Daun Pepaya: Obat Alternatif Demam Berdarah bagi Warga Desa

Ketika masih kanak kanak, setiap demam yang disertai dengan bintik merah, nenek selalu memberikan air remasan daun pepaya, yang agak tua lebih bagus. Demam disertai bintik merah pada kulit di kampung disebut kurusewa. Obatnya hanya daun pepaya, diminum setiap pagi, dan sore. Pahit memang, hari kedua sudah bisa olah sendiri, panas mulai menurun. Hari ketiga sudah bisa mandi dan masuk sekolah.

Itu kenangan, dan bingung, mengapa nenek memberikan itu. Tentunya pengalaman mereka selama bertahun-tahun. Atau bahkan dari nenek moyang, turun temurun. Tapi hampir semua orang Longa mengenal pengobatan ini.

Lalu beberapa hari terakhir, Maya dikejutkan dengan hasil penelitian Prof. A.A. Mattjik mantan rektor IPB terkait pengobatan Demam Berdarah, krn skrg DBD sedang menggejala mungkin bisa sebagai obat alternatif.

Berdasarkan pengalaman dari seorang anak laki-laki yang telah sembuh dari penyakit demam berdarah.

Setelah sebelumnya mengalami masa kritis di ICU ketika trombositnya mencapai angka 15 dan menghabiskan 15 liter tranfusi darah.

Ayah dari anak tersebut mendapatkan rekomendasi dari temannya tentang Juice *Daun Pepaya* Mentah.

Setelah minum juice tersebut, trombosit temannya yang semula 45 dengan 25 liter tranfusi darah naik dengan cepat menjadi 135.

Baca Juga Daun Kau Banjara: Obat Tradisional yang tidak Banyak Dikenal Orang

Hal ini membuat dokter dan perawat terkejut. Bahkan keesokan harinya, temannya itu sudah tidak diberikan tranfusi lagi.

Cara membuat Juice tersebut:

2 helai *daun pepaya* dibersihkan, ditumbuk dan diperas dengan saringan kain.

Akan didapatkan 1 sendok makan per helai daun. Takarannya 2 sendok makan 1 kali sehari.

Daun jangan dimasak, direbus atau dicuci dengan air panas karena khasiatnya akan hilang.

Ingat:
hanya *daunnya saja,* bukan batangnya atau getahnya.

Rasanya memang pahit sekali, tetapi tetap harus diminum.

Pengalaman lain tentang juice *daun pepaya* mentah ini didapat oleh seseorang dengan kondisi yang sangat parah. Orang ini keadaannya sangat kritis, di mana paru-parunya telah mulai diisi air. Karena angka trombositnya yang sangat rendah. Sampai-sampai dia kesulitan untuk bernafas.

Baca Juga Tujuh Obat Tradisional Asam Urat: Potensi Pengembangan Apotik hidup di setiap desa wisata

Dokter hanya bisa berkata bahwa kekebalan tubuhnya yang akan bisa membuat dia bertahan.

Untungnya, ibu mertua dari pasien tersebut mendengar tentang juice *daun pepaya* mentah tersebut.

Setelah diberikan kepada pasien, keesokan hari, trombositnya mulai naik dan demamnya mulai hilang.

Juice itu terus diberikan dan 3 hari berikutnya dia dinyatakan sembuh.

Baca Juga Rusiana Kalambe Binongko: Lagu Wakatobi yang Menggoyangkan Jakarta

Mohon dikirim ke grup informasi ini karena belakangan ini banyak sekali kasus penyakit demam berdarah.
Dalam pengobatan tradisional masyarakat Wakatobi, daun pepaya sudah lama digunakan sebagai obat kurusewa. Namun hadirnya pernyataan seorang profesor ini, semakin meyakinkan kita bahwa daun pepaya dapat digunakan untuk menyembuhkan demam berdarah.

Oleh karena itu, warga desa, harus menyiapkan tanaman obat apotik hidup di sekitar rumah atau kampung yang ada di setiap desa. Ini akan menjadi salah satu kekuatan desa dalam bidang obat-obatan. Bisa saja menyiapkan apotik hidup untuk warganya.

Baca juga Kaudhawa atau Kelor: Sumber Gizi Masyarakat Wakatobi

Hepatirangga: Ruang Jodoh dan Pengobatan Alternatif

Pinang: Tanaman yang Jangka Panjang yang Bernilai Ekonomis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *