Ara Nobhae na Gendi: Nokoru Nawokirano (Kalau beringin itu masih berbuah, merpati mutiara akan banyak yang datang)

Judul artikel ini adalah terjemahan dari sebuah judul artikel yang berjudul “semua bisa berubah”, dalam masyarakat Wakatobi ada Pameo, “ara aneho nobha’e na gendi, aneho korua na wokirano”, ungkapan itu merupakan peringatan kepada siapapun yang sedang memiliki kejayaan, baik itu kekuasaan, kejayaan. Kalau anda sedang memiliki semua itu akan anda miliki, tetapi ketika anda jatuh miskin atau ketika anda tidak memiliki jabatan lagi, semua yang pernah memujamu akan melupakanmu. 

Empat belas abad yang lalu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, telah memberikan penegasan tentang mereka yang harus disayangi suatu waktu, yaitu: 1) orang kaya yang jatuh miskin, 2) seorang pejabat yang tidak lagi menduduki jabatan, 3) seseorang yang kuat dan tidak lagi memiliki kekuatan, semua itu harus dilindungi dan disayangi.

Baca juga Algoritma La Morumoru

Pagi ini, saya membaca sebuah artikel tentang artis terkenal yang juga mantan gubernur California, Arnold Schwarzenegger, menghebohkan jagad sosial media setelah mengunggah foto dirinya yang sedang tidur di jalan, di bawah patung perunggu dirinya di luar hotel dan menulis dengan sedih, ‘How times changed’ (Ind: Bagaimana waktu berubah).

Melalui foto tersebut, dia menyampaikan sebuah pesan bahwa *penghormatan /penghargaan orang terhadap Anda berubah seiring berjalannya waktu*.

Alasan dia menuliskan kalimat tersebut bukan karena dia tua, tapi karena ketika jadi Gubernur California dia meresmikan hotel tersebut dengan patung perunggu dirinya di depan hotel tersebut.

Kala itu pihak hotel menyampaikan ke Arnold “Setiap saat Anda boleh datang dan ada kamar untuk Anda yang selalu tersedia”. Namun, ketika Arnold sudah tidak menjabat gubernur lagi dan datang ke hotel tersebut, pihak hotel menolaknya dengan alasan bahwa kamar hotel sudah penuh.

Baca juga Benarkah Hutan di Wakaokili jadi Hunian Bunian?

Dia lalu membawa kantong tidur dan tidur di bawah patung dirinya dan berharap orang bisa mengambil pelajaran dari kejadian tersebut.(lihat foto)

Arnold dengan kekayaannya bisa membeli hotel yang dia inginkan, tapi dia ingin menyampaikan pesan kepada orang-orang melalui tindakannya.

Dia memposting foto tersebut di media sosial, lalu menyampaikan sebuah pesan bahwa ketika dia berada dalam posisi yang kuat, semua orang termasuk manajemen hotel memuji/ hormat kepada dirinya. Namun, saat dia kehilangan posisinya sekarang, mereka dengan mudah melupakan janji mereka kepadanya.

*’How times changed’*
Ya waktu terus berubah.
Jangan percaya pada semua atribut duniawi: jabatan Anda, harta benda Anda, atau kekuasaan, atau kecerdasan Anda. Semua itu tidak ada yang abadi.
Kecuali *kehidupan setelah kematian*.

Baca juga Togo Motondu: Kutukan atau Patahan

Membaca artikel itu, seolah tokoh legendaris dalam film Amerika itu, ingin menceritakan kepada dunia bagaimana petuah masyarakat Wakatobi itu, dan hadis Rasulullah itu juga terjadi pada dirinya. Secara psikologis sebenarnya ia hanya ingin mengungkapkan kepada siapapun, bahwa ketika anda berkuasa, atau ketika anda berada di puncak karir, maka persiapkanlah anda untuk diabaikan ketika anda sudah turun dari jabatan. sebuah kisah yang menjelaskan tentang bagaimana petuah orang orang tua Wakatobi itu menjadi realitas dalam kehidupan.

Dengan kisah itu kita bisa menyadari bahwa sehebat apapun Anda disaat Anda menjabat, akan ada masanya pikir kau tidak memiliki apa-apa, semua orang yang pernah menjajah jalan pelan akan meninggalkan, kalau di saat Anda menjabat enggan menanam kebaikan dan memberi penghargaan kepada siapapun, pelan-pelan mereka akan menceritakan kebaikan.

Baca juga PENGENDALIAN PERUBAHAN IKLIM MELALUI MITIGASI DAN ADAPTASI SESUAI PRIORITAS DANA DESA 2020

Di dalam naskah-naskah Buton, syeh haji Abdul Gani pernah memberikan nasehat kepada dirinya dan kepada para masyarakat Buton, agar tetap berhati-hati ketika menjabat, karena kebaikan akan diceritakan oleh orang lain, dan kejelekanmu akan diungkit-ungkit, walaupun di pinggir jalan.

Baca juga Permandian Bantimurung: Sumber Devisa Kabupaten Maros

Rahasia Al Qur’an tentang Konsep Kabupaten Maritim (2)

Al Qur’an sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan Modern

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *