๐๐ž๐ง๐š๐ซ๐ค๐š๐ก ๐Š๐ข๐ญ๐š ๐Œ๐ž๐ซ๐๐ž๐ค๐š?โฃ

Oleh: Irsad Syamsul Ainunโฃ
โฃ
75 tahun sudah perayaan demi perayaan dilakukan. Setiap 17 Agustus menjadi moment sakral di depan Istana negara, pengibaran sang saka merah putih, yang membawakannya akan tertata rapi dan sempurna. โฃ
โฃ
Sebelum mencapai puncak 17-an ini ada banyak kegiatan yang masih mewarnai mulai dari lomba makan kerupuk sampai lari karung, panjat pinang dan berbagai macam kegiatan lainnya. โฃ
โฃ
Semua keceriaan mewarnai kegiatan tersebut. Mulai dari kota sampai pelosok desa tak ada yang ketinggalan. Apakah kemerdekaan sebatas itu? โฃ
โฃ
juga perlu dipertanyakan apakah merdeka yang dimaksudkan hanya sekedar bebas menjual, bebas mendatangkan kaum aseng dan asing? Bebas menjual hukum? Bebas menjual kekayaan negeri ini?โฃ
โฃ
Saya rasa semua kemerdekaan yang selama ini dipamerkan hanyalah kemerdekaan semu. Kemerdekaan palsu. Jika memang sudah merdeka mengapa pendidikan semakin bobrok? Perempuan banyak dilecehkan, para koruptor bebas kemana saja, kemiskinan meningkat, dan berbagai hal lain masih saja menjadi penghias negeri ini.โฃ
โฃ
Kemerdekaan yang sesungguhnya adalah merdeka dengan kebebasan mendapatkan apa yang harusnya di dapatkan. Lihatlah ketika hukum Allah ditegakkan dengan hadirnya sistem Islam. Di Mekkah ada banyak perbedaan namun ketika Islam masuk banyak perubahan, tak ada Tuhan di setiap sudut Ka’bah Tuhannya hanya satu yakni Allah.โฃ
โฃ
Permusuhan, perbudakan dihapuskan. โฃ
Anak-anak perempuan dihormati, dibiarkan hidup, bisa menempuh pendidikan dengan gratis.โฃ
Guru-guru dihargai dengan harga yang pantas.โฃ
Ibu-ibu menjadi madrasah terbaik.โฃ
Tak ada sistem Ribawi.โฃ
Tak ada penguasa yang sewenang-wenang.โฃ
Tak ada paksaan dalam menjalankan keyakinan, jika dia Kristen dia bisa beribadah dengan tenang tanpa ada bom di depan rumah ibadahnya.โฃ
Jika dia Islam dia pun bebas menggunakan apa yang menjadi identitasnya.โฃ
โฃ
Saat ini, di era 75 tahun Indonesia merdeka apakah setiap tahunnya Indonesia membaik???โฃ
Katanya disini demokrasi, dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Faktanya, dimana-mana itu hanyalah semboyan belaka.โฃ
โฃ
Generasi emas menjadi ajang kebobrokan. Kebijakan demi kebijakan bukannya memberi solusi akan tetapi menjadi masalah diatas solusi. Saat anak negeri mengalami krisis moral dan adab, semua alat informasi yang bisa digenggam diwadahi dengan situs yang tak seharusnya. Menampilkan berbagai macam konten yang tidak seharusnya.โฃ
โฃ
Ketika ada sistem terbaik dengan landasan terbaik malah dianggap sebagai ancaman. Apakah hukum buatan manusia masih lebih baik daripada hukum Allah?? โฃ
โฃ
Apakah undang-undang yang mereka buat sudah menjamin setiap hak-hak rakyatnya? Apakah kebijakan hukumnya sudah berlaku adil?โฃ
โฃ
Kembalilah pada hukum syara’-Nya. Bumi ini milik-Nya. Jadi aturan yang tepat dan solutif adalah aturan-Nya. Tidak hanya berlaku untuk penduduk negeri Islam tapi semua penduduk bumi di seluruh dunia.โฃ
โฃ
Karena dia adalah Rahmat. Rahmatan Lil Al-Amin. Bukan hanya sekelompok orang, bukan hanya pejabatnya tapi seluruh penghuni bumi.โฃ
โฃ
Wallahu’alam..โฃ
โฃ
Timika, 17 Agustus 202โฃ
โฃ

๐Š๐ž๐ฆ๐›๐š๐ฅ๐ข๐ค๐š๐ง๐’๐ข๐ฌ๐ญ๐ž๐ฆ๐ˆ๐ฌ๐ฅ๐š๐ฆโฃ

๐Š๐ก๐ข๐ฅ๐š๐Ÿ๐š๐ก๐ข๐ง๐˜๐ฎ๐คโฃ

๐‰๐š๐ง๐ฃ๐ข๐€๐ฅ๐ฅ๐š๐ก๐ˆ๐ญ๐ฎ๐๐š๐ฌ๐ญ๐ขโฃ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *