Berdiam di Rumah: Anda adalah Pahlawan untuk Negara Kita dalam Melawan Virus Corona

Telah banyak diskusi mengenai langkah langkah untuk melawan pendemik Virus Corona. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk membantu negara tetap bisa bertahan sistem kesehatan negara kita. Ada pembatasan kota, ada juga tets seluruh warga negara. Semua bisa menjadi alternatif. Tetapi ketika menjelaskan mengenai apa yang harus dilakukan dalam menghentikan penyebaran virus ini, ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk membantu negara ini.

Mungkin saatnya kita semua untuk peduli dengan apa yang kita miliki. Jak Ma, orang kaya China telah memberikan bantuan alat alat medis dan masker untuk membantu Amrika, Jepang dan Uni Eropa. Nikita Mirzani juga sudah memulai untuk menggerakkan kita semua, untuk serius dan peduli bagaimana cara pemutusan rantai penyebaran virus korona ini.

Puji Sujiono sebagai pakar mitigasi Bencana memilih konsep lockdown atau kunci kota atau rumah dalam hal melawan penyebaran virus ini. Tentu ini diambil dari berbagai pengalaman masyarakat sipil global dalam menangani berbagai bencana yang ada. Ia menyerukan itu, dan kita harus patuhi bersama. Kita harus peduli untuk menghentikan virus ini. Ya kita harus bersama sama. Kita harus tetap menjaga agar sistem rumah sakit kita jangan jebol, karena jumlah pasien yang tidak terbendung.

Dengan konsep lock down, Indonesia memiliki 17.000 pulau artinya, kalau meminjam konsep undang undang kita maka kita bisa melakukan pembatasan pulau. Jangan ada yang masuk dan keluar pulau, terkecuali untuk beberapa hal, misalnya petugas keamanan, bencana, logistik, dengan sistem yang ketat. Kota kota besar di karantina, dan semua harus patuh.

Salah satu konsep yang digunakan oleh Korea Selatan adalah membangun kesadaran, dimana semua warga nya disadarkan untuk mengkarantina diri di rumah. Dan bisa keluar rumah jika ada hal penting. Ini perlu kita bangun bersama. Sudah dua hari sekolah ditutup dibeberapa kota dan kabupaten di Indonesia, tetapi apakah kita patuh dan cari tujuan penutupan atau pembatasan aktivitas sosial itu? Kita semua harus sadar bahwa kita harus berpartisipasi untuk membangun sistem itu, berhenti untuk dua sampai beberapa bulan ke depan untuk mengurangi atau sebisa mungkin kita membatasi diri untuk hadir di ruang ruang sosial yang banyak orang.

Pembelajaran dihentikan untuk tatap muka, dan kita dianjurkan untuk tatap maya, tujuannya hanya satu agar kita bisa memutuskan rantai penyebaran virus ini. Oleh karena itu, Anis Baswedan, gubernur DKI Jakarta mengatakan bahwa kalau dulu anak anak muda, harus berjuang di medan perang, untuk menjadi pahlawan, maka perang melawan virus Corona, anak anak muda dan siapapun bisa menjadi pahlawan, hanya dengan berdiam diri di rumah. Karena berdiam diri di rumah atU mengkarantina diri di rumah, Anda telah menyelamatkan diri sendiri, keluarga dan berpartisipasi dalam membangun sistem kesehatan negara kita.

Kita harus menjadi sebuah tim yang solid, untuk berperang melawan virus ini. Karena virus ini tidak mengenal batas batas sosial, agama dan budaya, semua tetap berpotensi untuk di inveksi. Kita juga harus berdoa, tetapi ikhtiar harus kita juga lakukan secara bersama sama.

Saat ini, modal sosial kita sedang diuji, apakah kita lolos atau tidak, akan tergantung pada seberapa besar peduli kita pada kehidupan sosial kita. Sekali lagi, bangsa ini sudah membutuhkan kepedulian kita bersama, mari kita berkontribusi semua yang dapat kita berikan kepada negara ini.

Kita bisa belajar dari Korea Selatan, ketika terjadi krisis 1998, mereka ramai ramai menyumbang untuk negara mereka. Menyumbangkan emas dan sebagainya. Bahkan ada seorang profesor, bercerita bahwa pada krisis itu, ibunya menyumbangkan cincin pernikahannya. Dan ketika ditanya, ibunya hanya menjawab bahwa, “Cinta tak akan ada gunanya lagi, kalau negara ini sudah kacau, maka kita harus membantu negara ini”, kata ibunya.

Lalu bagaimana dengan kita saat ini? Mari kita berpartisipasi dengan apa yang kita miliki, paling tidak bertahanlah di rumah, sebagai langkah karantina sosial, sehingga negara mendapatkan kesempatan untuk tetap menata sistem kesehatan kita. Dan jika di antara kita Ada yang punya kelebihan rezeki, saatnya Anda membantu negara ini untuk bisa keluar dari krisis, karena Cina bisa keluar dari krisis Corona, tetapi dengan modal yang besar. Maka bantuan Anda yang paling besar saat ini adalah berjuang untuk tetap bertahan di rumah, sebagai bentuk dukungan Anda untuk menghentikan penyebaran virus dan tetap mensuport sistem kesehatan kita agar tetap kuat. Anda bertahan di rumah, berarti, Anda seorang pahlawan.

Persng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *