. Sementara yang lainnya itu masih proses perbaikan. La Asiru juga mengatakan bahwa “Kalau datang berkelompok, juga tidak masalah, kami akan memberikan pelayanan terbaik”, tuturnya melalui telpon.

Pengaturan hunian home stay juga diatur dengan baik, sehingga tidak menyebabkan persaingan yang di antara mereka yang memiliki home stay. Po’asa Nuhadha telah mengaturnya dengan cara bergiliran. Aturan ini akan mendapatkan pembagian tamu yang seimbang. Harganya permalam juga tidak terlalu mahal, hanya Rp.100.000 kalau tidak makan, tetapi kalau  mau makan, hanya membutuhkan Rp.20.000 per satu kali makan. Di sana juga di sediakan snak.

Baca Juga Transformasi Mitos ke Konsep Konservasi Modern: Bank Ikan pada Desa Wisata Kulati (bagian 1)

Di sana juga Anda bisa ikut memasak, sehingga sesuai selera. Beberapa sayur yang Anda dapat nikmati adalah sayur kelor, sayur yang oleh WHO disebut sebagai daun ajaib. Mereka akan menyajikan bahan sayur yang tidak pernah dipupuk, dan apalagi pertisida, jadi bebas unorganik. Aartinya sayuran ini sangat sehat. Komposisi nutrisinya sangat ajaib, sehingga Anda dijamin sehat setelah keluar dari desa wisata Kulati.

IMG20171013145302Di pagi atau sore hari, Anda dapat berjalan-jalan ke pantai Huntete yang tidak jauh dari desa wisata Kulati. Pemandangan yang indah, tentunya akan saksikan pada  saat matahari terbit. Sementara kalau mau menikmati wisata sejarah, Anda dapat pergi ke benteng yang ada di wilayah sara timu. Tidak jauh juga dari Kulati, Anda hanya pergi ke desa seberang untuk menyaksikan bukti sejarah masa lalu masyarakat Tomia khususnya masyarakat Kawati Timu. Dalam perjalanan menuju benteng, baru dibangun jalan rabat beton dan itu artinya Anda bisa menjangkau benteng dari jalan aspal dengan naik sepeda motor. Membantu wisatawan untuk menjangkau benteng dengan mudah. Anda bisa juga berkoordinasi dengan pengurus poasa nuhadha untuk menyewa sepeda motor. Harganya juga tidak mahal, paling mahal Rp.50.000 atau paling mahal Rp.75.000/hari. Dengan meminjam motor, Anda juga bisa menikmati senja dari pantai La Kota di Waha yang jaraknya tidak jauh, apalagi lewat Kahyangan terus Wa Komba dan terus Waha. Di sana Anda menemukan pasar malam yang indah, serta angina pantai yang juga indah.

Baca Juga Transformasi Mitos ke Konsep Konservasi Modern: Bank Ikan pada Desa Wisata Kulati (bagian 2)

Kalau Anda lewat kahyangan ke barat melewati puncak di atas Usuku, Anda dapat menikmati sunset yang indah, serta kemolekan pulau di sebelah barat, tempat Wakatobi Dive Resort bekerja. Anda juga akan menikmati di arah selatan pulau Binongko yang terang dan indah. Mata Anda akan berbeda dalam melihat pulau Binongko pada musim hujan (Mei sampai Agustus) warnanya pasti hijau dan segar, tetapi kalau Anda di puncak Tomia melihat ke pulau itu pada musim kemarau maka warnanya akan berubah menjadi hijau kecoklatan (su001).

Bersambung …………

Baca Juga Tradisi Bhanti-bhanti sebagai Kekuatan Budaya dalam Pengembangan Desa Wisata Wakatobi

Ikan Asar menjadi salah satu Oleh-Oleh Khas Raja Ampat

Pentingnya Daun Kelor untuk Buka Puasa

Transformasi Mitos ke Konsep Konservasi Modern: Bank Ikan pada Desa Wisata Kulati (bagian 2)

5 thoughts on “Desa Kulati Menyediakan Home Stay: Berkualitas dan Murah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *