๐€๐ค๐ฎ ๐๐š๐ง ๐Š๐š๐ฆ๐ฎ ๐๐ฎ๐ค๐š๐ง๐ฅ๐š๐ก ๐’๐ž๐ฉ๐ž๐ซ๐ญ๐ข ๐‰๐ฎ๐ฅ๐š๐ง๐  ๐๐š๐ฉ๐ฎ๐šโฃโฃ

โฃโฃ
Oleh: Irsad Syamsul Ainunโฃโฃ
โฃโฃ
Papua, siapa yang tak kenal dengan kota ini? Aku merasa ketika seseorang menyebutkan nama Papua yang terlintas dikepala atau ingatannya adalah kulit hitam, gigi putih, pinang dan yang tak kalah asing adalah rambut keriting. Hingga siapa pun itu ketika menyebutkan nama Papua pasti ingin menjelajahinya. Bukan hanya etnisnya yang unik, tapi alamnya juga indah nan menyenangkan.. Aaah.. Rasanya aku ingin segera melintasi alam Papua.โฃโฃ
โฃโฃ
Berbicara tentang Papua pastilah berbicara juga tentang makhluk hidupnya. Sebut saja salah satu hewan endemik ciptaan-Nya yang terdapat di Papua yakni ๐๐ฎ๐ซ๐ฎ๐ง๐  ๐‰๐ฎ๐ฅ๐š๐ง๐  ๐๐š๐ฉ๐ฎ๐š. Julang Papua tergolong hewan yang dilindungi di tanah Papua, karena jumlahnya ya bisa dibilang sudah sangat langkah. โฃโฃ
โฃโฃ
Ketika kamu berkunjung pada salah satu kota di Tanah Papua jangan lupa berkunjung ke panangkaran burung tersebut. Aku semakin penasaran dengan burung ini, sebenarnya apa sih keunikan Julang Papua?โฃโฃ
โฃโฃ
๐˜š๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต๐˜ง๐˜ช๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ketahuilah, aku dan kamu bukanlah sepertinya. Dimana kebersamaan kita hanya terjadi pada saat pembuahan. Uupsss…. Alangkah sedihnya Julang Papua.โฃโฃ
โฃโฃ
Ini kisah peraduan antara Julang Papua Betina dan Jantan. Jadi Julang Papua betina ketika dirinya telah menjalani masa kehamilan dia akan ditinggalkan dalam sebuah lubang khusus dalam pohon yang mencari nafkah ialah Julang Papua Jantan. Sampai melahirkan anaknya, dan apabila saat mencari nafkah sang Jantan ditembak atau diburu oleh manusia maka matilah sang calon bayi dan ibunya, sebab apa tak ada pertolongan disana, yang bisa membuka dan memasuki lubang itu hanyalah sang ayah.โฃโฃ
โฃโฃ
Pun, ketika semua baik-baik saja dan si ibu melahirkan anaknya dengan baik mereka akan berganti peran. Sang Julang Jantan akan menemani anaknya dan si ibu akan pergi mencari nafkah untuk kehidupan mereka. Aaah… Romantisnya Julang Papua. Mengapa ketika sudah lahir sang ibu tidak menemani tumbuh kembang anak? Sebab sang ayahlah yang bertugas mengajarkan anak bagaimana cara terbang yang baik, dari pohon yang satu ke pohon yang lain, mengajarkan cara mengepangkan sayap dan hal lainnya. Tanpa peduli kepada sang ibu. Yang mereka tahu ibu dan cintanya sedang berjuang mencari nafkah untuk anak dan dirinya.โฃโฃ
โฃโฃ
Ancamannya pun sama, saat orang yang berburu dan mendapatkan sang ibu maka semua akan berakhir dengan tragis, kematian antara ayah dan anak juga di depan mata karena tak bisa makan dan melanjutkan dalam membimbing anaknya… Aaah, lagi-lagi keromantisan diantara mereka tak bisa terwujud dikala sedang berjihad.โฃโฃ
โฃโฃ
๐˜š๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต, apakah kita yang saat ini sedang di ujung tanduk peradaban mau berakhir seperti Julang Papua? Saat menyebut Islam justru pemikiran kita telah dikerdilkan oleh kapitalis, sekuler dan kesetaraan jender. Harusnya kita bangga ketika orang-orang menyebut Islam disana ada kedamaian, kecintaan, dan semua kesejahteraan dapat kita rasakan. Kita bisa merasakan indahnya Islam, tapi sayangnya saat ini ketika kita terlahir dalam lingkungan Islam pemikiran kita Islam adalah sesuatu yang mengekang kebebasan, mengucilkan hak-hak wanita, dan masih banyak hal lainnya yang kesemuanya itu akibat doktrin-doktrin dan kurangnya pemahaman kita tentangnya.โฃโฃ
โฃโฃ
Kita ambil satu contoh, saat seseorang diperintahkan untuk tidak mendekati zina kita dengan mudah membantah dengan teori suka sama suka. Pun saat terjadi hal yang tidak diinginkan dengan mudah kita berkata, “๐˜›๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฃ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜’๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ถ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ถ๐˜ซ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช”. โฃโฃ
โฃโฃ
Lalu ketika ada sosok indah dalam sebuah alam yang dirindukan oleh setiap wanita karena berharap mereka akan semakin mengeratkan hubungan keduanya, justru dengan lancang kita membuangnya dengan sebutir pil, atau bisa jadi dengan alat-alat lainnya yang sifatnya membunuh. Alangkah ruginya dirimu wahai wanita.โฃโฃ
โฃโฃ
โฃโฃ
Atau ketika semua terlahir dengan normal, tanggung jawab kita terabaikan, si ibu sibuk dengan dandanannya, si ayah mencari nafkah semua atas dasar pemenuhan kebutuhan duniawi tapi lupa dengan bekal akhirat. Lupa mendidik anak untuk mengenal siapa penciptanya dan itu kadang hanya diserahkan kepada pihak pendidikan luar semata.โฃโฃ
โฃโฃ
Hal lain, aturan pengelolaan kekayaan negara misalnya, dimana kekeayaan negeri dikuasai oleh asing, dan kita hanya menjadi budak di negeri sendiri. Islam tidak lagi diindahkan, Islam lagi-lagi terabaikan. ๐˜œ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ข๐˜บ๐˜ฐ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข-๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข, ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฅ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜๐˜ด๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข. ๐˜‘๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ค๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ-๐˜•๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต, ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช.โฃโฃ
โฃโฃ
๐˜‹๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ-๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜๐˜ด๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ, ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ด๐˜ฎ๐˜ฆ, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ณ, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ด๐˜ฎ๐˜ฆ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ณ, ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด๐˜ฌ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข๐˜ด๐˜ช, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ค๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ข๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ด๐˜บ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ด ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช. โฃโฃ
โฃโฃ
Wallahu’alam bissawab.โฃโฃ
โฃโฃ
#๐˜Ž๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ง๐˜ช๐˜ฌ๐˜๐˜๐˜“๐˜•๐˜ช๐˜ด๐˜ขโฃโฃ
#๐˜“๐˜ช๐˜ง๐˜ฆ๐Ÿบ๐˜‹๐˜ข๐˜ฌ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฉโฃโฃ
#๐˜๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ข๐˜บ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช๐˜๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ช๐˜ดโฃโฃ
#๐˜•๐˜จ๐˜ข๐˜ซ๐˜ช๐˜๐˜ด๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜’๐˜ข๐˜ง๐˜ง๐˜ข๐˜ฉ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *