Dana Desa 2020 dan Inovasi Literasi Desa

Literasi Desa secara sederhana dimaksudkan untuk menjaga indeginous knowledge (pengetahuan lokal/asli) tersimpan rapi di memori warga desa. Jika Pengetahuan Lokal Asli dimaksud sudah tersimpan rapi maka agenda selanjutnya adalah melakukan formulasi ide dan gagasan agar pengetahuan tersebut bisa menjadikan warga desa memiliki ruang strategis dalam mendayagunakan sistem pengetahuannya sebagai Life Skill (keterampilan hidup). Dengan demikian maka proses peningkatan kapasitas warga desa benar-benar dalam rangka memperkaya dan mengupdate sumberdaya lokal yang mereka miliki agar produktif. bahkan kekuatan pengetahuan lokal tsb bisa menjadi asset yang sangat berharga untuk menghadapi gempuran nilai dan norma baru termasuk pengetahuan atas teknologi modern.

TINDOI:BUMDES Bikin Mudah Masyarakat Sejahtera

Literasi Desa bisa menjamin asset kognisi warga desa untuk menghadapi tata nilai baru (baca : modern) yang dianggap sebagai hal-hal yang rumit dan tak terjelaskan oleh pengetahuan lokal mereka,

Literasi Desa bisa memperkaya pengetahuan dan nalar imajinatif warga desa untuk mengurai hubungan-hubungan (simbiosis_mutualisme) yang ada dalam kehidupan sosial sesama warga desa dan Supra Desa terutama dalam hal pemahaman tentang hubungan pengetahuan lokalnya dengan pemahaman baru,

Dengan Literasi Desa maka warga desa yang terliterasikan bisa lebih memiliki sikap dan semangat optimis untuk berdialektika dengan dunianya yang baru. Dalam konteks ini, bagi warga yg terliterasi maka selanjutnya lebih mampu menyikapi dinamika kehidupan dengan pikiran dan kemudian dengan sikap dan tindakan.

Orang yang terliterasikan bisa lebih mudah untuk menjadi aktor kunci mengatasi problemnya sendiri dan membantu mengatasi masalah orang lain.

Perspektif tulisan ini, mencoba mengurai bahwa gerakan literasi adalah gerakan membuat semakin banyak orang membaca dan menulis. Konteknya bahwa membaca sebagai budaya akan membantu memperkuat imajinasi kreatif warga desa. Sehingga ikutannya adalah akan memicu budaya menulis dan bicara yang menjadikan warga desa yang terliterasi bisa menyampaikan pesan, informasi, pembelajaran atau mengomunikasikan pesan termasuk norma-norma untuk mengatasi masalahnya.

PENGENDALIAN PERUBAHAN IKLIM MELALUI MITIGASI DAN ADAPTASI SESUAI PRIORITAS DANA DESA 2020

Pada akhirnya Dana Desa bisa berkontribusi untuk menstimulasi kemampuan memahami menjadi kemampuan berkomunikasi dan berpartisipasi aktif dari warga desa yang secara substansi Nilai Partisipasi bisa memicu Tata Kelola Pemerintahan Lokal lebih Demokratis sekaligus melahirkan akuntabilitas sebagai sentral dari literasi desa itu sendiri.

Substansi kekuatan Literasi Desa yg merapikan sistem pengetahuan dan Life Skill (keterampilan hidup) warga yang terliterasi selanjutnya akan lebih mudah didorong dalam urusan teknis penyelenggaraan dan pengorganisasian program dalam Tata Kelola Pemerintahan Desa.

Jika ditarik lebih ke samping, Literasi Desa bisa menampilkan cerita yang kadang berjalan tanpa disadari oleh mereka yang terliterasi. Cerita panjangnya, dialektikanya bisa terus berjalan yang memasuki waktu dan peristiwa budaya yang efeknya bisa melahirkan kondisi kesadaran kolektif yang bersemai di berbagai tempat (di hati warga desa) yang narasinya tak kelihatan tapi tersimpan dalam memori bawah sadar menjadi sistem pengetahuan baru yang telah berdialektika dengan era di mana Desa akan menjadi objek diskursus berbagai kalangan karena terbaca sebagai Locus dengan Potensi yang luar biasa untuk menggerakkan literasi selanjutnya termasuk mendorong partisipasi pembangunan.

Resto Desa Berbasis Hutan Adat Kadhia Wanse

Akhirnya kesadaran kolektif untuk memperluas pengetahuan dengan Literasi Desa bisa melahirkan efek domino dalam membangun kesadaran kolektif di segmentasi lain melalui adanya partisipasi aktif rakyat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan berbasis dana desa dan dana lainnya. Akan dipastikan adanya gerakan lingkungan hidup, dan berbagai gairah meliterasikan desa-desa dengan berbagai cara.

Literasi Desa kemudian bisa naik ke level tertentu menjadi sebuah gerakan intelektual untuk menyemaikan ide yang tak kunjung padam, sebagai bagian gerakan meliterasikan seluruh elemen yang ada di Organisasi Pemerintahan Desanya, Lembaga Kemasyarakatan Desa, Kelembagaan Rakyat (kelompok tani, nelayan, pengrajin, dll) termasuk kaum milenial untuk mau berpartisipasi aktif membangun desanya dengan berbasiskan asset kognisi dan sumberdaya lokalnya.

*Salam Literasi*

Oleh : ALI SAMDIN
(Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar, Program P3MD)

Baca JugaEkowisata Mangrove di Desa Tampara Wakatobi Dilaunching

Perpustakaan Desa: Titik Awal Membangun Peradaban

Menjadi Sarjana Invovatif: Membutuhkan Keberanian dan Semangat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *