Air Jatuh La Wele: Potensi Pengembangan Pariwisata Desa

Desa La Wele, Buton – Salah satu desa yang ada dalam sejarah Buton adalah La Wele. Di dalam berbagai parawata, kita sering kali menyebut karama yarona kamaru, yarona La wele, Yarona La Salimi, Yarona Tindoi, dan beberapa tempat karomah lainnya di wilayah Buton. Ini menunjukan bahwa La Wele merupakan salah satu desa yang umurnya sudah terlalu tua, bahkan kehadirannya, jauh melampaui keberadaan kesultanan Buton.

Berada di pinggir teluk La Wele, desa ini seakan terlupakan, bahkan dalam 20 tahun terakhir sebagian wilayah desa tini tidak tersentuh aspal. Namun, ada potensi pengembangan pariwisata yang ada di La Wele, yaitu pariwisata laut yang ada di teluk La Wele, sebuah teluk yang memiliki sejarah peperangan, antara Belanda dengan Pasukan Opu Taiko yang bermarkas di Gunung Siontapina. Peperangan yang mampu menenggelamkan kapal perang Belanda yang berlabuh di teluk ini. Ini menunjukan bahwa La Wele memiliki potensi wisata sejarah (benteng), desa Tua, wisata budaya (pesta tahun), juga memiliki wisata bawah laut yang tidak kalah indahnya dengan Wakatobi.

Baca Juga Transformasi Mitos ke Konsep Konservasi Modern: Bank Ikan pada Desa Wisata Kulati (bagian 1)

Di darat, La Wele juga memiliki wisata hutan La Mbusango, bersama dengan beberapa desa wisata Labundo-bundo yang ada di sekitar hutan. Bahkan menurut Kades La Wele, โ€œbanyak turis yang ikut dalam program Wallacea yang datang ke LaMbusango datang ke La Wele untuk menikmati ari terjun La Weleโ€. Oleh karena itu, sebagai desa tua, dan memiliki beragam potensi wisata, La Wele dapat dikembangkan menjadi salah satu desa wisata yang ada di pulau Buton, yang sekaligus dapat menjadi penghyubung wisatawan Wakatobi, dan kota Baubau.

Bahkan salah seorang warga La Wele juga mengatakan bahwa potensi pengembangan hamo stay juga dapat dikembangkan oleh masyarakat La Wele. Karena wisatawan yang datang ke La Wele juga membutuhkan akomodasi, sehingga desa ini dapat dikembangkan sebagai salah satu desa wisata yang ada di pulau Buton. Ini nanti akan sejalan dengan konsep Kasim Siruhu yang mencoba membangun pariwisata pulau Buton, yang dapat mendukung pengembangan Kawasan Khusus Pariwisata Wakatobi.

Baca Juga Desa Wisata Kulati Memiliki Fasilitas Home Stay yang Layak Huni

Dalam rangka mendukung pengembangan desa wisata La Wele, perlunya partisipasi semua pihak, terutama dalam rangka mendukung infrastruktur wisata desa, juga dukungan pengembangan SDM yang berjiwa pariwisata. Tentunya ini memerlukan pelatihan sehingga masyarakat La Wele memiliki kemampuan dan keterampilan dalam pengelolaan pariwisata desa.

Aspek lainnya adalah, La Wele memiliki potensi sumber daya alam yang sangat melimpah, dimana terdapat tambang aspal, yang merupakan salah satu tambang aspal alam yang terbesar di dunia. Kita bisa berharap, tambang ini juga dapat menjadi salah satu objek wisata, yang dapat dijadikan sebagai tujuan wisata pendidikan (su001)

Baca Juga Bukit Tumada: Destinasi Wisata Tempat Melepas Lelah

20 Tahun Tak Pernah di Aspal, Warga La Wele Tanam Pisang Demi Paru-Paru Anak-anak

Harga Kelapa Terjun Bebas: Bagaimana Nasib Petani di Desa?

Desa Kulati Menyediakan Home Stay: Berkualitas dan Murah